Kompas.com - 10/02/2015, 19:48 WIB
Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono kompas.com/dani prabowoMantan Kepala BIN AM Hendropriyono
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com — Jurnalis investigasi asal Amerika Serikat, Allan Nairn, berharap Presiden Joko Widodo dapat menyelesaikan kasus dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono. Dengan berbekal bukti wawancaranya dengan Hendro, Nairn yakin mantan Kepala Badan Intelijen Indonesia (BIN) itu menyebut dirinya siap diadili atas beberapa kasus sekaligus.

"Hendro bilang dia siap diadili, jadi kenapa tidak? Kenapa Jokowi tidak mulai proses (penyidikan) itu?" kata Nairn setelah selesai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Mapolda Metro Jaya, Selasa (10/2/2015).

Nairn juga merasa cukup bukti karena Hendro pernah mengatakan dirinya siap untuk diadili atas beberapa kasus yang melibatkan dirinya.

"Saya terus banyak bertanya untuk menekankan dalam wawancara dengan Jenderal Hendro. Dia siap diadili atas pembunuhan massal di Talangsari, pembunuhan Munir, dan pembunuhan massal di Timor Timur," ujar Nairn.

Allan Nairn juga akan terus menekan supaya Pemerintah RI mengumumkan semua dokumen rahasia BIN, Polri, dan TNI. Ia juga meminta Pemerintah Amerika Serikat membuka dokumen CIA, Pentagon, Gedung Putih, tentang ketiga kasus tersebut.

Pasalnya, menurut Nairn, Hendro mengaku kepada dia bahwa ada kerja sama antara BIN dan CIA yang merupakan badan intelijen Amerika Serikat. Ia menyebut hubungan keduanya cukup baik.

Teror

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nairn mengakui ada sejumlah ancaman yang dialamatkan kepada dirinya. Ini karena dirinya kerap menyuarakan tentang sejumlah kasus pelanggaran HAM berat yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Tidak secara langsung dari institusi, tetapi saya terima banyak ancaman mau dibunuh. Tetapi, tidak tahu dari siapa," kata dia.

Namun, Nairn mengaku belum meminta perlindungan hukum. Bahkan, perlindungan dianggap belum dibutuhkan Nairn setelah dia diminta bersaksi atas kasus dugaan pencemaran nama baik oleh Hendro.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinasti Politik Kepala Daerah di Indonesia yang Sungguh Ambyar

Dinasti Politik Kepala Daerah di Indonesia yang Sungguh Ambyar

Nasional
KPK Eksekusi Eks Bupati Bengkalis Amril Mukminin ke Rutan Pekanbaru

KPK Eksekusi Eks Bupati Bengkalis Amril Mukminin ke Rutan Pekanbaru

Nasional
Rapat soal Sanksi WADA, Jokowi Minta LADI Direformasi Total

Rapat soal Sanksi WADA, Jokowi Minta LADI Direformasi Total

Nasional
Dugaan Suap Infrastruktur di Musi Banyuasin, KPK Geledah 4 Lokasi

Dugaan Suap Infrastruktur di Musi Banyuasin, KPK Geledah 4 Lokasi

Nasional
Ini Syarat Naik Pesawat untuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Ini Syarat Naik Pesawat untuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Nasional
Sindir Balik Sekjen PDI-P, Politisi Demokrat: Mungkin Hidup di Alam Mimpi

Sindir Balik Sekjen PDI-P, Politisi Demokrat: Mungkin Hidup di Alam Mimpi

Nasional
Pemerintah Akan Uji Coba Kehadiran Penonton di Liga 1 dan Liga 2

Pemerintah Akan Uji Coba Kehadiran Penonton di Liga 1 dan Liga 2

Nasional
TNI dan Polri Diharapkan Terus Bersinergi

TNI dan Polri Diharapkan Terus Bersinergi

Nasional
Partai Ummat Kritik 7 Tahun Pemerintahan Jokowi: Cenderung Represif, Oligarki Mengental

Partai Ummat Kritik 7 Tahun Pemerintahan Jokowi: Cenderung Represif, Oligarki Mengental

Nasional
Periksa 7 Saksi, KPK Dalami Penerimaan Uang Bupati Nonaktif Probolinggo dan Suami Terkait Pengangkatan Pj Kades

Periksa 7 Saksi, KPK Dalami Penerimaan Uang Bupati Nonaktif Probolinggo dan Suami Terkait Pengangkatan Pj Kades

Nasional
Ini Aturan Terbaru Penerbangan Domestik yang Berlaku Mulai 24 Oktober 2021

Ini Aturan Terbaru Penerbangan Domestik yang Berlaku Mulai 24 Oktober 2021

Nasional
Mahfud Sebut Keluarga Nasabah yang Bunuh Diri akibat Pinjol Ilegal Tetap Ditagih dan Diteror

Mahfud Sebut Keluarga Nasabah yang Bunuh Diri akibat Pinjol Ilegal Tetap Ditagih dan Diteror

Nasional
Gerindra Sebut 12 Provinsi Dukung Prabowo Kembali Maju pada Pilpres 2024

Gerindra Sebut 12 Provinsi Dukung Prabowo Kembali Maju pada Pilpres 2024

Nasional
Lili Pintauli Dinilai Harus Disanksi Undur Diri jika Laporan Novel Baswedan Terbukti

Lili Pintauli Dinilai Harus Disanksi Undur Diri jika Laporan Novel Baswedan Terbukti

Nasional
Partai Ummat Targetkan Pemilih dari Loyalis Amien Rais dan Generasi Milenial

Partai Ummat Targetkan Pemilih dari Loyalis Amien Rais dan Generasi Milenial

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.