KPK Periksa Angie Lebih Dalam Hari Ini - Kompas.com

KPK Periksa Angie Lebih Dalam Hari Ini

Kompas.com - 03/05/2012, 07:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap Angelina Sondakh, tersangka kasus dugaan suap pembahasan anggaran di Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kamis (3/5/2012) ini.

Angelina atau Angie akan dimintai keterangan terkait posisinya sebagai tersangka. Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, materi pemeriksaan Angie hari ini akan lebih mendalam dibandingkan dengan pemeriksaan pertama, Jumat lalu.

"Tentu besok pada materi yang lebih dalam. Kemarin kan baru awal, pertanyaan awal, misalnya posisinya apa. Tentu pemeriksaan kedua akan masuk ke materi-materi," kata Johan, kemarin. Namun, ia mengaku tidak tahu apakah soal 16 aliran uang kepada Angie akan ditanyakan penyidik KPK kepada yang bersangkutan dalam pemeriksaan hari ini. Materi pemeriksaan, katanya, tergantung penyidik.

Johan juga mengatakan, hasil pemeriksaan rumah sakit khusus telinga, hidung, dan tenggorokan Perhati menyebutkan bahwa sinusitis yang diderita Angie tidak akut. Jadi, Angie dapat mengikuti pemeriksaan hari ini.

Secara terpisah, pengacara Angie, Teuku Nasrullah, menyatakan, kliennya siap diperiksa KPK. "Insya Allah (siap menjalani pemeriksaan), alhamdulillah sudah baikan," kata Nasrullah melalui pesan singkat, hari ini. Menurut dia, Angie akan menjawab sesuai pertanyaan penyidik.

Angie ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan menerima pemberian atau janji terkait pembahasan proyek di dua kementerian tersebut. Belum diketahui persis nilai uang yang diterima Angie. KPK menemukan 16 aliran dana kepada Angie yang nilainya mencapai miliaran rupiah sepanjang 2010.


EditorEgidius Patnistik

Terkini Lainnya

Libur Panjang Lebaran Dinilai Momentum Majukan Ekonomi Kreatif Daerah

Libur Panjang Lebaran Dinilai Momentum Majukan Ekonomi Kreatif Daerah

Nasional
Sandiaga : Ini Pertama Kali 'Video Call' Digunakan sejak Jakarta Smart City Berdiri

Sandiaga : Ini Pertama Kali "Video Call" Digunakan sejak Jakarta Smart City Berdiri

Megapolitan
Hinggap di Pekarangan Rumah Warga, Seekor Elang Sikep Madu Diselamatkan

Hinggap di Pekarangan Rumah Warga, Seekor Elang Sikep Madu Diselamatkan

Regional
Bus Transjakarta yang Dilukis Anak-anak Disabilitas Dioperasikan di Koridor 1

Bus Transjakarta yang Dilukis Anak-anak Disabilitas Dioperasikan di Koridor 1

Megapolitan
'Saya Kepengin Sentil Dia, Kok, Ada Orang Bisa Kejam Begitu...'

"Saya Kepengin Sentil Dia, Kok, Ada Orang Bisa Kejam Begitu..."

Megapolitan
3 Jurusan Soshum Paling Ketat di SBMPTN 2018

3 Jurusan Soshum Paling Ketat di SBMPTN 2018

Edukasi
Wali Kota Jakut Tak Mau Tanggapi Pujian Taufik

Wali Kota Jakut Tak Mau Tanggapi Pujian Taufik

Megapolitan
Mencari Lokasi Relokasi Pedagang Blok G di Blok F Pasar Tanah Abang

Mencari Lokasi Relokasi Pedagang Blok G di Blok F Pasar Tanah Abang

Megapolitan
Wali Kota di Jepang Berjuang Ubah Larangan Perempuan Masuk Arena Sumo

Wali Kota di Jepang Berjuang Ubah Larangan Perempuan Masuk Arena Sumo

Internasional
Sekjen PPP Sebut Gerindra Masih Bahas Opsi Prabowo Jadi Cawapres Jokowi

Sekjen PPP Sebut Gerindra Masih Bahas Opsi Prabowo Jadi Cawapres Jokowi

Nasional
Pemilik Lahan Akui Kesulitan Cegah Warga Buang Sampah di Kolong Tol Pelabuhan

Pemilik Lahan Akui Kesulitan Cegah Warga Buang Sampah di Kolong Tol Pelabuhan

Megapolitan
SBY Akan Bertemu Presiden PKS, Partai Gerindra Tak Khawatir

SBY Akan Bertemu Presiden PKS, Partai Gerindra Tak Khawatir

Nasional
Bahas Pengurangan Uang Pensiun Tentara, Wakil Rakyat Taiwan Berkelahi

Bahas Pengurangan Uang Pensiun Tentara, Wakil Rakyat Taiwan Berkelahi

Internasional
Imbas Penemuan Bom Sisa Perang Dunia II, KBRI di Berlin Ditutup Sementara

Imbas Penemuan Bom Sisa Perang Dunia II, KBRI di Berlin Ditutup Sementara

Nasional
Umumkan Krisis Keuangan Negara, Menteri Luar Negeri Sudan Dipecat

Umumkan Krisis Keuangan Negara, Menteri Luar Negeri Sudan Dipecat

Internasional

Close Ads X