Soal Heli Jatuh, Kepala Basarnas Sebut Armada, Pilot, dan Cuaca dalam Kondisi Baik

Kompas.com - 06/07/2017, 11:57 WIB
Helikopter Basarnas melintasi di udara jalan tol darurat Brebes Timur dan Pemalang-Batang di Batang, Jawa Tengah, Kamis (22/6/2017). Basarnas Jawa Tengah (Jateng) telah menyiapkan satu Helikopter jenis Dauphin di exit toll Gringsing-Batang.
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGHelikopter Basarnas melintasi di udara jalan tol darurat Brebes Timur dan Pemalang-Batang di Batang, Jawa Tengah, Kamis (22/6/2017). Basarnas Jawa Tengah (Jateng) telah menyiapkan satu Helikopter jenis Dauphin di exit toll Gringsing-Batang.
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Muda Muhammad Syaugi memastika kondisi helikopter yang jatuh di Temanggung, Jawa Tengah, sebelumnya dalam keadaan baik. Demikian pula kondisi cuaca dan kesiapan pilot, Syaugi memastikan semua dalam keadaan baik.

Oleh karena itu, pihaknya masih menginvestigasi penyebab jatuhnya helikopter milik Basarnas itu.

"Kapten pilot jam terbang ratusan di pesawat ini. Dia memang pilot pesawat ini. Mereka sudah bertahun-tahun sama kita sejak 2015," ujar Syaugi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/7/2017).

"Saat penerbangan yang jelas pesawat siap, pilot siap, cuaca baik secara umum. Di spot tersebut masyarakat lihat hujan dan berkabut. Kita enggak tahu yang terjadi dalam pesawat," lanjut dia.

Dalam proses investigasi, Basarnas melibatkan pabrik pembuat helikopter yang berlokasi di Perancis, karena hanya mereka yang bisa membuka kotak hitam sebagai perekam kejadian sebelum helikopter jatuh.

(Baca: Serpihan Bangkai Helikopter Basarnas yang Dievakuasi Capai 1,3 Ton)

Syaugi mengatakan dibutuhkan waktu sekitar satu hingga dua minggu untuk membukanya. Saat ini, Basarnas tengah mengevakuasi bangkai helikopter.

"Kalau (bangkai) masih besar tidak bisa dipisah-pisah, kami akan pinjam ke Mabes TNI, pinjam heli MI 17 TNI AD, punya kemampuan 4 ton untuk sling. Kalau ada hambatan lepas-lepas dibawa truk ke Jakarta," papar Syaugi.

Helikopter HR 3602 jatuh di menabrak tebing Gunung Butak, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Heli berwarna oranye tersebut sebelumnya disiagakan di pintu keluar tol Gringsing, Kabupaten Batang, selama arus mudik dan balik Lebaran.

(Baca: Serpihan Bangkai Helikopter Basarnas yang Dievakuasi Capai 1,3 Ton)

Heli tersebut lalu diinstruksikan bertolak ke Banjarnegara untuk membantu proses evakuasi korban letusan Kawah Sileri di kawasan Dieng.

Delapan orang menjadi korban dari jatuhnya heli tersebut. Empat orang terdiri dari pilot dan kru pilot, serta empat sisanya dari Basarnas Kantor SAR Semarang.

Seluruhnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Polisi pun bakal terus bekerja untuk mengindetifikasi seluruh jenazah yang dievakuasi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X