Media Sosial Efektif Dukung Capres

Kompas.com - 28/03/2014, 09:32 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kiri) dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kanan) saat menghadiri acara serial Seminar Dewan Guru Besar Universitas Indonesia, di Kampus UI Salemba, Jakarta, Sabtu (30/11/2013). Seminar yang mengambil tema 'Indonesia Menjawab Tantangan Kepemimpinan Menuju Bangsa Pemenang' tersebut sebelumnya juga menghadirkan sejumlah tokoh seperti Prabowo Subianto, Dahlan Iskan, Gita Wirjawan, Wiranto, Mahfud MD dan Abraham Samad. TRIBUNNEWS/DANY PERMANAKetua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kiri) dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kanan) saat menghadiri acara serial Seminar Dewan Guru Besar Universitas Indonesia, di Kampus UI Salemba, Jakarta, Sabtu (30/11/2013). Seminar yang mengambil tema 'Indonesia Menjawab Tantangan Kepemimpinan Menuju Bangsa Pemenang' tersebut sebelumnya juga menghadirkan sejumlah tokoh seperti Prabowo Subianto, Dahlan Iskan, Gita Wirjawan, Wiranto, Mahfud MD dan Abraham Samad.
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
— Relawan media sosial yang mendukung pencalonan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan kembali aktif. Para relawan tersebut berupaya mengampanyekan Jokowi secara santun dan berdasarkan fakta-fakta pencapaian program yang telah dilakukan Jokowi.

Menurut Koordinator Relawan Jokowi Tingkat Lanjut di Media Sosial atau Jokowi Advanced Social Media Volunteers (Jasmev) Kartika Djoemadi, di Jakarta, Kamis (27/3), media sosial Jasmev (Jokowi Ahok Social Media Volunteers) sebenarnya sudah muncul saat Jokowi menjadi kandidat gubernur DKI Jakarta pada Pilkad DKI Jakarta tahun 2012. Setelah itu, Jasmev dibubarkan. Dengan pencalonan Jokowi, Jasmev diaktifkan kembali. Hadir pula antara lain mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid, Adhie Massardi, dan kader PDI-P, Fahmi Habsy.

Kartika menilai penggunaan media sosial saat ini cukup efektif menggerakkan atau memberikan kesadaran kepada masyarakat. Penggunaan media sosial juga efektif karena pertumbuhan pengguna internet di Indonesia.

Dari data yang ada, pertumbuhan pengguna internet tahun 2014 mencapai 90 juta atau meningkat dibandingkan dengan tahun 2013 sebanyak 74 juta dan tahun 2012 sebesar 62 juta. Tahun 2015, pengguna internet diperkirakan mencapai 100 juta.

Adhie menilai Jokowi saat ini ibarat matahari. ”Megawati sendiri tidak bisa menutup matahari,” katanya.

Persoalannya, jika terpilih menjadi presiden, bagaimana Jokowi dapat menyejahterakan rakyat. Karena itu, Jokowi perlu juga didampingi calon wakil presiden yang memiliki rekam jejak mampu menyejahterakan rakyat.

PDI-P pun semakin mantap mengusung Jokowi. Dalam berbagai kampanye PDI-P, tampak sekali antusiasme masyarakat menyambut pencapresan Jokowi. Hal itu disampaikan juru kampanye nasional PDI-P, yang juga mantan Kepala Polri, Jenderal (Purn) Da’i Bachtiar, Kamis, sebelum naik panggung dalam kampanye PDI-P di Lapangan GOR Tri Lomba Juang, Semarang, Jawa Tengah.

”Saya sudah ikut kampanye beberapa kali di sejumlah daerah di Indonesia, seperti di Bandar Lampung, Surabaya, Cimahi, dan hari ini di Semarang. Kita mantap dengan capres Jokowi,” kata Da’i Bacthiar didampingi Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Tjahjo Kumolo.

Sementara itu, Partai Golkar bertekad akan belajar dan mengambil nilai-nilai positif dari setiap pemimpin terdahulu. Ini menjadikan Partai Golkar sebagai partai yang siap menerapkan kebijakan terbaik bagi bangsa.

Demikian dituturkan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie saat menjadi juru kampanye dalam kampanye akbar Partai Golkar, Kamis, di Simpang Balapan, Malang, Jawa Timur. ”Golkar punya pengalaman memerintah selama 32 tahun dan punya pengalaman luar biasa. Golkar belajar dari semua pemimpin bangsa ini, untuk membuat kebijakan yang terbaik bagi bangsa,” ujar Aburizal.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siauw Giok Tjhan, Penggemar Cerita Detektif yang Ajak Pemuda Tionghoa Dukung Kemerdekaan RI

Siauw Giok Tjhan, Penggemar Cerita Detektif yang Ajak Pemuda Tionghoa Dukung Kemerdekaan RI

Nasional
Liem Koen Hian, Partisipasi Tokoh Tionghoa di Awal Pemerintahan RI

Liem Koen Hian, Partisipasi Tokoh Tionghoa di Awal Pemerintahan RI

Nasional
Mahfud MD Tolak Tawaran Bantuan Dubes AS untuk Atasi Persoalan Natuna

Mahfud MD Tolak Tawaran Bantuan Dubes AS untuk Atasi Persoalan Natuna

Nasional
Bamsoet Nilai Banjir Jakarta Bawa Hikmah, Minimal Saling Kenal Tetangga

Bamsoet Nilai Banjir Jakarta Bawa Hikmah, Minimal Saling Kenal Tetangga

Nasional
Bamsoet Minta Golkar Hati-hati Usung Calon pada Pilkada 2020

Bamsoet Minta Golkar Hati-hati Usung Calon pada Pilkada 2020

Nasional
Jokowi Ingatkan Yasonna, Ketua MPR: Itu Berlaku untuk Semua Pejabat

Jokowi Ingatkan Yasonna, Ketua MPR: Itu Berlaku untuk Semua Pejabat

Nasional
Golkar Sebut Penyederhanaan Partai di Parlemen Penting Dilakukan

Golkar Sebut Penyederhanaan Partai di Parlemen Penting Dilakukan

Nasional
Masjid Agung Demak dan Pengaruh Tionghoa...

Masjid Agung Demak dan Pengaruh Tionghoa...

Nasional
Mahfud MD Akan ke Malaysia, Bahas Penculikan WNI oleh Abu Sayyaf

Mahfud MD Akan ke Malaysia, Bahas Penculikan WNI oleh Abu Sayyaf

Nasional
Cerita Menhan Malaysia Naik Pesawat Buatan RI ke Jakarta, Penerbangan Jadi Lebih Lama

Cerita Menhan Malaysia Naik Pesawat Buatan RI ke Jakarta, Penerbangan Jadi Lebih Lama

Nasional
Ketua MPR Minta BPK Audit Menyeluruh Jiwasraya, Asabri, hingga BPJS

Ketua MPR Minta BPK Audit Menyeluruh Jiwasraya, Asabri, hingga BPJS

Nasional
Menurut Mahfud MD, Indonesia dan Malaysia Sama-sama Ingin Jadi Negara Islami

Menurut Mahfud MD, Indonesia dan Malaysia Sama-sama Ingin Jadi Negara Islami

Nasional
Bamsoet: Kita Hindari Pansus Jiwasraya untuk Kurangi Kegaduhan

Bamsoet: Kita Hindari Pansus Jiwasraya untuk Kurangi Kegaduhan

Nasional
Bambang Widjojanto Nilai Kenaikan Indeks Persepsi Korupsi Mesti Dilihat Hati-hati

Bambang Widjojanto Nilai Kenaikan Indeks Persepsi Korupsi Mesti Dilihat Hati-hati

Nasional
PDI-P: Hari Raya Imlek sebagai Hari Libur Nasional merupakan Ekspresi Semangat Kebangsaan

PDI-P: Hari Raya Imlek sebagai Hari Libur Nasional merupakan Ekspresi Semangat Kebangsaan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X