Survei: NU, Muhammadiyah, dan FPI Tiga Besar "Top of Mind" Organisasi Islam di Indonesia

Kompas.com - 30/01/2017, 20:22 WIB
Ketua PBNU Said Aqil Seeradj (kiri) saat menghadiri rilis survey kondisi Islam di Indonesia di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Senin (30/1/2017). Fabian Januarius KuwadoKetua PBNU Said Aqil Seeradj (kiri) saat menghadiri rilis survey kondisi Islam di Indonesia di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Senin (30/1/2017).
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan Front Pembela Islam berada pada tiga urutan teratas organisasi Islam yang paling diingat masyarakat.

Hasil ini tergambar dari survei yang dilakukan Alvara Research Center.

Pada jumpa pers hasil survei, di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Senin (30/1/2017), dipaparkan bahwa survei ini dilakukan terhadap 1.626 responden di empat provinsi di Indonesia, pada November 2016 lalu.

"Urutan pertama yakni Nahdlatul Ulama dengan 69,3 persen disusul Muhammadiyah di urutan kedua dengan 14,5 persen," ujar peneliti Alvara Research Center Hassanudin Ali.

Sementara, FPI di urutan ketiga dengan 9 persen. Keberadaan FPI menggeser ormas yang sudah berdiri lebih dulu, di antaranya Al Wasliyah dengan 1,1 persen, dan disusul oleh Persatuan Islam (Persis) dengan jumlah responden 0,4 persen.

"Yang menarik, FPI yang berada di urutan ketiga top of mind menggeser posisi ormas Islam tua yang sudah jauh lebih dulu ada di Indonesia," lanjut dia.

Al Wasliyah berdiri pada 30 November 1930. Sementara, Persis berdiri lebih dulu, yakni pada 12 September 1923.

Hasan menjelaskan, persepsi responden terhadap NU adalah ormas Islam terbesar di Indonesia dan ormas Islam yang menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahfud Jelaskan soal Insentif untuk Dokter RS Pulau Galang yang Belum Sepenuhnya Cair

Mahfud Jelaskan soal Insentif untuk Dokter RS Pulau Galang yang Belum Sepenuhnya Cair

Nasional
[POPULER NASIONAL] Pengacara Djoko Tjandra Ditahan | Kini Ada 123.503 Kasus Positif Covid-19 di Indonesia

[POPULER NASIONAL] Pengacara Djoko Tjandra Ditahan | Kini Ada 123.503 Kasus Positif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Sejumlah Kendala Penyandang Tuli Saat Pandemi Covid-19...

Sejumlah Kendala Penyandang Tuli Saat Pandemi Covid-19...

Nasional
Mahfud: Rancangan Perpres Pelibatan TNI Atasi Terorisme Sudah Disampaikan ke Menkumham

Mahfud: Rancangan Perpres Pelibatan TNI Atasi Terorisme Sudah Disampaikan ke Menkumham

Nasional
Kelanjutan Nasib RUU Cipta Kerja, Mahfud: Pemerintah Sudah Punya Rumusan Baru

Kelanjutan Nasib RUU Cipta Kerja, Mahfud: Pemerintah Sudah Punya Rumusan Baru

Nasional
Ada Permintaan Prabowo Capres 2024, Muzani Sebut Ditentukan Setahun Sebelumnya

Ada Permintaan Prabowo Capres 2024, Muzani Sebut Ditentukan Setahun Sebelumnya

Nasional
Resmikan Program KiosMU, Airlangga: UMKM Prioritas Utama dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Resmikan Program KiosMU, Airlangga: UMKM Prioritas Utama dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Nasional
Mahfud: Banyak Dokter Meninggal Dunia karena Lelah dan Stres Tangani Pasien Covid-19

Mahfud: Banyak Dokter Meninggal Dunia karena Lelah dan Stres Tangani Pasien Covid-19

Nasional
Prabowo Kembali Tunjuk Ahmad Muzani Jadi Sekjen Partai Gerindra

Prabowo Kembali Tunjuk Ahmad Muzani Jadi Sekjen Partai Gerindra

Nasional
Jokowi Ajak Kader Gerindra Bantu Negara Tangani Dampak Pandemi Covid-19

Jokowi Ajak Kader Gerindra Bantu Negara Tangani Dampak Pandemi Covid-19

Nasional
Kongres Luar Biasa secara Virtual Saat Pandemi, Gerindra Siap Daftar ke Muri

Kongres Luar Biasa secara Virtual Saat Pandemi, Gerindra Siap Daftar ke Muri

Nasional
KSAD Jadi Wakil Komite Penanganan Covid-19, Mahfud: Keterlibatan TNI Diperlukan

KSAD Jadi Wakil Komite Penanganan Covid-19, Mahfud: Keterlibatan TNI Diperlukan

Nasional
UPDATE 8 Agustus: Kasus Covid-19 DKI Jakarta Kembali Lampaui Jawa Timur

UPDATE 8 Agustus: Kasus Covid-19 DKI Jakarta Kembali Lampaui Jawa Timur

Nasional
Prabowo: Gerindra Besar Bukan karena Ketum, tetapi Berhasil Tangkap Keluhan Rakyat

Prabowo: Gerindra Besar Bukan karena Ketum, tetapi Berhasil Tangkap Keluhan Rakyat

Nasional
Pemerintah Beri Bintang Jasa 22 Tenaga Medis yang Gugur Saat Rawat Pasien Covid-19

Pemerintah Beri Bintang Jasa 22 Tenaga Medis yang Gugur Saat Rawat Pasien Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X