Daerah Hanya Miliki Satu Pasangan Calon, Politisi PKS Usulkan Aklamasi

Kompas.com - 24/07/2015, 20:44 WIB
Harapan akan kepedulian generasi muda sebagai agen perubahan sosial perlahan mulai terbangun. Hal itu dibuktikan dengan tingginya antusiasme pemilih pemula pada pemilihan umum 2014 lalu. KOMPAS/PRIYOMBODOHarapan akan kepedulian generasi muda sebagai agen perubahan sosial perlahan mulai terbangun. Hal itu dibuktikan dengan tingginya antusiasme pemilih pemula pada pemilihan umum 2014 lalu.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi II dari Fraksi PKS Sa'duddin mengusulkan agar Komisi Pemilihan Umum tak perlu menyelenggarakan pemilihan kepala daerah di wilayah yang hanya diikuti satu pasangan calon. Sebaliknya, pemilihan kepala daerah untuk wilayah dengan kondisi seperti itu cukup dilakukan secara aklamasi.

"Pada dasarnya kalau di suatu wilayah hanya ada satu pasangan calon, maka dianggap semua partai itu setuju. Sesungguhnya pilkada itu kan kesepakatan partai. Kalau tidak ada lawan dianggap setuju," kata Sa'duddin saat dihubungi Kompas.com, Jumat (24/7/2015).

Ia menuturkan, setidaknya ada beberapa wilayah di Jawa Barat dan Banten yang berpotensi hanya akan diikuti satu pasangan calon saat pilkada serentak mendatang. Wilayah itu seperti Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Tasikmalaya.

Dengan aklamasi, ia menambahkan, biaya pelaksanaan pilkada serentak dapat dihemat. Sebab, negara tidak perlu mengeluarkan biaya pelaksanaan, sehingga anggaran yang sebelumnya telah dianggarkan dapat dikembalikan ke kas negara.

"Tapi, soal usulan ini kan belum ada aturannya sehingga perlu ada penambahan pasal di dalam UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pilkada," kata dia.

KPU sendiri menjadwalkan pendaftaran calon kepalada daerah pada 26-28 Juli 2015. Menurut dia, hingga batas waktu pelaksanaan pilkada serentak pada 9 Desember 2015 mendatang, pemerintah dan DPR masih memiliki waktu yang cukup untuk membahas usulan tersebut apabila memang bersedia untuk merevisi aturan itu.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PAN Pecat Kader Pelaku Pencabulan, Minta Aparat Hukum Seberat-beratnya

PAN Pecat Kader Pelaku Pencabulan, Minta Aparat Hukum Seberat-beratnya

Nasional
Untuk Korban Gempa Sulbar, Dinas Pendidikan Bangun Tenda Belajar Sementara

Untuk Korban Gempa Sulbar, Dinas Pendidikan Bangun Tenda Belajar Sementara

Nasional
Soal Bupati Sleman, Kemenkes: Vaksin Covid-19 Berisi Virus Mati, Tak Mungkin Menginfeksi

Soal Bupati Sleman, Kemenkes: Vaksin Covid-19 Berisi Virus Mati, Tak Mungkin Menginfeksi

Nasional
Pemerintah Akan Beri Dukungan bagi Perempuan yang Jadi Kepala Keluarga akibat Bencana

Pemerintah Akan Beri Dukungan bagi Perempuan yang Jadi Kepala Keluarga akibat Bencana

Nasional
9 Hari Pelaksanaan Vaksinasi, Lebih dari 132.000 Tenaga Kesehatan Telah Disuntik Vaksin Covid-19

9 Hari Pelaksanaan Vaksinasi, Lebih dari 132.000 Tenaga Kesehatan Telah Disuntik Vaksin Covid-19

Nasional
MA: Hanya 8 Persen Permohonan PK Koruptor yang Dikabulkan

MA: Hanya 8 Persen Permohonan PK Koruptor yang Dikabulkan

Nasional
Update Banjir Kalsel, Danrem: Sudah Tidak Ada Daerah Terisolasi

Update Banjir Kalsel, Danrem: Sudah Tidak Ada Daerah Terisolasi

Nasional
Dua Prajurit TNI Gugur akibat Kontak Senjata dengan KKB di Intan Jaya

Dua Prajurit TNI Gugur akibat Kontak Senjata dengan KKB di Intan Jaya

Nasional
Kemendagri Minta Pemda Segera Realisasikan APBD 2021 untuk Kesehatan dan Ekonomi

Kemendagri Minta Pemda Segera Realisasikan APBD 2021 untuk Kesehatan dan Ekonomi

Nasional
BNPB Minta Pemda Segera Selesaikan Data Rumah Rusak Pasca-gempa Sulbar

BNPB Minta Pemda Segera Selesaikan Data Rumah Rusak Pasca-gempa Sulbar

Nasional
Danrem Ungkap Kondisi Terkini Banjir di Kalsel, Air Mulai Surut

Danrem Ungkap Kondisi Terkini Banjir di Kalsel, Air Mulai Surut

Nasional
Menkes: 11 Persen Tenaga Kesehatan Tak Bisa Divaksin Covid-19 karena Tekanan Darah Tinggi

Menkes: 11 Persen Tenaga Kesehatan Tak Bisa Divaksin Covid-19 karena Tekanan Darah Tinggi

Nasional
Daftar Panjang Kontak Senjata TNI-Polri Vs KKB di Papua, Mayoritas di Intan Jaya

Daftar Panjang Kontak Senjata TNI-Polri Vs KKB di Papua, Mayoritas di Intan Jaya

Nasional
Sudah Turun ke Lapangan, Bareskrim Sebut Banjir Kalsel karena Cuaca

Sudah Turun ke Lapangan, Bareskrim Sebut Banjir Kalsel karena Cuaca

Nasional
UPDATE 22 Januari: 77.942 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

UPDATE 22 Januari: 77.942 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X