Azyumardi Azra: Kompas Berperan Penting dalam Jaga Kemajemukan

Kompas.com - 28/06/2015, 21:39 WIB
Mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Azyumardi Azra saat menghadiri perayaan ulang tahun ke-50 Kompas di Jakarta, Minggu (20/6/2015). Icha RastikaMantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Azyumardi Azra saat menghadiri perayaan ulang tahun ke-50 Kompas di Jakarta, Minggu (20/6/2015).
Penulis Icha Rastika
|
EditorGlori K. Wadrianto
JAKARTA, KOMPAS.com - Sejarawan yang juga mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Azyumardi Azra menilai Harian Kompas sedianya berperan penting dalam memelihara kemajemukan. Azyumardi menyebut kemajemukan sebagai salah satu aset Bangsa.

"Kompas telah memainkan peran penting, menjaga kebhinekaan. Oleh karena itu faktor faktor yang memperkuat kebhinekaan itu harus kita hidupkan kembali, termasuk Pancasila. Karena Pancasila yang bisa mengakomodasi keragaman itu, kedua prinsip Bhineka Tunggal Ika," kata Azyumardi saat menyampaikan ceramah dalam acara syukuran serta peluncuran buku ulang tahun ke-50 Kompas di Bendara Budaya Jakarta, Minggu (28/6/2015).

Sayangnya, lanjut Azyumardi, Pancasila yang mengakomodasi keberagaman ini belum dilaksanakan Pemerintah dengan baik. Dalam kesempatan itu, Azyumardi juga memuji prinsip salah satu pendiri Kompas Jakob Oetama yang menekankan pentingnya rasa syukur serta berterimakasih.

Indonesia sedianya bisa bersyukur dengan kemajemukan yang dimilikinya. "Kita juga harus bersyukur bahwa Indonesia adalah Negara yang damai, ekonominya bertumbuh meskipun melambat," sambung Azyumardi.

Di luar negeri, kata dia, Indonesia dinilai sebagai suatu negara yang ajaib karena bisa menjaga perdamaian di tengah kemajemukan.

Terkait dengan ulang tahun Kompas yang ke-50, Azyumardi mengingatkan tantangan yang bakal dihadapi Kompas ke depan. Semakin tinggi sebatang pohon berdiri, maka semakin kencang angin yang meniupnya. Pepatah ini bisa dimaknai bahwa tantangan yang dihadapi akan semakin berat seiring dengan semakin bertambahnya usia.

"Oleh karena itu, salah satu tantangan Kompas ke depan adalah memelihara integritasnya sebagai media yang tidak partisan, amanat hati nurani rakyat, tetapi bisa bertahan, dan memainkan peran serta penguatan kebhinekaan," tutur Azyumardi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BKN Akui Antiradikalisme Jadi Salah Satu Aspek TWK Pegawai KPK

BKN Akui Antiradikalisme Jadi Salah Satu Aspek TWK Pegawai KPK

Nasional
Kemenag Pelajari Implikasi Putusan MA Terkait Pembatalan SKB 3 Menteri soal Seragam Sekolah

Kemenag Pelajari Implikasi Putusan MA Terkait Pembatalan SKB 3 Menteri soal Seragam Sekolah

Nasional
ICW Nilai Jokowi Perlu Turun Tangan Terkait Polemik Alih Status Pegawai KPK

ICW Nilai Jokowi Perlu Turun Tangan Terkait Polemik Alih Status Pegawai KPK

Nasional
BKN: Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK Berbeda dengan TWK CPNS

BKN: Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK Berbeda dengan TWK CPNS

Nasional
UPDATE 8 Mei: 8,58 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13,28 Juta Dosis Pertama

UPDATE 8 Mei: 8,58 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13,28 Juta Dosis Pertama

Nasional
UPDATE 8 Mei: 6.130 Kasus Baru Tersebar di 31 Provinsi, Jabar Tertinggi Capai 2.209

UPDATE 8 Mei: 6.130 Kasus Baru Tersebar di 31 Provinsi, Jabar Tertinggi Capai 2.209

Nasional
UPDATE 8 Mei: Ada 99.003 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 8 Mei: Ada 99.003 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 8 Mei: 74.547 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

UPDATE 8 Mei: 74.547 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

Nasional
UPDATE 8 Mei: Tambah 179, Total Pasien Covid-19 Meninggal Capai 46.842

UPDATE 8 Mei: Tambah 179, Total Pasien Covid-19 Meninggal Capai 46.842

Nasional
UPDATE 8 Mei: Tambah 5.494, Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 1.563.917

UPDATE 8 Mei: Tambah 5.494, Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 1.563.917

Nasional
UPDATE 8 Mei: Ada 86.552 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE 8 Mei: Ada 86.552 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
Buka Peluang Usung Kader pada Pilpres 2024, PAN Tetap Akan Realistis

Buka Peluang Usung Kader pada Pilpres 2024, PAN Tetap Akan Realistis

Nasional
UPDATE 8 Mei: Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 1.709.762, Bertambah 6.130

UPDATE 8 Mei: Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 1.709.762, Bertambah 6.130

Nasional
Bamsoet: Apakah Diskusi Bisa Hentikan Kebrutalan KKB di Papua?

Bamsoet: Apakah Diskusi Bisa Hentikan Kebrutalan KKB di Papua?

Nasional
Abraham Samad Duga TWK Bertujuan Singkirkan 75 Pegawai KPK

Abraham Samad Duga TWK Bertujuan Singkirkan 75 Pegawai KPK

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X