Cagub DKI Versi PAN: Ahok, Yusril, Adhyaksa, Bima Arya, Suyoto

Kompas.com - 28/03/2016, 16:44 WIB
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (tengah) diapit Sekjen PAN Eddy Soeparno (kiri) dan Ketua Bappilu PAN Viva Yoga Mauladi  (kanan) seusai mengumumkan perolehan suara sementara PAN hasil hitung cepat di Kantor DPP PAN, Jakarta Selatan, Kamis
(10/12/2015).
Abba GabrillinKetua Umum PAN Zulkifli Hasan (tengah) diapit Sekjen PAN Eddy Soeparno (kiri) dan Ketua Bappilu PAN Viva Yoga Mauladi (kanan) seusai mengumumkan perolehan suara sementara PAN hasil hitung cepat di Kantor DPP PAN, Jakarta Selatan, Kamis (10/12/2015).
Penulis Ihsanuddin
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekjen Partai Amanat Nasional Eddy Soeparno mengakui partainya mempertimbangkan untuk mendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai bakal calon Gubernur DKI Jakarta.

PAN masih membuka peluang untuk mendukung Ahok meskipun mantan Bupati Belitung Timur itu memutuskan untuk maju secara perseorangan dalam Pemilihan Gubernur DKI 2017.

"Kita masih mempertimbangkan beberapa nama, salah satunya Ahok," kata Eddy saat dihubungi, Senin (28/3/2016).

Selain Ahok, PAN saat ini masih mempertimbangkan nama-nama lainnya yang dianggap potensial untuk memimpin Ibu Kota seperti pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra dan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault.

Selain itu, ada pula kader internal yang kemungkinan akan diusung seperti Wali Kota Bogor Bima Arya dan Bupati Bojonegoro Suyoto. (baca: Ahok: Saya Berharap sama "Teman Ahok" Kok...)

Eddy menambahkan, sejauh ini partainya telah membentuk tim pilkada yang bertugas untuk menjaring kandidat.

Selanjutnya, PAN akan mengadakan survei sejauh mana tingkat elektabilitas calon tersebut di mata masyarakat. (baca: Kenapa Ahok Pilih Jalur Perseorangan Namun Terima Dukungan Partai?)

"Siapapun calon yang akan diusung PAN harus memiliki visi-misi yang sama dengan partai dan memiliki integritas dan kualitas yang dibutuhkan dalam membangun Indonesia agar lebih baik," ucap Eddie.

Sejauh ini, parpol yang sudah menyatakan dukungannya kepada Ahok adalah Nasdem dan Hanura. (baca: Hanura: Kader yang Tak Dukung Ahok Itu Pragmatis)

Usai deklarasi dukungan dari Hanura pada Sabtu pekan lalu, Ahok pun berbicara soal kemungkinan dirinya didukung oleh PKB, PAN, Demokrat dan PDI-P.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berkas Perkara Terasangka Petrus Edy Susanto Diserahkan Penyidik ke Jaksa

Berkas Perkara Terasangka Petrus Edy Susanto Diserahkan Penyidik ke Jaksa

Nasional
Berkas Perkara Eks Pejabat Wijaya Karya I Ketut Suarbawa Dinyatakan Lengkap

Berkas Perkara Eks Pejabat Wijaya Karya I Ketut Suarbawa Dinyatakan Lengkap

Nasional
Menurut Komnas HAM, Ini Isu yang Picu Pelanggaran Kebebasan Berpendapat

Menurut Komnas HAM, Ini Isu yang Picu Pelanggaran Kebebasan Berpendapat

Nasional
Jokowi Pilih 'Nusantara' Jadi Nama Ibu Kota Baru, Pansus RUU IKN Beri Catatan

Jokowi Pilih "Nusantara" Jadi Nama Ibu Kota Baru, Pansus RUU IKN Beri Catatan

Nasional
Kejagung Periksa 3 Saksi Kasus Proyek Penyewaan Satelit di Kemenhan

Kejagung Periksa 3 Saksi Kasus Proyek Penyewaan Satelit di Kemenhan

Nasional
Update 17 Januari: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 57,69 Persen

Update 17 Januari: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 57,69 Persen

Nasional
Menpan RB: Rekrutmen ASN pada 2022 Difokuskan pada PPPK, Khususnya Guru dan Nakes

Menpan RB: Rekrutmen ASN pada 2022 Difokuskan pada PPPK, Khususnya Guru dan Nakes

Nasional
Ibu Kota 'Nusantara' Disebut Akan Lebih Banyak Pakai APBN, Kepala Bappenas: Saya Belum Baca

Ibu Kota "Nusantara" Disebut Akan Lebih Banyak Pakai APBN, Kepala Bappenas: Saya Belum Baca

Nasional
Update 17 Januari: 269.513 Spesimen Diperiksa, 'Positivity Rate' 3,7 Persen

Update 17 Januari: 269.513 Spesimen Diperiksa, "Positivity Rate" 3,7 Persen

Nasional
DPP PDI-P Undang Erick Thohir, Siti Nurbaya, dan Teten Masduki ke Diskusi di Sekolah Partai

DPP PDI-P Undang Erick Thohir, Siti Nurbaya, dan Teten Masduki ke Diskusi di Sekolah Partai

Nasional
Merasa Difitnah Pelapor di Kasus Terorisme, Munarman Akan Tuntut di Akhirat

Merasa Difitnah Pelapor di Kasus Terorisme, Munarman Akan Tuntut di Akhirat

Nasional
Tak Merasa Disindir Anies, PSI: Harusnya Balasannya Memastikan Sirkuit Formula E Tepat Waktu

Tak Merasa Disindir Anies, PSI: Harusnya Balasannya Memastikan Sirkuit Formula E Tepat Waktu

Nasional
Satgas: Penonton MotoGP Mandalika 2022 Akan Karantina dengan Sistem 'Bubble'

Satgas: Penonton MotoGP Mandalika 2022 Akan Karantina dengan Sistem "Bubble"

Nasional
Komnas HAM: Sepanjang 2020-2021 Pelanggaran Kebebasan Berpendapat Paling Banyak Terjadi di Ruang Digital

Komnas HAM: Sepanjang 2020-2021 Pelanggaran Kebebasan Berpendapat Paling Banyak Terjadi di Ruang Digital

Nasional
Siap-siap, Ini Bocoran Jadwal Pemindahan ASN ke Ibu Kota Negara Baru 'Nusantara'

Siap-siap, Ini Bocoran Jadwal Pemindahan ASN ke Ibu Kota Negara Baru "Nusantara"

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.