"Golkar Saat Ini Sudah Jatuh Tertimpa Tangga"

Kompas.com - 20/11/2015, 16:43 WIB
Peserta Musyawarah Nasional menyambut dengan riuh  penetapan Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum Partai Golkar pada Munas IX Golkar di Nusa Dua, Bali, Rabu (3/12/2014). Ical, sebutan Aburizal Bakrie, terpilih secara aklamasi untuk memimpin Golkar periode 2014-2019. KOMPAS / HERU SRI KUMOROPeserta Musyawarah Nasional menyambut dengan riuh penetapan Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum Partai Golkar pada Munas IX Golkar di Nusa Dua, Bali, Rabu (3/12/2014). Ical, sebutan Aburizal Bakrie, terpilih secara aklamasi untuk memimpin Golkar periode 2014-2019.
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, mengatakan, banyaknya persoalan yang menimpa Partai Golkar saat ini dapat membuat partai tersebut semakin terpuruk.

Menurut Siti, pembenahan internal diperlukan agar partai tersebut dapat diselamatkan.

"Golkar saat ini ibaratnya sudah jatuh tertimpa tangga. Kadernya dinilai publik melanggar kepatutan, apalagi kader tersebut yang menjabat sebagai Ketua DPR RI," ujar Siti dalam diskusi di Media Center Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (20/11/2015).

Menurut Siti, jika konflik internal terus berkecamuk, hal itu sama saja membiarkan terjadinya pembusukan politik di internal partai. (Baca: Setya Novanto: Saya Tak Pernah Akui Rekaman Itu Suara Saya)

Dalam kondisi ini, soliditas partai akan berkurang, dan semua pihak yang berada di dalam Golkar akan dirugikan.

Menurut Siti, beberapa perubahan sistem diperlukan di internal Golkar. Pertama, Golkar perlu membenahi sistem kontes dengan baik. (Baca: Stafsus Menteri ESDM Sambangi KPK, Ada Apa?)

Salah satu caranya dengan menghindari konflik kepentingan dilibatkan dalam pemilihan pemimpin. (Baca: Yorrys: Semua Parpol Marah, Kasus Setya Novanto Harus ke Jalur Hukum)

Kedua, Golkar perlu melakukan regenerasi kepemimpinan secara lebih baik. Menurut Siti, Golkar saat ini belum mampu melakukan perubahan dari golongan ke partai. Akibatnya, rekrutmen kader dan regenerasi kepemimpinan tidak berjalan lancar.

"Mau tidak mau Golkar harus berbenah, tidak ada kata terlambat. Bahwa siapa pun yang cinta Golkar, fokusnya adalah institusi, tidak orang per orang lagi," kata Siti. (Baca: "Freeport Jalan, Kita 'Happy', Kita Golf, Kita Beli 'Private Jet'")

Sengketa dualisme kepengurusan Partai Golkar belum juga terselesaikan hingga saat ini. Kondisi tersebut ditambah dengan adanya dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Ketua DPR Setya Novanto, yang merupakan salah satu kader Partai Golkar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siauw Giok Tjhan, Penggemar Cerita Detektif yang Ajak Pemuda Tionghoa Dukung Kemerdekaan RI

Siauw Giok Tjhan, Penggemar Cerita Detektif yang Ajak Pemuda Tionghoa Dukung Kemerdekaan RI

Nasional
Liem Koen Hian, Partisipasi Tokoh Tionghoa di Awal Pemerintahan RI

Liem Koen Hian, Partisipasi Tokoh Tionghoa di Awal Pemerintahan RI

Nasional
Mahfud MD Tolak Tawaran Bantuan Dubes AS untuk Atasi Persoalan Natuna

Mahfud MD Tolak Tawaran Bantuan Dubes AS untuk Atasi Persoalan Natuna

Nasional
Bamsoet Nilai Banjir Jakarta Bawa Hikmah, Minimal Saling Kenal Tetangga

Bamsoet Nilai Banjir Jakarta Bawa Hikmah, Minimal Saling Kenal Tetangga

Nasional
Bamsoet Minta Golkar Hati-hati Usung Calon pada Pilkada 2020

Bamsoet Minta Golkar Hati-hati Usung Calon pada Pilkada 2020

Nasional
Jokowi Ingatkan Yasonna, Ketua MPR: Itu Berlaku untuk Semua Pejabat

Jokowi Ingatkan Yasonna, Ketua MPR: Itu Berlaku untuk Semua Pejabat

Nasional
Golkar Sebut Penyederhanaan Partai di Parlemen Penting Dilakukan

Golkar Sebut Penyederhanaan Partai di Parlemen Penting Dilakukan

Nasional
Masjid Agung Demak dan Pengaruh Tionghoa...

Masjid Agung Demak dan Pengaruh Tionghoa...

Nasional
Mahfud MD Akan ke Malaysia, Bahas Penculikan WNI oleh Abu Sayyaf

Mahfud MD Akan ke Malaysia, Bahas Penculikan WNI oleh Abu Sayyaf

Nasional
Cerita Menhan Malaysia Naik Pesawat Buatan RI ke Jakarta, Penerbangan Jadi Lebih Lama

Cerita Menhan Malaysia Naik Pesawat Buatan RI ke Jakarta, Penerbangan Jadi Lebih Lama

Nasional
Ketua MPR Minta BPK Audit Menyeluruh Jiwasraya, Asabri, hingga BPJS

Ketua MPR Minta BPK Audit Menyeluruh Jiwasraya, Asabri, hingga BPJS

Nasional
Menurut Mahfud MD, Indonesia dan Malaysia Sama-sama Ingin Jadi Negara Islami

Menurut Mahfud MD, Indonesia dan Malaysia Sama-sama Ingin Jadi Negara Islami

Nasional
Bamsoet: Kita Hindari Pansus Jiwasraya untuk Kurangi Kegaduhan

Bamsoet: Kita Hindari Pansus Jiwasraya untuk Kurangi Kegaduhan

Nasional
Bambang Widjojanto Nilai Kenaikan Indeks Persepsi Korupsi Mesti Dilihat Hati-hati

Bambang Widjojanto Nilai Kenaikan Indeks Persepsi Korupsi Mesti Dilihat Hati-hati

Nasional
PDI-P: Hari Raya Imlek sebagai Hari Libur Nasional merupakan Ekspresi Semangat Kebangsaan

PDI-P: Hari Raya Imlek sebagai Hari Libur Nasional merupakan Ekspresi Semangat Kebangsaan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X