Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tak Terima Diminta Copot Jam Tangan, Ibu Ini Tampar Petugas Bandara

Kompas.com - 05/07/2017, 19:10 WIB
Ihsanuddin

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Video mengenai seorang ibu menampar petugas aviation security (Avsec) di Bandara Sam Ratulangi, Manado, beredar luas dan viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 12 detik itu, awalnya terlihat terjadi perdebatan antara wanita yang berbaju dan berkaca mata hitam dengan petugas Avsec. Tak lama, perempuan berbaju hitam itu langsung menampar petugas Asvec yang juga seorang perempuan.

Corporate Communication Departemen Head Angkasa Pura I Awaluddin mengonfirmasi bahwa peristiwa itu terjadi pada Rabu (5/7/2017) pagi ini pukul 07.46 WIB.

"Jadi ada dua penumpang melalui pemeriksaan security check point dua. Saat pemeriksaan, alarmnya berbunyi. Ada petugas kami yang merupakan wanita juga itu meminta kepada calon penumpang tersebut untuk kembali melepas jam tangan dan harus melewati pemeriksaan lagi lewat mesin x-ray," kata Awaluddin kepada Kompas.com, Rabu (5/7/2017).

Awaluddin menegaskan bahwa pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas sudah sesuai aturan Dirjen Perhubungan Udara Nomor 2765/XII/2010 tentang Tata Cara Pemeriksaan Keamanan Penumpang.

Pasal 23 menyebutkan, setiap calon penumpang wajib dilakukan pemeriksaan mantel, topi, jaket ikat pinggang, termasuk jam tangan.

"Di sinilah yang sepengetahuan kami setelah dilakukan pemeriksaan ulang kembali untuk melepas jam tangan tersebut, calon penumpang emosi," ucap Awaluddin.

Corporate Secretary PT Angkasa Pura I Israwadi mengatakan, saat ini jalan musyawarah dan mediasi masih diupayakan antara calon penumpang dan petugas Avsec.

"Kami mediasi dulu lah, musyawarah dulu. Kami melakukan sesuai ketentuan. Kalau dia paham ya sudahlah. Tapi kalau enggak, kami pikirkan lagi apa yang terbaik," ucap dia.

Insiden penamparan ini juga menjadi perhatian Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Melalui akun Twitter, Budi Karya menyayangkan arogansi penumpang terhadap petugas bandara.

Budi Karya juga mengunggah video yang memperlihatkan aksi penamparan tersebut.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

PDI-P Minta Penetapan Prabowo-Gibran Ditunda, KPU: Pasca-MK Tak Ada Pengadilan Lagi

PDI-P Minta Penetapan Prabowo-Gibran Ditunda, KPU: Pasca-MK Tak Ada Pengadilan Lagi

Nasional
Sedang di Yogyakarta, Ganjar Belum Terima Undangan Penetapan Prabowo-Gibran dari KPU

Sedang di Yogyakarta, Ganjar Belum Terima Undangan Penetapan Prabowo-Gibran dari KPU

Nasional
Pakar Nilai Gugatan PDI-P ke PTUN Sulit Dikabulkan, Ini Alasannya

Pakar Nilai Gugatan PDI-P ke PTUN Sulit Dikabulkan, Ini Alasannya

Nasional
Airlangga Klaim Pasar Respons Positif Putusan MK, Investor Dapat Kepastian

Airlangga Klaim Pasar Respons Positif Putusan MK, Investor Dapat Kepastian

Nasional
PDI-P Sebut Proses di PTUN Berjalan, Airlangga Ingatkan Putusan MK Final dan Mengikat

PDI-P Sebut Proses di PTUN Berjalan, Airlangga Ingatkan Putusan MK Final dan Mengikat

Nasional
Golkar Belum Mau Bahas Jatah Menteri, Airlangga: Tunggu Penetapan KPU

Golkar Belum Mau Bahas Jatah Menteri, Airlangga: Tunggu Penetapan KPU

Nasional
Prabowo: Kami Berhasil di MK, Sekarang Saatnya Kita Bersatu Kembali

Prabowo: Kami Berhasil di MK, Sekarang Saatnya Kita Bersatu Kembali

Nasional
Kepala BNPT: Waspada Perkembangan Ideologi di Bawah Permukaan

Kepala BNPT: Waspada Perkembangan Ideologi di Bawah Permukaan

Nasional
KPK Dalami 2 LHKPN yang Laporkan Kepemilikan Aset Kripto, Nilainya Miliaran Rupiah

KPK Dalami 2 LHKPN yang Laporkan Kepemilikan Aset Kripto, Nilainya Miliaran Rupiah

Nasional
Pertamina dan Polri Jalin Kerja Sama dalam Publikasi untuk Edukasi Masyarakat

Pertamina dan Polri Jalin Kerja Sama dalam Publikasi untuk Edukasi Masyarakat

Nasional
Satkar Ulama Dukung Airlangga Jadi Ketum Golkar Lagi, Doakan Menang Aklamasi

Satkar Ulama Dukung Airlangga Jadi Ketum Golkar Lagi, Doakan Menang Aklamasi

Nasional
Gibran Temui Prabowo di Kertanegara Jelang Penetapan Presiden-Wapres Terpilih

Gibran Temui Prabowo di Kertanegara Jelang Penetapan Presiden-Wapres Terpilih

Nasional
KPU Batasi 600 Pemilih Tiap TPS untuk Pilkada 2024

KPU Batasi 600 Pemilih Tiap TPS untuk Pilkada 2024

Nasional
Dianggap Sudah Bukan Kader PDI-P, Jokowi Disebut Dekat dengan Golkar

Dianggap Sudah Bukan Kader PDI-P, Jokowi Disebut Dekat dengan Golkar

Nasional
PDI-P Tak Pecat Jokowi, Komarudin Watubun: Kader yang Jadi Presiden, Kita Jaga Etika dan Kehormatannya

PDI-P Tak Pecat Jokowi, Komarudin Watubun: Kader yang Jadi Presiden, Kita Jaga Etika dan Kehormatannya

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com