DPR: Izinkan OPM Berkantor, Inggris Ikut Campur Terlalu Jauh

Kompas.com - 06/05/2013, 13:34 WIB
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso mendesak pemerintah untuk melayangkan protes keras kepada Pemerintah Inggris. Pasalnya, Prio menilai pemerintah Inggris telah ikut campur terlalu jauh dengan mengizinkan gerakan separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) membuka kantor resminya di Oxford.

"Pemerintah harus melakukan protes keras kepada Perdana Menteri dan Ratu Inggris karena ini sudah terlalu jauh ikut campur masalah dalam negeri Indonesia," kata Priyo di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/5/2013).

Politisi Partai Golkar ini sebaiknya fokus menuntaskan permasalahan dalam negeri, termasuk soal gerakan kemerdekaan Irlandia Utara. Terkait hal tersebut, Priyo yakin Pemerintah Inggris akan keberatan jika Indonesia memiliki niat untuk mendukung Irlandia Utara, misalnya mengizinkan gerakan tersebut membuka kantor kemerdekaan Irlandia Utara di Jakarta.

"Saya ingatkan pada Parlemen dan rakyat Inggris, Inggris juga belum selesai dengan Irlandia Utara. Nanti akan saya sampaikan dalam pertemuan Parlemen Sedunia, bersahabat itu mestinya saling hormat-menghormati," ujarnya.

Seperti diberitakan, Pemerintah Inggris secara resmi telah membuka kantor perwakilan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Oxford. Pembukaan kantor OPM ini bertujuan memenuhi tuntutan kampanye Papua Merdeka. Inggris berkomitmen untuk terus membantu gerakan OPM ini. Sikap Pemerintah Oxford di Inggris tersebut dinilai mencederai hubungan Inggris yang selama ini terjalin baik dengan Indonesia.

Pemerintah Inggris memang masih mengakui NKRI atas Papua. Namun, pembukaan kantor OPM di Oxford dianggap sikap dualisme yang harus ditentang. Pemerintah diminta untuk tidak permisif dan defensif. Harus ada diplomasi ofensif agar kepentingan nasional bisa diamankan.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Untuk Korban Gempa Sulbar, Dinas Pendidikan Bangun Tenda Belajar Sementara

    Untuk Korban Gempa Sulbar, Dinas Pendidikan Bangun Tenda Belajar Sementara

    Nasional
    Soal Bupati Sleman, Kemenkes: Vaksin Covid-19 Berisi Virus Mati, Tak Mungkin Menginfeksi

    Soal Bupati Sleman, Kemenkes: Vaksin Covid-19 Berisi Virus Mati, Tak Mungkin Menginfeksi

    Nasional
    Pemerintah Akan Beri Dukungan bagi Perempuan yang Jadi Kepala Keluarga akibat Bencana

    Pemerintah Akan Beri Dukungan bagi Perempuan yang Jadi Kepala Keluarga akibat Bencana

    Nasional
    9 Hari Pelaksanaan Vaksinasi, Lebih dari 132.000 Tenaga Kesehatan Telah Disuntik Vaksin Covid-19

    9 Hari Pelaksanaan Vaksinasi, Lebih dari 132.000 Tenaga Kesehatan Telah Disuntik Vaksin Covid-19

    Nasional
    MA: Hanya 8 Persen Permohonan PK Koruptor yang Dikabulkan

    MA: Hanya 8 Persen Permohonan PK Koruptor yang Dikabulkan

    Nasional
    Update Banjir Kalsel, Danrem: Sudah Tidak Ada Daerah Terisolasi

    Update Banjir Kalsel, Danrem: Sudah Tidak Ada Daerah Terisolasi

    Nasional
    Dua Prajurit TNI Gugur akibat Kontak Senjata dengan KKB di Intan Jaya

    Dua Prajurit TNI Gugur akibat Kontak Senjata dengan KKB di Intan Jaya

    Nasional
    Kemendagri Minta Pemda Segera Realisasikan APBD 2021 untuk Kesehatan dan Ekonomi

    Kemendagri Minta Pemda Segera Realisasikan APBD 2021 untuk Kesehatan dan Ekonomi

    Nasional
    BNPB Minta Pemda Segera Selesaikan Data Rumah Rusak Pasca-gempa Sulbar

    BNPB Minta Pemda Segera Selesaikan Data Rumah Rusak Pasca-gempa Sulbar

    Nasional
    Danrem Ungkap Kondisi Terkini Banjir di Kalsel, Air Mulai Surut

    Danrem Ungkap Kondisi Terkini Banjir di Kalsel, Air Mulai Surut

    Nasional
    Menkes: 11 Persen Tenaga Kesehatan Tak Bisa Divaksin Covid-19 karena Tekanan Darah Tinggi

    Menkes: 11 Persen Tenaga Kesehatan Tak Bisa Divaksin Covid-19 karena Tekanan Darah Tinggi

    Nasional
    Daftar Panjang Kontak Senjata TNI-Polri Vs KKB di Papua, Mayoritas di Intan Jaya

    Daftar Panjang Kontak Senjata TNI-Polri Vs KKB di Papua, Mayoritas di Intan Jaya

    Nasional
    Sudah Turun ke Lapangan, Bareskrim Sebut Banjir Kalsel karena Cuaca

    Sudah Turun ke Lapangan, Bareskrim Sebut Banjir Kalsel karena Cuaca

    Nasional
    UPDATE 22 Januari: 77.942 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

    UPDATE 22 Januari: 77.942 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

    Nasional
    UPDATE: Sebaran 13.632 Kasus Baru Covid-19, di DKI Jakarta Capai 3.792 kasus

    UPDATE: Sebaran 13.632 Kasus Baru Covid-19, di DKI Jakarta Capai 3.792 kasus

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X