Kompas.com - 01/08/2013, 02:44 WIB
Ribuan pemudik bermotor memadati Pelabuhan Merak, Banten, Sabtu (27/8/2011), saat menunggu giliran naik kapal feri yang akan membawa mereka menyeberang ke Bakaheuni, Lampung. | KOMPAS/IWAN SETIYAWAN KOMPAS/IWAN SETIYAWANRibuan pemudik bermotor memadati Pelabuhan Merak, Banten, Sabtu (27/8/2011), saat menunggu giliran naik kapal feri yang akan membawa mereka menyeberang ke Bakaheuni, Lampung. | KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Penulis Dani Prabowo
|
EditorPalupi Annisa Auliani
MERAK, KOMPAS.com — PT ASDP Indonesia Ferry cabang Merak memperkirakan puncak arus mudik Lebaran akan jatuh pada H-5 dan H-4 Lebaran. Untuk arus balik tahun ini, Supriyanto memperkirakan akan terjadi pada H+4 Lebaran.

"Prediksi kami (arus mudik) puncaknya pada H-5 dengan peningkatan sekitar enam persen dari tahun sebelumnya bagi kendaraan kecil, besar, maupun penumpang," kata General Manager PT ASDP Indonesia Ferry cabang Merak, Supriyanto, di Pelabuhan Merak, Banten, Rabu (31/7/2013). Perkiraan itu diambil dengan asumsi hari itu adalah awal dari libur panjang para pemudik.

Pada 2012, Supriyanto mengatakan, puncak arus mudik baru terjadi pada H-3 dan H-2 Lebaran. Saat itu, jumlah sepeda motor yang dipakai untuk mudik melalui pelabuhan ini mencapai 32.036 unit, sementara mobil pemudik tercatat 19.228 unit.

"(Adapun) total kendaraan mencapai 53.042 unit," sebut Supriyanto. Pada 2012, imbuh dia, total pemudik yang memanfaatkan jasa Pelabuhan Merak tercatat sebanyak 239.964 orang.

Supriyanto juga memperkirakan, kepadatan arus lalu lintas menuju pelabuhan ini akan terjadi antara pukul 21.00 WIB hari itu sampai pukul 05.00 WIB keesokan harinya. Dugaan waktu itu dengan alasan para pemudik masih menjalankan puasa pada siang hari sehingga diperkirakan akan cenderung berangkat pada malam hari untuk menghindari cuaca panas.

Untuk menjaga kelancaran arus mudik, kata Supriyanto, dermaga telah dibagi menjadi beberapa jalur khusus. Selain itu, ASDP Merak juga menerjunkan 975 personel gabungan untuk ikut menjaga kelancaran arus tersebut. Petugas gabungan meliputi personel dari kepolisian, Basarnas, BUMN Peduli, BMKG, Telkom, dan PLN.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sidang Unlawful Killing Laskar FPI, Saksi Ahli: Ada Doktrin Lebih Baik Penjahat Mati daripada Petugas

Sidang Unlawful Killing Laskar FPI, Saksi Ahli: Ada Doktrin Lebih Baik Penjahat Mati daripada Petugas

Nasional
Majelis Hakim Tak Sependapat dengan Jaksa soal Tuntutan Hukuman Mati terhadap Heru Hidayat

Majelis Hakim Tak Sependapat dengan Jaksa soal Tuntutan Hukuman Mati terhadap Heru Hidayat

Nasional
Update 18 Januari: Sebaran 1.362 Kasus Covid-19 di Indonesia, Jakarta Tertinggi

Update 18 Januari: Sebaran 1.362 Kasus Covid-19 di Indonesia, Jakarta Tertinggi

Nasional
UPDATE 18 Januari: Ada 5.132 Suspek Covid-19 di Tanah Air

UPDATE 18 Januari: Ada 5.132 Suspek Covid-19 di Tanah Air

Nasional
Pemerintah Siapkan Karantina 'Bubble' untuk Moto GP dan KTT G20

Pemerintah Siapkan Karantina "Bubble" untuk Moto GP dan KTT G20

Nasional
UPDATE: 278.927 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate PCR 4,50 Persen

UPDATE: 278.927 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate PCR 4,50 Persen

Nasional
Divonis Nihil, Terdakwa Kasus Asabri Heru Hidayat Lolos dari Tuntutan Hukuman Mati

Divonis Nihil, Terdakwa Kasus Asabri Heru Hidayat Lolos dari Tuntutan Hukuman Mati

Nasional
Warga Terdampak Erupsi Semeru Ditargetkan Tempati Hunian Sementara Dua Bulan Lagi

Warga Terdampak Erupsi Semeru Ditargetkan Tempati Hunian Sementara Dua Bulan Lagi

Nasional
Ribut Pernyataan Arteria Dahlan soal Copot Kajati Berbahasa Sunda, Ini Awalnya...

Ribut Pernyataan Arteria Dahlan soal Copot Kajati Berbahasa Sunda, Ini Awalnya...

Nasional
UPDATE 18 Januari: 564 Orang Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

UPDATE 18 Januari: 564 Orang Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Nasional
Menkes: Vaksinasi Booster Heterolog Hasilkan Antibodi yang Lebih Kaya

Menkes: Vaksinasi Booster Heterolog Hasilkan Antibodi yang Lebih Kaya

Nasional
Kapolri Ingin Jajarannya Punya Kemampuan sebagai Auditor, Minta BPK Buat Pelatihan

Kapolri Ingin Jajarannya Punya Kemampuan sebagai Auditor, Minta BPK Buat Pelatihan

Nasional
UU IKN Disahkan, Ini Kedudukan, Bentuk, hingga Susunan Pemerintahan Ibu Kota 'Nusantara'

UU IKN Disahkan, Ini Kedudukan, Bentuk, hingga Susunan Pemerintahan Ibu Kota "Nusantara"

Nasional
Wakil Ketua MPR Harap RUU TPKS Rampung Dibahas Dalam Sebulan

Wakil Ketua MPR Harap RUU TPKS Rampung Dibahas Dalam Sebulan

Nasional
Kepala BNPB dan Wapres Akan Kunjungi Lokasi Terdampak Gempa di Banten, Besok

Kepala BNPB dan Wapres Akan Kunjungi Lokasi Terdampak Gempa di Banten, Besok

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.