Pengamanan Natal-Tahun Baru, Polri Fokus Terorisme hingga Harga Pangan

Kompas.com - 12/12/2017, 10:37 WIB
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/11/2017). KOMPAS.com/AMBARANIE NADIAKapolri Jenderal Pol Tito Karnavian di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/11/2017).
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2018, Polri melakukan pengamanan pada tiga fokus, yakni ancaman terorisme, kelancaran arus mudik, serta stabilitas harga pangan.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyampaikan, Polri mengantisipasi adanya serangan terorisme saat perayaan Natal dan pergantian tahun. Pasalnya, serangan terorisme pernah terjadi di Indonesia saat malam Natal.

"Sampai hari ini tidak ada ancaman aksi terorisme. Tetapi kami bekerja tidak ingin sampai kecolongan," kata Tito usai menjadi inspektur upacara kenaikan pangkat perwira Polri, di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta, Selasa (12/12/2017).

"Kami melakukan langkah-langkah terlebih dahulu, dengan penangkapan, pendekatan soft, dan lain-lain," ujar dia.

(Baca juga: Polisi Petakan Lokasi Rawan Saat Natal dan Tahun Baru)

Selain terorisme, Polri juga mewaspadai arus mudik dan arus balik libur Natal dan Tahun Baru karena polanya sedikit berbeda dari perayaan Idul Fitri. Tito memperkirakan, pada perayaan Natal ini, masyarakat kemungkinan akan mulai mudik setelah hari-H.

Pada perayaan Idul Fitri, masyarakat biasanya mudik jauh-jauh hari sebelum hari-H, sehingga bisa melangsungkan shalat Ied bersama di kampung halaman.

"Kalau (Natal) ini kan tidak. Oleh karena itu, tetap kami waspadai arus mudik dan balik. Kami melakukan rapat-rapat dengan pemangku kepentingan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan lain-lain," kata dia.

Adapun yang perlu diwaspadai saat migrasi di libur Natal dan tahun baru ini yaitu jalur Tol Gringsing tengah dilakukan perbaikan. Dengan demikian, otomatis arus kendaraan akan lebih banyak terkonsentrasi di jalur pantai utara (Pantura).

"Ini yang dimaksimalkan nantinya. Kami minta masyarakat tidak berbondong-bondong pulang kampung di hari Sabtu-Minggu (23-24)," ujar Tito.

(Baca juga: Ini Prediksi Puncak Arus Mudik-Balik Natal 2017 dan Tahun Baru 2018)

Terakhir, Polri juga mewaspadai kenaikan harga bahan pokok di pasar. Tito menuturkan, pada musim perayaan hari besar keagamaan umumnya permintaan dari masyarakat meningkat. Naiknya permintaan pasar ini akan mengerek harga bahan pokok.

Polri dan pemangku kepentingan seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Bulog telah menggelar rapat stabilitas harga. Dia juga telah meminta Kapolda/Kapolres di seluruh wilayah untuk meningkatkan pengawasan.

"Suplai cukup. Masalahnya kemungkinan di distribusi. Itu (karena ada) pemain. Sehingga harus dilakukan langka pendekatan ke asosisasi-asosiasi pedagang beras, gula. Supaya jangan mengambil untung berlebihan, yang menyebabkan terjadinya inflasi, kenaikan harga yang memberatkan masyarakat," ucap Tito.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Marzuki Alie Jadi Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Versi KLB Kontra AHY

Marzuki Alie Jadi Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Versi KLB Kontra AHY

Nasional
Masuknya Virus Corona B.1.1.7: Tanggapan Jokowi, Satgas Covid-19, hingga Kemenkes

Masuknya Virus Corona B.1.1.7: Tanggapan Jokowi, Satgas Covid-19, hingga Kemenkes

Nasional
Mendesak Kontekstualisasi Pancasila

Mendesak Kontekstualisasi Pancasila

Nasional
Diklaim Tekan Kasus Harian Covid-19 hingga 50 Persen, Jadi Alasan Pemerintah Perpanjang PPKM Mikro

Diklaim Tekan Kasus Harian Covid-19 hingga 50 Persen, Jadi Alasan Pemerintah Perpanjang PPKM Mikro

Nasional
Moeldoko Terima Jadi Ketum Demokrat Setelah Tanya Apa KLB Sesuai AD/ART

Moeldoko Terima Jadi Ketum Demokrat Setelah Tanya Apa KLB Sesuai AD/ART

Nasional
Terpilih Jadi Ketum Demokrat Versi KLB, Moeldoko: Saya Berterima Kasih

Terpilih Jadi Ketum Demokrat Versi KLB, Moeldoko: Saya Berterima Kasih

Nasional
Jadi Ketua Dewan Pembina, Marzuki Alie: Saya dan Pak Moeldoko Akan Bergandengan Tangan

Jadi Ketua Dewan Pembina, Marzuki Alie: Saya dan Pak Moeldoko Akan Bergandengan Tangan

Nasional
Ditetapkan Jadi Ketum Demokrat Versi KLB, Moeldoko: Oke, Kita Terima

Ditetapkan Jadi Ketum Demokrat Versi KLB, Moeldoko: Oke, Kita Terima

Nasional
Panglima TNI Lepas 199 Prajurit MTF TNI Kontingen Garuda ke Lebanon

Panglima TNI Lepas 199 Prajurit MTF TNI Kontingen Garuda ke Lebanon

Nasional
Alasan Pemerintah Tambah 3 Provinsi dalam Pelaksanaan PPKM Skala Mikro

Alasan Pemerintah Tambah 3 Provinsi dalam Pelaksanaan PPKM Skala Mikro

Nasional
Kalahkan Marzuki Alie, Moeldoko Ditetapkan KLB Kubu Kontra AHY Jadi Ketum Demokrat

Kalahkan Marzuki Alie, Moeldoko Ditetapkan KLB Kubu Kontra AHY Jadi Ketum Demokrat

Nasional
Hasil KLB Kubu Kontra AHY, Moeldoko Jadi Ketua Umum Partai Demokrat

Hasil KLB Kubu Kontra AHY, Moeldoko Jadi Ketua Umum Partai Demokrat

Nasional
Kejagung Ajukan Pemblokiran Aset Tanah Benny Tjokro di 3 Kabupaten

Kejagung Ajukan Pemblokiran Aset Tanah Benny Tjokro di 3 Kabupaten

Nasional
Selain Ditenggelamkan, KKP Hibahkan Kapal Asing untuk Kepentingan Pendidikan hingga Pendapatan Negara

Selain Ditenggelamkan, KKP Hibahkan Kapal Asing untuk Kepentingan Pendidikan hingga Pendapatan Negara

Nasional
Satgas: Kasus Aktif Covid-19 Mulai Turun, Apa Adanya Begitu

Satgas: Kasus Aktif Covid-19 Mulai Turun, Apa Adanya Begitu

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X