Mulai Jumat, Bareskrim Polri Kembalikan Paspor Korban First Travel yang Disita

Kompas.com - 24/08/2017, 13:17 WIB
Para calon jamaah umrah ramai-ramai mendatangi Kantor Pusat First Travel yang berada di Green Tower, Jalan TB Simatulang, Jakarta Selatan, Senin (24/7/2017) pagi. Kebanyakan dari mereka datang untuk menuntut pengembalian uang yang sudah mereka setorkan. Kompas.com/Alsadad RudiPara calon jamaah umrah ramai-ramai mendatangi Kantor Pusat First Travel yang berada di Green Tower, Jalan TB Simatulang, Jakarta Selatan, Senin (24/7/2017) pagi. Kebanyakan dari mereka datang untuk menuntut pengembalian uang yang sudah mereka setorkan.
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Bareskrim Polri akan mengembalikan paspor calon jamaah agen perjalanan First Travel yang disita untuk kepentingan penyidikan, mulai Jumat (25/8/2017).

Kepala Unit V Subdit V Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri AKBP Rivai Arvan mengatakan, nantinya pihak Bareskrim akan menghubungi satu persatu korban yang paspornya tertahan.

"Besok itu pihak bareskrim yang menghubungi para agen atau perorang jika dokumen paspor sudah siap dikembalikan," ujar Rivai melalui pesan singkat, Kamis (24/8/2017).

Rivai mengimbau sebaiknya para korban tidak perlu datang secara serentak besok. Pengembalian dilakukan secara bertahap dalam beberapa waktu ke depan untuk menghindari penumpukan korban yang ingin mengambil paspor.

(Baca: Ke Mana Hilangnya Rp 848,7 Miliar Uang Korban First Travel?)

Mulai hari ini hingga besok, polisi akan memilah-milah calon jamaah berdasarkan kelompoknya untuk memudahkan pengembalian. Ia meminta agar orang-orang yang merasa paspornya masih tertahan untuk menunggu dihubungi pihak Bareskrim Polri.

"Jadi nanti datang kalau sudah dihubungi," kata Rivai.

Setidaknya ada 14.000 paspor yang disita penyidik dari sejumlah kantor First Travel. Paspor tersebut sempat ditahan sebagai bukti dan melengkapi berkas perkara. Setelah tak lagi dibutuhkan, maka dokumen tersebut dikembalikan kepada pemiliknya.

(Baca: Modus First Travel, dari Umrah Murah hingga Minta "Endorse" Artis)

Dalam kasus ini, penyidik menetapkan Direktur Utama First Travel Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Hasibuan, sebagai tersangka. Modusnya yakni menjanjikan calon jamaah untuk berangkat umrah dengan target waktu yang ditentukan.

Hingga batas waktu tersebut, para calon jamaah tak kunjung menerima jadwal keberangkatan. Bahkan, sejumlah korban mengaku diminta menyerahkan biaya tambahan agar bisa berangkat.

Dalam pengembangan kasus, polisi juga menetapkan adik Anniesa, Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki Hasibuan selaku Direktur Keuangan sekaligus Komisaris First Travel, sebagai tersangka.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update Covid-19 per 7 April: 2.738 Positif, Pasien Sembuh dan Meninggal 12 Orang

Update Covid-19 per 7 April: 2.738 Positif, Pasien Sembuh dan Meninggal 12 Orang

Nasional
Perjuangan TKI Ilegal Menyambung Hidup saat Lockdown di Malaysia, Berutang hingga Terpaksa Makan Tikus

Perjuangan TKI Ilegal Menyambung Hidup saat Lockdown di Malaysia, Berutang hingga Terpaksa Makan Tikus

Nasional
YLKI: Pemerintah Masih Ambigu soal Mudik

YLKI: Pemerintah Masih Ambigu soal Mudik

Nasional
Jika Kesulitan Distribusi Bantuan, Pemerintah Didorong Pakai Pendekatan Komunitas TKI di Malaysia

Jika Kesulitan Distribusi Bantuan, Pemerintah Didorong Pakai Pendekatan Komunitas TKI di Malaysia

Nasional
TKI Kekurangan Bahan Pokok di Malaysia, Ini Respon Kemenlu

TKI Kekurangan Bahan Pokok di Malaysia, Ini Respon Kemenlu

Nasional
Pemerintah Janjikan Upah Lebih Besar di Program Padat Karya Tunai Desa

Pemerintah Janjikan Upah Lebih Besar di Program Padat Karya Tunai Desa

Nasional
Di Tengah Penolakan, DPR Siapkan Tahapan Pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja

Di Tengah Penolakan, DPR Siapkan Tahapan Pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja

Nasional
Hujan Kritik terhadap Pemidanaan di Tengah Wabah Covid-19

Hujan Kritik terhadap Pemidanaan di Tengah Wabah Covid-19

Nasional
Jokowi Programkan Penyaluran Paket Sembako dan BLT, Ini Rinciannya

Jokowi Programkan Penyaluran Paket Sembako dan BLT, Ini Rinciannya

Nasional
Sang Pengawal Demokrasi

Sang Pengawal Demokrasi

Nasional
Larangan Mudik dan Ketidakjelasan Gaji ke-13 bagi Sejumlah ASN...

Larangan Mudik dan Ketidakjelasan Gaji ke-13 bagi Sejumlah ASN...

Nasional
Jokowi Janjikan Program Padat Karya Tunai di Tengah Covid-19, seperti Apa?

Jokowi Janjikan Program Padat Karya Tunai di Tengah Covid-19, seperti Apa?

Nasional
Menlu Imbau Mahasiswa di Australia Pulang ke Tanah Air

Menlu Imbau Mahasiswa di Australia Pulang ke Tanah Air

Nasional
Ketua Baleg Jamin Akan Libatkan Semua Stakeholder Bahas RUU Cipta Kerja

Ketua Baleg Jamin Akan Libatkan Semua Stakeholder Bahas RUU Cipta Kerja

Nasional
Lindungi Tenaga Medis, Dompet Dhuafa Berikan Bilik Sterilisasi dan APD ke RSUD Pasar Rebo

Lindungi Tenaga Medis, Dompet Dhuafa Berikan Bilik Sterilisasi dan APD ke RSUD Pasar Rebo

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X