Kompas.com - 16/11/2017, 19:06 WIB
Ketua DPR Setya Novanto meninggalkan ruang persidangan usai bersaksi di persidangan kasus dugaan korupsi e-KTP, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (3/11/2017). Hari ini, Novanto hadir menjadi saksi untuk terdakwa pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong KOMPAS.com/Andreas Lukas AltobeliKetua DPR Setya Novanto meninggalkan ruang persidangan usai bersaksi di persidangan kasus dugaan korupsi e-KTP, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (3/11/2017). Hari ini, Novanto hadir menjadi saksi untuk terdakwa pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR, Robert J Kardinal mengatakan, belum ada langkah apapun dari fraksi terkait status Ketua DPR RI Setya Novanto.

Novanto yang berstatus tersangka pada kasus korupsi proyek e-KTP saat ini masih dicari keberadaannya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Jika Novanto tak juga ditemukan atau segera menyerahkan diri, KPK mempertimbangkan langkah koordinasi dengan Kepolisian untuk memasukkan Novanto dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Fraksi menunggu perintah DPP. Fraksi kan cuma kepanjangan partai. Rapat pleno, rapat apa, baru diputuskan. Itu lah Golkar. Ada mekanisme yang dipakai," ujar Robert di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/11/2017).

(Baca juga : KPK Masukkan Novanto dalam DPO jika Tak Menyerahkan Diri Kamis Malam)

Robert menegaskan, pihaknya mengembalikan semuanya kepada mekanisme organisasi, proses hukum dan tim kuasa hukum yang menangani kasus Novanto.

Ia mengaku tak ada masalah bagi Golkar jika nantinya status DPO disandang Novanto.

Menurut dia, Golkar adalah partai yang memiliki sistem. Sehingga jalannya roda kepartaian tak bergantung kepada satu orang figur saja.

"Enggak (masalah) lah. Parpol lain ikut satu orang, satu orang. Golkar tuh banyak figurnya," kata Bendahara Umum Partai Golkar itu.

"Tidak terpengaruh. Solid. Tingkat satu solid semua," sambungnya.

(Baca juga : ICW Sebar Poster Dicari Setya Novanto)

Ia menambahkan, pengurus partai memiliki tugas dan fungsinya masing-masing. Hal itu, kata dia, dibuktikan dari hasil Pilkada Serentak di daerah yang masih meraih hasil baik.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.