Kompas.com - 22/02/2016, 20:23 WIB
Ketua Fraksi PKS di DPR RI Jazuli Juwaini, saat menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional ke-4 PKS di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Senin (14/9/2015). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINKetua Fraksi PKS di DPR RI Jazuli Juwaini, saat menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional ke-4 PKS di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Senin (14/9/2015).
Penulis Dani Prabowo
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Fraksi PKS mendukung sikap Presiden Joko Widodo, yang menunda pembahasan revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi.

PKS menganggap, Jokowi telah menunjukkan kearifan di tengah polemik penolakan revisi UU tersebut.

"Bagus juga. Lebih baik terus terang pemerintah, ketimbang mengayun-ayun," kata Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini di Kompleks Parlemen, Senin (22/2/2016).

Sejauh ini, kata Jazuli, pemerintah belum satu sikap terkait revisi UU KPK. Di satu sisi, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly selalu menyatakan jika UU KPK perlu direvisi.

Namun, di lain pihak, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Johan Budi menyatakan Presiden akan menolak revisi jika dimaksudkan untuk melemahkan KPK.

"Karena itu, Fraksi PKS sudah menyatakan menolak revisi tersebut, karema tidak mau lembaga DPR jadi bulan-bulanan terus," kata Jazuli.

Ia menambahkan, sebuah UU sebelum disetujui perlu dibahas bersama antara pemerintah dengan DPR.

Jika pemerintah, tidak bersedia melanjutkan pembahasan, maka DPR juga tidak perlu ngotot untuk membahasnya.

"Dan jika masyarakat menolak, maka arif untuk tidak dilanjutkan," ujarnya.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tragedi Mei 1998 dan Lahirnya Komnas Perempuan

Tragedi Mei 1998 dan Lahirnya Komnas Perempuan

Nasional
Retrospeksi Tragedi Mei 1998: Kekerasan terhadap Perempuan yang Kerap Dilupakan

Retrospeksi Tragedi Mei 1998: Kekerasan terhadap Perempuan yang Kerap Dilupakan

Nasional
Wapres: Mari Lanjutkan Perjuangan Keluar dari Pandemi dengan Kurangi Mobilitas

Wapres: Mari Lanjutkan Perjuangan Keluar dari Pandemi dengan Kurangi Mobilitas

Nasional
Kasus Covid-19 Meningkat, Seluruh Gubernur di Sumatera Diminta Antisipasi Arus Balik Idul Fitri

Kasus Covid-19 Meningkat, Seluruh Gubernur di Sumatera Diminta Antisipasi Arus Balik Idul Fitri

Nasional
Ingat! Larangan Mudik Masih Berlaku hingga 17 Mei 2021

Ingat! Larangan Mudik Masih Berlaku hingga 17 Mei 2021

Nasional
Idul Fitri 1442 Hijriah, Megawati Minta Kader Teladani Pesan Soekarno

Idul Fitri 1442 Hijriah, Megawati Minta Kader Teladani Pesan Soekarno

Nasional
Kasus Covid-19 di Jawa Cenderung Menurun tetapi di Sumatera Meningkat

Kasus Covid-19 di Jawa Cenderung Menurun tetapi di Sumatera Meningkat

Nasional
Kemenhub: Puncak Arus Balik Diprediksi pada 16 dan 20 Mei

Kemenhub: Puncak Arus Balik Diprediksi pada 16 dan 20 Mei

Nasional
Kemenhub: 1,5 Juta Orang Keluar dari Jabodetabek sejak 22 April

Kemenhub: 1,5 Juta Orang Keluar dari Jabodetabek sejak 22 April

Nasional
Update 13 Mei: 8.919.557 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Update 13 Mei: 8.919.557 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
UPDATE: Suspek Covid-19 di Indonesia Tercatat 87.578 Orang

UPDATE: Suspek Covid-19 di Indonesia Tercatat 87.578 Orang

Nasional
UPDATE: Pemeriksaan Spesimen Terkait Covid-19 dalam Sehari Mencapai 31.550 Sampel

UPDATE: Pemeriksaan Spesimen Terkait Covid-19 dalam Sehari Mencapai 31.550 Sampel

Nasional
Update 13 Mei: Ada 94.857 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Update 13 Mei: Ada 94.857 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE: Bertambah 99, Kasus Kematian akibat Covid-19 Kini 47.716 Orang

UPDATE: Bertambah 99, Kasus Kematian akibat Covid-19 Kini 47.716 Orang

Nasional
UPDATE: Bertambah 4.201, Pasien Sembuh dari Covid-19 Mencapai 1.589.079 Orang

UPDATE: Bertambah 4.201, Pasien Sembuh dari Covid-19 Mencapai 1.589.079 Orang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X