Kompas.com - 28/02/2017, 15:54 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam usai rapat koordinasi tingkat menteri, Jumat (11/11/2016). Kristian ErdiantoMenteri Luar Negeri Retno Marsudi saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam usai rapat koordinasi tingkat menteri, Jumat (11/11/2016).
Penulis Dani Prabowo
|
EditorKrisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan, Sri Rabitah, tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang dikabarkan kehilangan ginjal, tidak pernah melapor ke KBRI di Doha, Qatar.

Sri tiba dan mulai bekerja di negara tersebut pada Juli 2014.

“Kami menghubungi kedutaan kita yang berada di Doha karena data dari KBRI yang di Doha, Ibu Sri Rabitah tidak ada dalam data kita. Beliau tidak melaporkan keberadaannya pada KBRI,” kata Retno di Kantor Kemenlu, Selasa (28/2/2017).

Ia menambahkan, berdasarkan informasi terbaru yang diperoleh Kemenlu dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) yang mengacu pada hasil pemeriksaan rumah sakit di NTB, ginjal Sri Rabitah masih lengkap.

(Baca: Pembelaan terhadap Sri Rabitah Diminta Tak Gegabah)

 

“Tetapi memang ada seperti selang, kemungkinan. Jadi kita akan mendalami kembali tentang katakanlah operasi itu,” ujarnya.

KOMPAS.com/ Karnia Septia Sri Rabitah (25) mantan TKI asal Lombok, Nusa Tenggara Barat menunjukkan foto saat ia akan berangkat menjadi TKI.

 

Dugaan sementara, ia mengatakan, selang tersebut dipasang untuk memperlancar aliran urin yang keluar dari tubuh Sri Rabitah.

Sri berangkat menuju Qatar melalui BLK-LN Falah Rima Hudaity Bersaudara. Ia mengaku kerap mendapat perlakuan tak manusiawi selama bekerja.

Suatu hari, tiba-tiba majikannya mengajak Sri ke dokter untuk memeriksakan kesehatannya.

Meski sempat menolak lantaran merasa sehat, namun ia tetap menjalani serangkaian pemeriksaan, seperti cek darah dan pemasangan infus, serta disuntik hingga tak sadarkan diri.

Belakangan, Sri merasa sering sakit-sakitan. Ia kerap mengalami batuk darah, kencing darah, dan keluar darah dari hidungnya.

(Baca: Sri Rabitah: Saya Tidak Ikhlas Ginjal Saya Diambil Diam-diam)

Karena kerap sakit-sakitan, Sri dipulangkan kembali ke Indonesia. Suami Sri membawanya ke rumah sakit untuk dilakukan rontgen dan ia baru tahu telah kehilangan salah satu ginjalnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satgas: Jika Tak Hati-hati, RI Bisa Alami Lonjakan Covid-19 Fatal

Satgas: Jika Tak Hati-hati, RI Bisa Alami Lonjakan Covid-19 Fatal

Nasional
UPDATE 22 April: Ada 63.422 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 22 April: Ada 63.422 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 22 April: Bertambah 5.993, Pasien Covid-19 yang Sembuh Jadi 1.626.812  Orang

UPDATE 22 April: Bertambah 5.993, Pasien Covid-19 yang Sembuh Jadi 1.626.812 Orang

Nasional
Ini Peran 6 Tersangka Kasus Investasi Ilegal EDCCash Menurut Polisi

Ini Peran 6 Tersangka Kasus Investasi Ilegal EDCCash Menurut Polisi

Nasional
Pimpinan Komisi III: KPK Harus Tempatkan Penyidik Berintegritas

Pimpinan Komisi III: KPK Harus Tempatkan Penyidik Berintegritas

Nasional
UPDATE: Bertambah 165 Orang, Angka Kematian Covid-19 Capai 44.172

UPDATE: Bertambah 165 Orang, Angka Kematian Covid-19 Capai 44.172

Nasional
UPDATE 22 April: Ada 101.191 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 22 April: Ada 101.191 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Titiek Soeharto Jadi Relawan Vaksin Nusantara, Ikut Pengambilan Sampel Darah di RSPAD

Titiek Soeharto Jadi Relawan Vaksin Nusantara, Ikut Pengambilan Sampel Darah di RSPAD

Nasional
Penjelasan Lengkap PPATK Soal Modus Cuci Uang Lewat Bitcoin

Penjelasan Lengkap PPATK Soal Modus Cuci Uang Lewat Bitcoin

Nasional
Polisi Ungkap Modus Investasi Ilegal EDCCash, Tiap Anggota Baru Wajib Setor Rp 5 Juta

Polisi Ungkap Modus Investasi Ilegal EDCCash, Tiap Anggota Baru Wajib Setor Rp 5 Juta

Nasional
Mudik Dilarang, Kepala BNPB Minta Gerakan Silaturahim Virtual Kembali Digalakkan

Mudik Dilarang, Kepala BNPB Minta Gerakan Silaturahim Virtual Kembali Digalakkan

Nasional
UPDATE: Tambah 6.243 Orang, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 1.626.812

UPDATE: Tambah 6.243 Orang, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 1.626.812

Nasional
PPATK Sebut Modus Pencucian Uang lewat Bitcoin Berkembang Seiring Teknologi 4.0

PPATK Sebut Modus Pencucian Uang lewat Bitcoin Berkembang Seiring Teknologi 4.0

Nasional
KPK Diminta Tunjukkan Sikap 'Zero Tolerance' dalam Pelanggaran Kode Etik oleh Pegawainya

KPK Diminta Tunjukkan Sikap "Zero Tolerance" dalam Pelanggaran Kode Etik oleh Pegawainya

Nasional
Wapres Minta Pengembangan Keahlian Masyarakat Lewat BLK Komunitas Direplikasi ke Daerah Lain

Wapres Minta Pengembangan Keahlian Masyarakat Lewat BLK Komunitas Direplikasi ke Daerah Lain

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X