Buwas: Harus Jadi Orang Gila untuk Hadapi Bandar Narkoba

Kompas.com - 05/03/2018, 17:43 WIB
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso memberikan keterangan pers saat pengungkapan narkotika jaringan internasional dari Taiwan di gedung BNN, Jakarta Timur, Selasa (20/2/2018). BNN melakukan operasi gabungan bersama Polri, Bea Cukai, dan TNI AL berhasil mengamankan empat tersangka dan mengamankan shabu seberat 1 ton dan 37 kilogram dan ditaksir bernilai melebihi 2 triliyun rupiah. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGKepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso memberikan keterangan pers saat pengungkapan narkotika jaringan internasional dari Taiwan di gedung BNN, Jakarta Timur, Selasa (20/2/2018). BNN melakukan operasi gabungan bersama Polri, Bea Cukai, dan TNI AL berhasil mengamankan empat tersangka dan mengamankan shabu seberat 1 ton dan 37 kilogram dan ditaksir bernilai melebihi 2 triliyun rupiah.
Penulis Yoga Sukmana
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso mengatakan, perlu komitmen kuat untuk memberantas peredaran narkoba di Indonesia.

Pasalnya, menurut pria yang akrab disapa Buwas itu, para bandar narkoba di Indonesia bukan lagi orang normal.

Bahkan, sudah divonis hukuman mati dua kali pun, masih saja mengendalikan jaringan narkoba dari dalam penjara.

"Memang saya harus jadi gila, kalau engak gila, enggak nyambung (berhadapan) dengan orang-orang gila itu (bandar narkoba)," ujar Budi Waseso dalam konferensi pers usai serah terima jabatan di Kantor BNN, Jakarta, Senin (5/3/2018).

(Baca juga : Pensiun, Buwas Ungkap soal Kesia-siaan Tangkap Bandar Narkoba)

Bandar narkoba yang dimaksud Budi Waseso adalah Togiman alias Toge alias Tony (60). Toge adalah narapidana yang sudah divonis mati dua kali. Namun, tetap bisa mengendalikan jaringan narkotika dari dalam lapas.

Bahkan, Toge pula bandar narkoba yang sempat menyuap Buwas Rp 4 miliar saat ketahuan memesan narkoba dari luar negeri.

Padahal, saat itu ia sudah dijatuhi vonis mati untuk kasus pertamanya.

(Baca juga : Soal Tembak Mati Bandar Narkoba, Heru Winarko Akan Lanjutkan Buwas)

Presiden Joko Widodo menunjuk Irjen (Pol) Heru Winarko sebagai Kepala BNN menggantikan Buwas yang sudah memasuki masa pensiun.

Sepanjang menjabat Kepala BNN sejak akhir 2015 lalu, Buwas mengusulkan banyak ide gila. Salah satunya tentu lapas narkoba yang harus dijaga buaya.

Hal itu ia sampaikan sebagai kritik kepada oknum patugas lapas narkoba yang justru kongkalikong dengan para narapidana narkoba.

(Baca juga : Jengkel, Buwas Anggap Petugas Lapas Pengkhianat Negara)

Pada 2017, sebanyak 58.365 orang orang ditangkap dan dijadikan tersangka kasus narkotika. Sementara itu, 79 orang dihadiahi peluru tajam hingga tewas.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X