Mengapa Mega Ajak Jokowi "Nyekar" ke Makam Bung Karno?

Kompas.com - 12/03/2014, 21:06 WIB
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kiri) dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kanan) saat menghadiri acara serial Seminar Dewan Guru Besar Universitas Indonesia, di Kampus UI Salemba, Jakarta, Sabtu (30/11/2013). Seminar yang mengambil tema 'Indonesia Menjawab Tantangan Kepemimpinan Menuju Bangsa Pemenang' tersebut sebelumnya juga menghadirkan sejumlah tokoh seperti Prabowo Subianto, Dahlan Iskan, Gita Wirjawan, Wiranto, Mahfud MD dan Abraham Samad.

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri berziarah ke makam ayahnya, Soekarno, di Blitar, Jawa Timur, Rabu (12/3/2014) malam. Tak sendiri, Megawati melakukan ziarah bersama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Apa maksud Megawati membawa Jokowi?

Wakil Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristianto mengatakan, kedatangan Mega dan Jokowi ini tak ada kaitannya dengan pencapresan. 

"Itu murni sebagai rasa hormat dan penghormatan terhadap Bung Karno," ujar Hasto, dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (12/3/2014).

Hasto mengatakan, dalam setiap momentum politik yang penting, PDI-P memiliki tradisi untuk nyekar ke Makam Bung Karno. Hal ini, menurutnya, bagian dari kesadaran organisasi kepartaian bahwa pemilu merupakan momentum untuk meneguhkan kembali perjalanan bangsa Indonesia agar semakin mendekatkan diri pada cita-cita kemerdekaan.

"Dengan tradisi ini, maka PDI-P diingatkan akan ide, gagasan, perjuangan, dan cita-cita Bung Karno beserta founding father lainnya. Jadi, jangan sederhanakan tradisi nyekar ini dalam perspektif politik praktis. Tradisi ini meneguhkan seluruh perjuangan untuk mewujudkan cita-cita ideal partai (PDI-P) bagi bangsa dan rakyat Indonesia," kata dia.

Selain berziarah ke makam Bung Karno, Mega dan Jokowi juga berdialog dengan mantan Wali Kota Blitar, Djarot Syaiful Hidayat. Mereka juga bertemu dengan Wali Kota Blitar yang merupakan kader PDI Perjuangan, Samahudi Anwar.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorInggried Dwi Wedhaswary
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X