JPU: Muchdi Pr Sakit Hati pada Munir

Kompas.com - 21/08/2008, 20:27 WIB

JAKARTA, KAMIS - Terdakwa kasus pembunuhan aktivis HAM Munir, Mayor Jenderal (Purn) Muchdi Purwo Pranjono menjalani sidang pertamanya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (21/8) dengan santai. Tidak nampak gurat kecemasan pada wajah mantan Deputi V Badan Intelejen Negara (BIN) itu.

Bahkan saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan dakwaan bahwa dirinya menggerakan Pollycarpus Budihari Prijanto untuk membunuh Munir karena dilandasi dendam, Muchdi hanya menatap ke arah JPU. Sesekali ia tersenyum, sembari tangan kanannya ia letakkan di dagunya.

Sidang yang dipimpin majelis hakim Suharto tersebut mengagendakan pembacaan dakwaan atas terdakwa Muchdi Pr. Dalam pembacaan dakwaan, JPU yang diketuai Cyrus Sinaga menyatakan bahwa Muchdi Pr sakit hati terhadap Munir. Kemudian, Muchdi membalaskan sakit hatinya itu dengan menghabisi nyawa Munir.

JPU menjabarkan, Munir semasa hidupnya adalah aktivis LSM yang vokal dalam mengkritik kebijakan pemerintah. Salah satu yang pernah dikritik Munir adalah desakan kepada pemerintah terkait adanya investigasi terhadap penculikan 13  aktivis 1998. Munir pula yang mengungkap bahwa pelaku penculikan terhadap para aktivis adalah oknum anggota Kopassus. Muchdi waktu itu menjabat sebagai Danjen Kopassus. Dari situ, Muchdi lalu diberhentikan dari jabatannya sebagai Danjen Kopassus yang baru dijabatnya dalam 52 hari.

"Sehingga terdakwa sakit hati dan dendam pada korban. Dengan diangkatnya terdakwa sebagai Deputi V BIN tahun 2003, kewenangan jabatan itu memberi peluang terdakwa menghentikan kegiatan Munir yang telah merugikan terdakwa. Terdakwa lalu menggunakan anggota jejaring non organik BIN, mantan pilot Garuda Pollycarpus Budihari Priyanto. Dengan posisi Polly sebagai pilot, ia lebih memiliki peluang menghabisi Munir ketika Munir melakukan perjalanan dengan pesawat Garuda," jelas Cyrus Sinaga saat membacakan dakwaan.

JPU juga menyebut kalimat bahwa Pollycarpus telah mendapatkan "ikan besar" di Singapura. Dalam dakwaan yang dibacakan, setelah pulang dari penerbangan pesawat Garuda GA 974 pada  7 September 2004, Pollycarpus langsung menghubungi agen madya BIN Budi Santoso. Dalam perbincangan via ponsel, Polly mengatakan bahwa dirinya telah mendapatkan "ikan besar" di Singapura.

"Maknanya adalah sudah berhasil membunuh Munir di Singapura sesuai tugas dari terdakwa. Kemudian, saksi Budi menanyakan apakah sudah melapor ke Muchdi dan dijawab sudah dilaporkan kepada terdakwa terdakwa," lanjut Jaksa Cyrus Sinaga.

JPU mendakwa Muchdi Pr dengan pasal 55 ayat (1) butir kedua KUHP jo pasal 340 KUHP bahwa secara sendiri atau bersama-sama dengan Pollycarpus pada tanggal 6 dan 7 September 2004 di Room Gate 42 Bandara Changi Singapura atau di Pesawat Garuda Boeing 747-400 dengan nomor penerbangan GA 974 melakukan, menyuruh melakukan, dan turut serta merampas nyawa orang lain, dalam hal ini Munir.

Sidang ditunda dua pekan ke depan, Selasa (2/9) dengan agenda eksepsi (keberatan) dari pihak terdakwa. Sempat terjadi tawar menawar dalam penentuan sidang berikutnya. Kuasa Hukum Muchdi meminta sidang dipercepat dan digelar Selasa (26/8). Namun, pimpinan majelis hakim Suharto menegaskan bahwa pekan depan mereka ada tugas sehingga sidang baru bisa digelar, Selasa (2/9).

Kuasa hukum Muchdi Pr, Luthfie Hakim menegaskan pihaknya sudah menyiapkan dua poin utama eksepsi mereka. Mereka menilai apa yang didakwaan oleh JPU tersebut kabur dan hanya berdasarkan asumsi-asumsi terhadap peristiwa, bukan berdasarkan fakta-fakta. Ia mencontohkan, JPU mengatakan Muchdi membunuh Munir karena dendam.

"Ini yang kami katakan pengaburan. Siapa yang mengatakan pak Muchdi dendam. Di dalam dakwaan tidak disebutkan siapa yang memberikan kesaksian bahwa dia dendam. Itu hanya asumsi bukan fakta," ujar Luthfie.
Penasehat hukum Muchdi juga meminta agar saksi Budi Santoso dihadirkan di persidangan. Menurut mereka, dalam perkara dengan ancaman hukuman yang sangat tinggi itu, Budi Santoso sebagai saksi kunci, meski dikabarkan tengah berada di luar negeri, harus dihadirkan.

"Kami meminta keras Budi Santoso dihadirkan di persidangan atau dia dicoret dari daftar saksi," kata Luthfie dengan suara keras. Sidang kemarin dijaga ketat oleh aparat kepolisian. Tidak sembarang orang bisa masuk ke ruang sidang karena pintu masuk PN Jaksel dikawal ketat. Setiap orang yang masuk diperiksa. Sementara jalan raya di depan PN Jaksel sesak oleh kendaraan. Maklum, sekitar 20-an massa pendukung Muchdi Pr berunjuk rasa di seberang jalan depan PN Jaksel. Mereka meneriakkan orasi agar sidang berjalan tanpa campur tangan pihak asing.


Editor

Terkini Lainnya

Iran Luncurkan Latihan Angkatan Laut di Rute Pelayaran Global

Iran Luncurkan Latihan Angkatan Laut di Rute Pelayaran Global

Internasional
Gubernur Sulut Beberkan Pencapaian 10 Program Prioritasnya

Gubernur Sulut Beberkan Pencapaian 10 Program Prioritasnya

Regional
Dua Perempuan Saudi Mengaku Kabur dan Dicegat di Bandara Hong Kong

Dua Perempuan Saudi Mengaku Kabur dan Dicegat di Bandara Hong Kong

Internasional
Anggota DPRD Buru Selatan Sengaja Menghilang karena Kecewa Dipecat

Anggota DPRD Buru Selatan Sengaja Menghilang karena Kecewa Dipecat

Megapolitan
Pejabat  yang Tembak Bocah 8 Tahun di Ambon Resmi Jadi Tersangka

Pejabat yang Tembak Bocah 8 Tahun di Ambon Resmi Jadi Tersangka

Regional
Setelah Serang Prabowo soal Penguasaan Lahan, Jokowi Juga Harus Terbuka

Setelah Serang Prabowo soal Penguasaan Lahan, Jokowi Juga Harus Terbuka

Nasional
Soal Senam di Sajadah, Bawaslu Jakbar Sebut Keterangan Saksi Beda dengan yang Viral di Medsos

Soal Senam di Sajadah, Bawaslu Jakbar Sebut Keterangan Saksi Beda dengan yang Viral di Medsos

Megapolitan
Memohon Agar Ambulans Dapat Lewat, Seorang Ibu di China Bersujud di Tengah Jalan

Memohon Agar Ambulans Dapat Lewat, Seorang Ibu di China Bersujud di Tengah Jalan

Internasional
Kabut Asap di Bengkalis, Warga Terserang Penyakit Batuk hingga Sesak Napas

Kabut Asap di Bengkalis, Warga Terserang Penyakit Batuk hingga Sesak Napas

Regional
Cuaca Buruk, KRL Tanah Abang-Rangkasbitung Gangguan Sinyal

Cuaca Buruk, KRL Tanah Abang-Rangkasbitung Gangguan Sinyal

Megapolitan
Sejumlah Tips Hadapi Banjir

Sejumlah Tips Hadapi Banjir

Megapolitan
Tipu 96.000 Jemaah Umrah, Istri Bos Abu Tours Divonis 19 Tahun Penjara

Tipu 96.000 Jemaah Umrah, Istri Bos Abu Tours Divonis 19 Tahun Penjara

Regional
Wapres Kalla Minta Para Gubernur Perbanyak Industri di Daerah

Wapres Kalla Minta Para Gubernur Perbanyak Industri di Daerah

Nasional
Diiringi Tangis Pilu, Puluhan Mahasiswa dan Masyarakat Tolak PLTU

Diiringi Tangis Pilu, Puluhan Mahasiswa dan Masyarakat Tolak PLTU

Regional
Disangka Penyelundup Manusia, Pembuat Film asal Jerman Dihajar Warga Rohingya

Disangka Penyelundup Manusia, Pembuat Film asal Jerman Dihajar Warga Rohingya

Internasional

Close Ads X