Kompas.com - 15/07/2015, 19:45 WIB
Letjen Mulyono dilantik menjadi Kepala Staf Angkatan Darat, Kamis (15/7/2015). KOMPAS.com/Sabrina AsrilLetjen Mulyono dilantik menjadi Kepala Staf Angkatan Darat, Kamis (15/7/2015).
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
- Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menilai, latar belakang Letjen Mulyono sebagai Panglima Komando Strategi Cadangan Angkatan Darat dianggap menjadi nilai tambah untuk menjadi Kepala Staf Angkatan Darat.

"Pak Mulyono menggantikan saya. Kedua, dari Kostrad kan," kata Gatot di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7/2015).

Gatot menuturkan, awalnya dia menyerahkan seluruh jenderal bintang tiga Angkatan Darat kepada Presiden Joko Widodo. Presiden Jokowi akhirnya memilih Mulyono sebagai KSAD. Gatot yakin Mulyono bisa menjalakan tugasnya dengan baik. (baca: Letjen Mulyono Resmi Jabat KSAD)

Dia juga percaya Mulyono bisa berkoordinasi dengan Angkatan Udara dan Angkatan Laut yang menjadi mitra kerja TNI Angkatan Darat.

Presiden Jokowi hari ini melantik Mulyono sebagai KSAD. Karier Mulyono diketahui mengikuti jejak Gatot Nurmantyo. Mulyono selalu menggantikan posisi yang ditinggalkan Gatot sejak menjadi Pangkostrad hingga kini KSAD. (baca: Jadi KSAD Baru, Mulyono Minta Anak Buah Tak Mudah Terprovokasi)

Sebelum menjadi Pangkostrad, Mulyono sempat menjadi Pangdam Jaya pada tahun 2014 dan Asisten Operasi KSAD tahun 2013.

Pria kelahiran Boyolali, 12 Januari 1961 itu juga pernah berkarier di Komando Pendidikan dan Pelatihan TNI AD mulai dari posisi Direktur Pelatihan hingga menjadi Wakil Komandan Komando Pendidikan dan Latihan TNI AD dari tahun 2011-2012.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rizeq Jelaskan soal Hadirnya Pengurus FPI hingga Ustaz Abdul Somad di Megamendung

Rizeq Jelaskan soal Hadirnya Pengurus FPI hingga Ustaz Abdul Somad di Megamendung

Nasional
Jokowi: Indonesia Mengutuk Pengusiran Warga Palestina oleh Israel

Jokowi: Indonesia Mengutuk Pengusiran Warga Palestina oleh Israel

Nasional
Istana Tegaskan Jokowi Tak Akan Mudik Lebaran Tahun Ini

Istana Tegaskan Jokowi Tak Akan Mudik Lebaran Tahun Ini

Nasional
Pimpinan Komisi IX DPR Minta Pemerintah Jelaskan Penyebab Pria di Jakarta Meninggal Usai Disuntik Vaksin AstraZeneca

Pimpinan Komisi IX DPR Minta Pemerintah Jelaskan Penyebab Pria di Jakarta Meninggal Usai Disuntik Vaksin AstraZeneca

Nasional
Syamsuddin Haris: Dewas Tak Dilibatkan dalam Alih Status Pegawai KPK

Syamsuddin Haris: Dewas Tak Dilibatkan dalam Alih Status Pegawai KPK

Nasional
Menkes Pastikan Fasilitas RS di Indonesia Siap Hadapi Kemungkinan Lonjakan Covid-19

Menkes Pastikan Fasilitas RS di Indonesia Siap Hadapi Kemungkinan Lonjakan Covid-19

Nasional
Perjalanan di Wilayah Aglomerasi Selama Masa Larangan Mudik Tak Perlu Surat Izin

Perjalanan di Wilayah Aglomerasi Selama Masa Larangan Mudik Tak Perlu Surat Izin

Nasional
Kemenag Akan Koordinasikan Rencana Operasional Terkait Penyelenggaraan Haji 2021

Kemenag Akan Koordinasikan Rencana Operasional Terkait Penyelenggaraan Haji 2021

Nasional
Covid-19 di 5 Provinsi Meningkat Cukup Tajam, Sebagian karena Datangnya Pekerja Migran

Covid-19 di 5 Provinsi Meningkat Cukup Tajam, Sebagian karena Datangnya Pekerja Migran

Nasional
Komnas KIPI: Belum Cukup Bukti Pria Asal Jakarta Meninggal akibat Vaksin AstraZeneca

Komnas KIPI: Belum Cukup Bukti Pria Asal Jakarta Meninggal akibat Vaksin AstraZeneca

Nasional
Biaya Vaksinasi Gotong Royong Ditetapkan Rp 500.000 Sekali Suntik

Biaya Vaksinasi Gotong Royong Ditetapkan Rp 500.000 Sekali Suntik

Nasional
Menkes Ungkap Peta Penularan 3 Varian Baru Virus Corona di Indonesia

Menkes Ungkap Peta Penularan 3 Varian Baru Virus Corona di Indonesia

Nasional
Syamsuddin Haris: Tes Wawasan Kebangsaan Memang Bermasalah

Syamsuddin Haris: Tes Wawasan Kebangsaan Memang Bermasalah

Nasional
Ditunda, Pembacaan Tuntutan untuk Rizieq Shihab dalam Kasus Kerumunan Petamburan

Ditunda, Pembacaan Tuntutan untuk Rizieq Shihab dalam Kasus Kerumunan Petamburan

Nasional
Viral Video Iring-iringan Rombongan R1, Istana Bantah Jokowi Mudik

Viral Video Iring-iringan Rombongan R1, Istana Bantah Jokowi Mudik

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X