Ada Kode "Air Minum" dalam Percakapan Fuad Amin dan Iparnya

Kompas.com - 03/06/2015, 17:22 WIB
Terdakwa kasus suap jual beli gas alam Bangkalan Fuad Amin bersiap menjalani sidang dengan agenda tanggapan jaksa penuntut umum (JPU) atas eksepsi tim penasihat hukum terdakwa di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2015). JPU meminta Majelis Hakim untuk menolak eksepsi terdakwa karena surat dakwaan telah disusun sesuai ketentuan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana. TRIBUNNEWS/HERUDINTerdakwa kasus suap jual beli gas alam Bangkalan Fuad Amin bersiap menjalani sidang dengan agenda tanggapan jaksa penuntut umum (JPU) atas eksepsi tim penasihat hukum terdakwa di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2015). JPU meminta Majelis Hakim untuk menolak eksepsi terdakwa karena surat dakwaan telah disusun sesuai ketentuan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana.
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah kode kerap digunakan para pelaku korupsi untuk menyamarkan penyebutan transaksi pemberian dan penerimaan uang. Pada sidang kakak ipar Ketua nonaktif DPRD Bangkalan Fuad Amin Imron, Abdur Rauf, Rabu (3/6/2015), terungkap bahwa Fuad menggunakan kode "air minum" untuk menyiratkan penerimaan uang dari Direktur PT Media Karya Sentosa Antonius Bambang Djatmiko. 

Awalnya, Fuad enggan mengaku bahwa terjadi percakapan antara dirinya dengan Rauf yang menyebut kode "air minum" tersebut. Kemudian, jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi memutarkan rekaman percakapan telepon antara Fuad dengan Rauf pada 1 September 2014. Rekaman telepon itu diputarkan pada persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta.

"Saya masih di Polonia. Nanti tunggu jam 10. Nanti saya mau telepon. Tadi baru mau telepon saya," ujar Rauf dalam percakapan tersebut.

"Telepon sekarang enggak apa-apa. Ya wong airnya sudah ada kok. Air, air minumnya," sahut suara Fuad.

Fuad mengakui bahwa itu percakapan antara dia dengan Rauf. Namun, ia mengaku lupa pernah mengungkit soal "air minum" dan tidak memahami apa maksudnya.

"Ya itu terserah JPU saja mau tafsir apa. Saya enggak merasa. Tidak ingat betul," kata Fuad.

Berdasarkan surat dakwaan, pada 1 September 2014, Fuad meminta Rauf untuk menghubungi Bambang dan menanyakan penerimaan uang untuk Fuad. Akhirnya disepakati bahwa Bambang akan menyerahkan uang kepada Fuad melalui Sudarmono, kaki tangan Bambang, di Carrefour Jalan MT Haryono, Jakarta Timur.

Uang sejumlah Rp 600 juta tersebut diserahkan kepada Fuad melalui Rauf dan penjaga rumah Fuad bernama Imron. Setelah itu, Rauf dan Imron menyetorkan uang tersebut ke dua rekening BCA atas nama istri Fuad, Siti Masnuri, sebesar Rp 300 juta dan atas nama Fuad Amin sebesar Rp 300 juta. 

Pada sidang tersebut, Fuad mengaku PT MKS rutin memberikan uang kepada dia setiap bulan saat ia masih menjabat sebagai Bupati Bangkalan untuk diberikan kepada Badan Usaha Milik Daerah di Bangkalan, PD Sumber Daya. Namun, meski pun tidak lagi menjadi bupati, Bambang memaksanya untuk menerima uang darinya. Bahkan, kata Fuad, Bambang juga royal terhadap orang-orang terdekat Fuad.

"Bambang itu, tiap orang yang sama saya didekati. Ditanyain nomor rekeningnya. Dianggap orang itu dekat dengan saya diberinya uang," kata Fuad.

Diketahui, selama menjadi Bupati Bangkalan dan Ketua DPRD Bangkalan, Fuad disebut telah menerima uang yang diketahui atau patut diduga merupakan hasil tindak pidana korupsi terkait jabatannya, yaitu menerima dari Antonius Bambang Djatmiko sebesar Rp 18,05 miliar. Uang suap diberikan Bambang agar Fuad yang saat itu menjabat sebagai Bupati Bangkalan memuluskan perjanjian konsorsium kerja sama antara PT MKS dan PD Sumber Daya, serta memberikan dukungan untuk PT MKS kepada Kodeco Energy terkait permintaan penyaluran gas alam ke Gili Timur.

Fuad juga didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang dengan mengalihkan hartanya kekayaannya ke sejumlah rekening di bank. Selain itu, terdapat juga pembelian sejumlah aset berupa tanah dan bangunan serta mobil yang diatasnamakan istri dan anak Fuad.

Dalam persidangan terungkap bahwa Fuad menggunakan identitas berbeda untuk membuka sejumlah rekening di bank. Selain menggunakan identitas dengan namanya sendiri, Fuad juga menggunakan identitas orang lain untuk membuka rekening untuk menyimpan harta kekayaannya.

Fuad meminjam kartu identitas orang lain dan mengajak orang yang dia pinjam identitasnya untuk membuka rekening di bank. Ia kemudian menyerahkan kartu identitas atas nama orang tersebut untuk membuka rekening. Kemudian, seluruh buku rekening dan ATM dikuasai oleh Fuad



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kalla: Kasus Covid-19 di Indonesia Bisa Tembus 1 Juta pada Akhir Januari

Kalla: Kasus Covid-19 di Indonesia Bisa Tembus 1 Juta pada Akhir Januari

Nasional
Update: 84 Orang Meninggal akibat Gempa di Sulawesi Barat

Update: 84 Orang Meninggal akibat Gempa di Sulawesi Barat

Nasional
Polri Periksa 23 Saksi Terkait Dugaan Penipuan PT Jouska

Polri Periksa 23 Saksi Terkait Dugaan Penipuan PT Jouska

Nasional
Pembentukan Herd Immunity Butuh Waktu, Begini Penjelasan Satgas Covid-19

Pembentukan Herd Immunity Butuh Waktu, Begini Penjelasan Satgas Covid-19

Nasional
Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Diperpanjang Lagi 3 Hari

Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Diperpanjang Lagi 3 Hari

Nasional
JK: Airlangga Donor Plasma Konvalesen sebagai Rasa Syukur Sembuh Covid-19

JK: Airlangga Donor Plasma Konvalesen sebagai Rasa Syukur Sembuh Covid-19

Nasional
Tito Karnavian Sebut Komjen Listyo Sigit Sosok yang Cerdas

Tito Karnavian Sebut Komjen Listyo Sigit Sosok yang Cerdas

Nasional
Hingga Senin Sore, BMKG Catat 31 Kali Gempa Terjadi di Sulawesi Barat

Hingga Senin Sore, BMKG Catat 31 Kali Gempa Terjadi di Sulawesi Barat

Nasional
Menteri Agama: Sejak 1 November 2020, Sudah 1.090 Jemaah Indonesia Berangkat Umrah

Menteri Agama: Sejak 1 November 2020, Sudah 1.090 Jemaah Indonesia Berangkat Umrah

Nasional
Kemensos Pastikan Kelompok Rentan Korban Gempa Sulbar Ditempatkan Terpisah

Kemensos Pastikan Kelompok Rentan Korban Gempa Sulbar Ditempatkan Terpisah

Nasional
Maret 2021, Kemenristek Akan Berikan Bibit Vaksin Merah Putih kepada Bio Farma

Maret 2021, Kemenristek Akan Berikan Bibit Vaksin Merah Putih kepada Bio Farma

Nasional
Sepekan Pemberlakuan PPKM dan Tingginya Penambahan Kasus Covid-19

Sepekan Pemberlakuan PPKM dan Tingginya Penambahan Kasus Covid-19

Nasional
Antisipasi Bencana, Mendagri Ingatkan Pemda Siapkan Anggaran Belanja Tak Terduga

Antisipasi Bencana, Mendagri Ingatkan Pemda Siapkan Anggaran Belanja Tak Terduga

Nasional
Menko PMK: Donasi Plasma Konvalesen Tingkatkan Kesembuhan, Tekan Risiko Kematian Covid-19

Menko PMK: Donasi Plasma Konvalesen Tingkatkan Kesembuhan, Tekan Risiko Kematian Covid-19

Nasional
Di DPR, Kompolnas Sebut Rekam Jejak Komjen Listyo Sigit Mumpuni

Di DPR, Kompolnas Sebut Rekam Jejak Komjen Listyo Sigit Mumpuni

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X