Diberhentikan Sementara, Hakim PW Tetap Terima Gaji

Kompas.com - 20/10/2012, 00:05 WIB
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com - Hakim Puji Wijayanto yang ditangkap sedang menggunakan narkoba jenis sabu, Selasa (16/10/2012), telah diberhentikan sementara oleh Mahkamah Agung (MA). Kendati demikian, Hakim Puji masih berhak mendapatkan fasilitas berupa gaji sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Hakim Puji tidak memperoleh lagi tunjangan dan remunerasi sebagai hakim berikut. Dia hanya terima gaji sebagai PNS," kata Kepala Biro Hukum dan Humas MA Ridwan Mansyur di Gedung MA, Jakarta, Jumat (19/10/2012).

Ridwan menjelaskan, hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 4 Tahun 1966 tentang Pemberhentian/Pemberhentian Sementara Pegawai Negeri Sipil. Dalam PP tersebut dijelaskan hakim yang diberhentikan sementara berhak atas 50 persen gaji pokok.

Ia mengungkapkan, pihak yang mengurus gaji hakim Puji adalah Pembendaharaan Negara. MA, lanjutnya, hanya berwenang memutus pemberhentian sementara hakim Puji.

"Pemberhentian sementara yang ditandatangani oleh ketua MA kemudian disampaikan pada Dirjen Umum. Oleh yang bersangkutan ditembuskan pada pihak pemangku kepentingan, termasuk pembendaharaan negara," tambahnya.

Berita terkait dapat diikuti dalam topik "Pesta Narkoba, Hakim Ditangkap"

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Fraksi PKB Minta Pilkada Serentak Tetap 2024, Pemerintah Harus Fokus ke Pandemi

    Fraksi PKB Minta Pilkada Serentak Tetap 2024, Pemerintah Harus Fokus ke Pandemi

    Nasional
    Indeks Persepsi Korupsi Turun Pertama Kali sejak 2008, Laode: Jangan Kita Anggap Biasa Saja

    Indeks Persepsi Korupsi Turun Pertama Kali sejak 2008, Laode: Jangan Kita Anggap Biasa Saja

    Nasional
    Perpres Pencegahan Ekstremisme Dianggap Berpotensi Timbulkan Konflik Horizontal

    Perpres Pencegahan Ekstremisme Dianggap Berpotensi Timbulkan Konflik Horizontal

    Nasional
    Mengenal Seluk-beluk Vaksin Sinovac

    Mengenal Seluk-beluk Vaksin Sinovac

    Nasional
     Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Turun, KPK: Korupsi Beban Bangsa

    Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Turun, KPK: Korupsi Beban Bangsa

    Nasional
    BEM SI Minta Kapolri Tuntaskan dan Tindak Tegas Kasus Pelanggaran HAM

    BEM SI Minta Kapolri Tuntaskan dan Tindak Tegas Kasus Pelanggaran HAM

    Nasional
    Pekan Depan, Kejagung Berencana Gelar Perkara untuk Tetapkan Tersangka Kasus Asabri

    Pekan Depan, Kejagung Berencana Gelar Perkara untuk Tetapkan Tersangka Kasus Asabri

    Nasional
    Dokumen Asli Hasil Penyelidikan TPF Munir Belum Ditemukan, Ombudsman Harap Kemensetneg Cari Solusi

    Dokumen Asli Hasil Penyelidikan TPF Munir Belum Ditemukan, Ombudsman Harap Kemensetneg Cari Solusi

    Nasional
    Kapolri Listyo Sigit Berlatar Belakang Keluarga TNI, Ayahnya Perwira Angkatan Udara

    Kapolri Listyo Sigit Berlatar Belakang Keluarga TNI, Ayahnya Perwira Angkatan Udara

    Nasional
    IDI: Kematian Tenaga Medis Indonesia 3 Besar di Dunia

    IDI: Kematian Tenaga Medis Indonesia 3 Besar di Dunia

    Nasional
    Kemenag Pastikan Wakaf Uang Hanya Diinvestasikan Lewat Produk Keuangan Syariah

    Kemenag Pastikan Wakaf Uang Hanya Diinvestasikan Lewat Produk Keuangan Syariah

    Nasional
    Skor Turun, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Setara Gambia dan di Bawah Timor Leste

    Skor Turun, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Setara Gambia dan di Bawah Timor Leste

    Nasional
    Kemenko PMK: Pemerintah Akan Naikkan Harga Rokok di Pasaran

    Kemenko PMK: Pemerintah Akan Naikkan Harga Rokok di Pasaran

    Nasional
    Pesan Jokowi, Masyarakat Jangan Gunakan Dana Bansos Covid-19 untuk Beli Rokok

    Pesan Jokowi, Masyarakat Jangan Gunakan Dana Bansos Covid-19 untuk Beli Rokok

    Nasional
    Mendagri Minta Dukungan Pemda Wujudkan Kerja Sama dengan UNICEF

    Mendagri Minta Dukungan Pemda Wujudkan Kerja Sama dengan UNICEF

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X