Panglima Sebut Anggota TNI yang Pukul Polantas akan Diproses Hukum - Kompas.com

Panglima Sebut Anggota TNI yang Pukul Polantas akan Diproses Hukum

Kristian Erdianto
Kompas.com - 11/08/2017, 19:57 WIB
Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan pandangannya dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) ke-1 Partai Hanura di Kuta, Bali, Jumat (4/8/2017). Dalam Rapimnas tersebut Panglima TNI menyampaikan tentang kondisi Bangsa Indonesia dan tantangan yang kemungkinan dihadapi ke depannya.ANTARA FOTO/NYOMAN BUDHIANA Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan pandangannya dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) ke-1 Partai Hanura di Kuta, Bali, Jumat (4/8/2017). Dalam Rapimnas tersebut Panglima TNI menyampaikan tentang kondisi Bangsa Indonesia dan tantangan yang kemungkinan dihadapi ke depannya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo angkat bicara terkait peristiwa pemukulan terhadap polisi satuan lalu lintas oleh anggota Komando Resor Militer Pekanbaru. Gatot menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut.

Menurut dia, pelaku pemukulan sudah ditahan di Denpom 1/3 Pekanbaru.

“Anggota tersebut sekarang sudah ditahan di Denpom 1/3 Pekanbaru," ujar Gatot seperti dikutip dari keterangan pers Pusat Penerangan Mabes TNI, Jumat (11/8/2017).

Gatot pun memastikan bahwa anggota TNI berinisial WS itu akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

"Yang bersangkutan tetap akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tutur Gatot.

Sebelumnya, viral di media sosial sebuah video yang menampilkan pria berseragam TNI membentak anggota polantas yang juga sedang mengendarai motor. Tidak jelas apa yang dikatakan anggota TNI itu, namun nada suaranya tinggi.

(Baca: Kronologi Oknum TNI Pukul Kepala Polisi Lalu Lintas di Pekanbaru)

Sementara, anggota polisi terlihat berbicara dengan tenang. WS, anggota TNI tersebut, kemudian menghampiri anggota polisi lebih dekat dan memukul bagian belakang helmnya.

Anggota polisi bernama Yoga itu langsung turun dari motornya dan masih mencoba berbicara dengan tenang. Akan tetapi, WS itu masih emosi dan menendang motor putih Yoga.

Peristiwa ini menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi. Sambil masih terbalut emosi, WS naik ke motornya dan meninggalkan lokasi. Yoga juga menjalankan motornya kembali.

Tak lama berselang, WS berhenti lagi dan turun dari motornya. Ia kembali memarahi Yoga yang berada di belakangnya. Kemudian anggota polisi lain datang dan merangkul WS untuk menenangkannya.

(Baca: Oknum TNI yang Pukul Polisi di Pekanbaru Disebut Alami Skizofrenia)

Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam Bukit Barisan Kolonel Edi Hartono membenarkan saat Kompas.com mengkonfirmasi foto WS yang nampak diborgol tangannya dan dirantai kakinya.

"Karena ada gangguan kejiwaannya, tentunya sebagai langkah antisipasi agar tidak ada korban berikutnya," kata Edi.

Menurut Edi, WS bertindak seperti itu karena mengalami gangguan kejiwaan. WS pernah menjalani pemeriksaan di rumah sakit militer. Hasilnya menyebutkan bahwa WS mengidap skizofrenia.

Setelah itu, WS menjalani pengobatan instensif dan sudah kembali bekerja. Namun, belakangan, penyakitnya kambuh.

"Dalam seminggu ini yang bersangkutan seperti orang bingung, ke sana kemari enggak jelas apa yang dikerjakan," kata Edi.

Kompas TV Video Pemukulan Polantas Viral di Media Sosial

PenulisKristian Erdianto
EditorSabrina Asril
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM