Yulianis: Benar, Ibas Terima 200.000 Dollar AS - Kompas.com

Yulianis: Benar, Ibas Terima 200.000 Dollar AS

Kompas.com - 15/03/2013, 13:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis, mengatakan, Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas memang pernah mendapatkan uang sebesar 200.000 dollar AS dari perusahaannya saat Kongres Partai Demokrat di Bandung. Kongres itu berlangsung pada tahun 2010.

"Benar, uang 200.000 dollar AS kepada Ibas itu terkait kongres (Partai Demokrat) di Bandung. Saya yakin," kata Yulianis, saat ditanya wartawan, seusai bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (14/3/2013).

Namun, ia enggan membeberkan lebih lanjut apakah uang itu termasuk dalam uang yang disebut-sebut untuk memenangkan Anas Urbaningrum di Kongres Partai Demokrat pada 2010. "Yang pasti Grup Permai tidak pernah mengeluarkan uang buat mengamankan proyek Hambalang," katanya.

Mantan anak buah Nazaruddin itu juga yakin, segala data yang dimilikinya berupa catatan keuangan yang disimpan dalam komputer pribadi dan komputer jinjingnya sudah disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebelumnya, nama Ibas disebut-sebut mendapatkan uang dari PT Anugerah Nusantara, perusahaan milik M Nazaruddin. Nama Ibas tertera pada dokumen yang diduga milik Direktur Keuangan PT Anugerah, Yulianis. Dokumen yang diduga rekap data keuangan PT Anugerah ini beredar di kalangan wartawan sekitar dua pekan lalu. Ibas menerima uang sebesar 900.000 dollar AS. Dana tersebut diterima Ibas sebanyak empat kali. (Baca: Beredar Dokumen Ibas Terima 900.000 Dollar AS)

Pertama, tanggal 29 April 2010 sebesar 600.000 dollar AS. Dana itu diterima Ibas dalam dua tahap. Tahap pertama Ibas menerima 500.000 dollar AS dan tahap kedua senilai 100.000 dollar AS.

Setelah itu, Ibas kembali menerima uang pada 30 April 2010. Pada tanggal itu juga Ibas menerima uang sebanyak dua kali, yaitu sebesar 200.000 dollar AS dan 100.000 dollar AS.

Sejumlah elite Demokrat juga telah membantah dokumen ini, salah satunya Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie. "Data enggak ada judulnya gimana. Apa itu? Itu urusan KPK-lah. Kan di situ banyak nama yang harus diteliti, diklarifikasi, dan harus diuji," kata Marzuki di Gedung Kompleks Parlemen, Jumat (1/3/2013).

Ia mengatakan, publik jangan berfantasi dengan menganggap data itu sahih dan valid sehingga bisa disebarkan begitu saja. "Itu (data) bisa saja diketik," ujar Marzuki.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorInggried Dwi Wedhaswary

    Terkini Lainnya

    Kapolda Jatim Minta Semua Polres Mencontoh Pelayanan Publik Polres Madiun

    Kapolda Jatim Minta Semua Polres Mencontoh Pelayanan Publik Polres Madiun

    Regional
    Rumah Baru bagi Pasutri Lansia yang Anaknya 'Down Syndrome' Mulai Dibangun...

    Rumah Baru bagi Pasutri Lansia yang Anaknya "Down Syndrome" Mulai Dibangun...

    Regional
    11 Fakta Dugaan Suap Proyek Meikarta yang Seret Bupati Bekasi

    11 Fakta Dugaan Suap Proyek Meikarta yang Seret Bupati Bekasi

    Nasional
    Kronologi OTT Pejabat Pemkab Bekasi hingga Penyitaan Uang dan Mobil

    Kronologi OTT Pejabat Pemkab Bekasi hingga Penyitaan Uang dan Mobil

    Nasional
    Ribuan Perempuan Berseragam 'Kompeni' Menari Angguk di Alun-alun Wates

    Ribuan Perempuan Berseragam "Kompeni" Menari Angguk di Alun-alun Wates

    Regional
    5 BERITA POPULER NUSANTARA: Soal Mitigasi Gempa di Surabaya hingga Trauma Warga Sigi

    5 BERITA POPULER NUSANTARA: Soal Mitigasi Gempa di Surabaya hingga Trauma Warga Sigi

    Regional
    Kejari Palopo: Tersangka Baru Kasus Jalan Lingkar Barat Bisa Bertambah

    Kejari Palopo: Tersangka Baru Kasus Jalan Lingkar Barat Bisa Bertambah

    Regional
    Selain Suap, Bupati Bekasi Juga Disangka Terima Gratifikasi

    Selain Suap, Bupati Bekasi Juga Disangka Terima Gratifikasi

    Nasional
    Ketua KPK: Sudah 2 Orang Terima Hadiah dari Melaporkan Kasus Korupsi

    Ketua KPK: Sudah 2 Orang Terima Hadiah dari Melaporkan Kasus Korupsi

    Regional
    Jalan Jatibaru Dibuka Dua Arah, Angkot Bebas Melintas hingga Rute Transjakarta Dialihkan

    Jalan Jatibaru Dibuka Dua Arah, Angkot Bebas Melintas hingga Rute Transjakarta Dialihkan

    Megapolitan
    Proyektil 'Peluru Nyasar' di Gedung DPR Dikirim ke Labfor Mabes Polri

    Proyektil "Peluru Nyasar" di Gedung DPR Dikirim ke Labfor Mabes Polri

    Megapolitan
    Hari Ini, Bawaslu Datangi SMAN 87 untuk Minta Keterangan Siswa Terkait Dugaan Doktrin Anti-Jokowi

    Hari Ini, Bawaslu Datangi SMAN 87 untuk Minta Keterangan Siswa Terkait Dugaan Doktrin Anti-Jokowi

    Megapolitan
    Jadi Saksi Kasus Dugaan Gratifikasi, Bupati Bandung Barat Terpilih Bantah Terima Uang

    Jadi Saksi Kasus Dugaan Gratifikasi, Bupati Bandung Barat Terpilih Bantah Terima Uang

    Regional
    Bertemu Presiden Uganda, Kanye West Beri Hadiah Sepatu Kets Putih

    Bertemu Presiden Uganda, Kanye West Beri Hadiah Sepatu Kets Putih

    Internasional
    Banjir Landa Nias Selatan

    Banjir Landa Nias Selatan

    Regional
    Close Ads X