Agung Laksono Terbukti Tak Bersalah

Kompas.com - 01/04/2009, 12:45 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Caleg Partai Golkar, Agung Laksono, ditetapkan tidak bersalah dalam dugaan pelanggaran kampanye di luar jadwal yang dilaporkan Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma) beberapa waktu lalu.

Keputusan ini diambil setelah rapat koordinasi dengan Sentra Gakumdu di Mabes Polri yang dihadiri oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), kepolisian, dan kejaksaan, kemarin.

"Kalau dilihat dari definisi kampanye peserta pemilu, mengajak atau meyakinkan para pemilih dan menyampaikan visi misi yang bersangkutan tidak memenuhi," ujar Wirdyaningsih, anggota Bawaslu, ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (1/4).

Lagi pula, kata Wirdyaningsih, penyelenggara dari acara bakti sosial berupa pelayanan kesehatan gratis itu adalah Kosgoro dan Agung Laksono Center. Wirdyaningsih mengatakan, pelapor tidak dapat menunjukkan bukti-bukti bahwa terlapor melakukan kampanye.

Menanggapi dorongan Direktur Eksekutif Centre for Electoral Reform (Cetro) Hadar Gumay agar Bawaslu tidak terlalu kaku dalam menerapkan peraturan hukum yang berkaitan dengan pelanggaran jadwal kampanye, Wirdyaningsih mengatakan, Bawaslu juga memiliki semangat itu. Namun, ujung dari diskusi dengan unsur penegak hukum kemarin berbeda.

"Atribut-atribut parpol itu memang bisa dikategorikan kampanye. Namun, setelah diskusi, karena yang terlapor adalah Pak Agung Laksono, jadi bukan parpol," tandas Wirdyaningsih.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiga Mantan Petinggi Jiwasraya Ini Didakwa Menerima Fasilitas Nonton Konser hingga Karaoke

Tiga Mantan Petinggi Jiwasraya Ini Didakwa Menerima Fasilitas Nonton Konser hingga Karaoke

Nasional
Anggaran Penanganan Covid-19 Membengkak Jadi Rp 677,2 Triliun, Ini Rinciannya

Anggaran Penanganan Covid-19 Membengkak Jadi Rp 677,2 Triliun, Ini Rinciannya

Nasional
Tragis, Suami Diduga Bunuh Istri Lalu Gantung Diri, Polisi: Ada Luka Memar di Wajah

Tragis, Suami Diduga Bunuh Istri Lalu Gantung Diri, Polisi: Ada Luka Memar di Wajah

Nasional
Kasus Alih Fungsi Lahan, KPK Rampungkan Penyidikan Legal Manager PT Duta Palma

Kasus Alih Fungsi Lahan, KPK Rampungkan Penyidikan Legal Manager PT Duta Palma

Nasional
Polemik Tahun Ajaran Baru, Ombudsman Ingatkan Pemerintah soal Kesenjangan Teknologi

Polemik Tahun Ajaran Baru, Ombudsman Ingatkan Pemerintah soal Kesenjangan Teknologi

Nasional
Mahfud Panggil KSAD, Kepala BIN, dan Ketua KPK, Ini yang Dibicarakan

Mahfud Panggil KSAD, Kepala BIN, dan Ketua KPK, Ini yang Dibicarakan

Nasional
Sidang Kasus Jiwasraya Dilanjutkan Rabu Pekan Depan

Sidang Kasus Jiwasraya Dilanjutkan Rabu Pekan Depan

Nasional
Jokowi Divonis Bersalah soal Blokir Internet di Papua, Ini Kata Istana

Jokowi Divonis Bersalah soal Blokir Internet di Papua, Ini Kata Istana

Nasional
Komnas Perempuan: KDRT Meningkat Selama Pandemi Covid-19, Mayoritas Korban Bungkam

Komnas Perempuan: KDRT Meningkat Selama Pandemi Covid-19, Mayoritas Korban Bungkam

Nasional
Komisi II dan Pemerintah Sepakat Tambah Anggaran untuk Pilkada 2020

Komisi II dan Pemerintah Sepakat Tambah Anggaran untuk Pilkada 2020

Nasional
Eks Dirut PTPN III Divonis 5 Tahun Penjara

Eks Dirut PTPN III Divonis 5 Tahun Penjara

Nasional
Kemenlu: 361 Jemaah Tabligh di 13 Negara Telah Pulang ke Indonesia

Kemenlu: 361 Jemaah Tabligh di 13 Negara Telah Pulang ke Indonesia

Nasional
Ombudsman Temukan Manipulasi Data dan Pemotongan Nominal Bansos

Ombudsman Temukan Manipulasi Data dan Pemotongan Nominal Bansos

Nasional
KDRT Meningkat Selama Pandemi Covid-19, Peran Tokoh Agama Penting dalam Mencegahnya

KDRT Meningkat Selama Pandemi Covid-19, Peran Tokoh Agama Penting dalam Mencegahnya

Nasional
Kemenlu: Pria Bertato Indonesia yang Ikut Rusuh Saat Demo Terkait George Floyd Bukan WNI

Kemenlu: Pria Bertato Indonesia yang Ikut Rusuh Saat Demo Terkait George Floyd Bukan WNI

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X