Wiranto-Hary Tanoe Diusung Hanura Tanpa Survei?

Kompas.com - 04/07/2013, 16:58 WIB
Calon presiden dan wakil presiden yang diusung Partai Hanura Wiranto (kiri) dan Hary Tanoesoedibjo saat acara deklarasi capres-cawapres dari Partai Hanura di Jakarta, Selasa (2/7/2013). Sebelum diusung sebagai cawapres Partai Hanura, Hary Tanoesoedibjo sempat bergabung dengan Partai NasDem yang dipimpin Surya Paloh.  TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Calon presiden dan wakil presiden yang diusung Partai Hanura Wiranto (kiri) dan Hary Tanoesoedibjo saat acara deklarasi capres-cawapres dari Partai Hanura di Jakarta, Selasa (2/7/2013). Sebelum diusung sebagai cawapres Partai Hanura, Hary Tanoesoedibjo sempat bergabung dengan Partai NasDem yang dipimpin Surya Paloh.
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com — Sebagian besar partai hingga kini belum menentukan kandidat capres dan cawapresnya. Mereka masih menimbang-nimbang hasil survei dan juga menunggu hasil perolehan suara pada pemilu legislatif 2014. Namun, tiba-tiba saja pasangan Wiranto-Hary Tanoe mencuat sebagai bakal capres dan cawapres Partai Hanura.

Benarkah Hanura sudah mempertimbangkan pencalonan keduanya? Sudahkah Hanura melakukan kalkulasi politik dan survei untuk melihat tingkat elektabilitas partai dan tokoh yang diajukan sebagai capres?

Setiap kali ditanyakan soal survei terhadap sosok Wiranto-Hary Tanoe, para politisi Hanura tidak pernah menjawab lugas. Ketua DPP Partai Hanura Samuel Koto bahkan menjawab pertanyaan ini dengan nada tinggi. Menurutnya, Hanura tidak bodoh ketika memutuskan mencalonkan Wiranto-Hary Tanoe dalam pilpres. Namun, saat ditanyakan soal survei, Samuel hanya memberikan jawaban diplomatis.

"Survei tidak akan mengubah langkah ataupun visi dan misi partai kami," ucapnya tanpa memberi penjelasan lebih lanjut.


Ketua Fraksi Partai Hanura Sarifuddin Sudding, suksesor merapatnya Hary Tanoe ke Partai Hanura, memberikan jawaban senada. Sudding menyebut Hanura sebagai partai penerobos tradisi.

"Inilah hebatnya Partai Hanura, menerobos pakem seperti itu. Tidak ada satu partai politik pun yang usung capres dan cawapres sendiri. Inilah bangsa kita ini, saling tersandera. Kami lebih pilih berkoalisi dengan rakyat," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Hanura Saleh Husin menjelaskan bahwa pertimbangan utama mencalonkan Wiranto-Hary Tanoe adalah keinginan para kader di daerah. Terkait elektabilitas, Saleh mengatakan, survei internal menunjukkan hasil yang positif.

"Hasilnya bagus, cukup baik. Trennya naik terus. Kalau ada hasil lain dari lembaga survei di luar, itu hanya kami jadikan masukan. Yang jelas di dalam survei kami ini, hasilnya, baik elektabilitas partai maupun Pak Wiranto, naik," ucapnya.

Namun, saat ditanyakan soal survei Wiranto setelah dipasangkan dengan Hary Tanoe, Saleh tidak menjawabnya.

Lantas, bagaimana nasib pencalonan Wiranto-Hary Tanoe ke depan jika tak ada satu tolok ukur yang bisa meyakinkan pasangan ini bisa meraih kemenangan dalam pilpres?

"Yang jelas kami harus kerja ekstra keras," kata Ketua DPP Partai Hanura Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Papua Diduga Lakukan Obstruction of Justice dalam Penanganan Peristiwa Paniai, Polri Tunggu Laporan Komnas HAM

Polda Papua Diduga Lakukan Obstruction of Justice dalam Penanganan Peristiwa Paniai, Polri Tunggu Laporan Komnas HAM

Nasional
Sabtu, Masyarakat Aceh Akan Serahkan Sejumlah Rekomendasi Akademik ke Presiden Jokowi

Sabtu, Masyarakat Aceh Akan Serahkan Sejumlah Rekomendasi Akademik ke Presiden Jokowi

Nasional
Adik Mentan Dapat Rekomendasi PAN Sebagai Bakal Calon Wali Kota Makassar

Adik Mentan Dapat Rekomendasi PAN Sebagai Bakal Calon Wali Kota Makassar

Nasional
Kejagung Periksa 13 Orang yang Keberatan Rekening Efeknya Diblokir

Kejagung Periksa 13 Orang yang Keberatan Rekening Efeknya Diblokir

Nasional
Pemerintah Ingin Capai 4 Fokus Lewat Komite Ekonomi dan Keuangan Syariah

Pemerintah Ingin Capai 4 Fokus Lewat Komite Ekonomi dan Keuangan Syariah

Nasional
Sabtu Besok, Jokowi Dijadwalkan Makan Bersama Ribuan Warga Aceh di Kenduri Kebangsaan

Sabtu Besok, Jokowi Dijadwalkan Makan Bersama Ribuan Warga Aceh di Kenduri Kebangsaan

Nasional
Pilkada 2020 Tingkat Kabupaten/Kota, 160 Paslon Berpotensi Maju Jalur Independen

Pilkada 2020 Tingkat Kabupaten/Kota, 160 Paslon Berpotensi Maju Jalur Independen

Nasional
Wapres Ma'ruf Amin Sebut Pemerintah Terus Berupaya Perbaiki Kesejahteraan Guru

Wapres Ma'ruf Amin Sebut Pemerintah Terus Berupaya Perbaiki Kesejahteraan Guru

Nasional
Soal Ketahanan Keluarga, Ma'ruf: Apakah Harus Diselesaikan dengan Undang-undang

Soal Ketahanan Keluarga, Ma'ruf: Apakah Harus Diselesaikan dengan Undang-undang

Nasional
Kemenkes Sebut 3 WNI di Wuhan Sudah Sehat dan Ingin Pulang

Kemenkes Sebut 3 WNI di Wuhan Sudah Sehat dan Ingin Pulang

Nasional
Yusril Anggap Wajar Ada Kesalahan Pengetikan pada RUU Cipta Kerja

Yusril Anggap Wajar Ada Kesalahan Pengetikan pada RUU Cipta Kerja

Nasional
36 Kasus Distop Penyelidikannya, KPK Tak Sangka Jadi Heboh

36 Kasus Distop Penyelidikannya, KPK Tak Sangka Jadi Heboh

Nasional
Pemerintah Siapkan Sejumlah Lokasi Alternatif untuk Karantina 74 WNI Kru Diamond Princess

Pemerintah Siapkan Sejumlah Lokasi Alternatif untuk Karantina 74 WNI Kru Diamond Princess

Nasional
Wapres Ma'ruf Amin Minta Guru Beradaptasi di Era Revolusi Industri 4.0

Wapres Ma'ruf Amin Minta Guru Beradaptasi di Era Revolusi Industri 4.0

Nasional
KPK Hentikan 36 Penyelidikan, Sebagian Besar Terkait Dugaan Suap

KPK Hentikan 36 Penyelidikan, Sebagian Besar Terkait Dugaan Suap

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X