Substansi Revisi UU MD3 Diprediksi Akan Meluas - Kompas.com

Substansi Revisi UU MD3 Diprediksi Akan Meluas

Nabilla Tashandra
Kompas.com - 11/04/2017, 07:30 WIB
KOMPAS.com/SABRINA ASRIL Ilustrasi Gedung MPR/DPR/DPD

JAKARTA, KOMPAS.com - Revisi terbatas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD ( UU MD3) akan memasuki tahap pembahasan di tingkat panitia kerja (panja).

Hal itu disepakati dalam rapat Badan Legislasi (Baleg) bersama Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dan perwakilan Menteri Dalam Negeri, Senin (10/4/2017).

Panja RUU MD3 nantinya akan diketuai oleh Ketua Baleg DPR Supratman Andi Agtas. Revisi terbatas mencakup sejumlah perubahan. Di antaranya perubahan Pasal 15 dan 84 tentang Pimpinan MPR dan DPR.

Pimpinan dua lembaga tersebut nantinya akan ditambah satu orang untuk mengakomodasi Fraksi PDI Perjuangan sebagai partai pemenang pemilu 2014.

Terkait perubahan ini, terdapat pula ketentuan peralihan pada Pasal 427. Pasal tersebut menjelaskan bahwa pimpinan MPR dan DPR yang saat ini menjabat, akan terus menjabat hingga masa akhir tugasnya.

Perubahan lainnya adalah pada Pasal 105 juncto 104 tentang tugas Baleg DPR. Wewenang Baleg nantinya akan bertambah, yakni dapat menyiapkan dan menyusun rancangan undang-undang (RUU) usulan Baleg dan/atau anggotanya berdasarkan program prioritas.

(Baca juga: Revisi UU MD3, Anggota DPR Minta Baleg Diperkuat)

Revisi juga mencakup perubahan Pasal 121 tentang pimpinan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Pimpinan MKD akan ditambah satu orang menjadi lima orang.

Substansi meluas

Dinamika pada pembahasan revisi UU MD3 diprediksi akan berjalan tinggi. Tak menutup kemungkinan substansi pembahasan juga akan meluas, terutama pada pasal yang mengatur penambahan pimpinan MPR dan DPR.

Aditya Mufti Ariffin dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), misalnya. Dia menilai frasa "pemenang pemilu 2014" menimbulkan pertanyaan.

Sebab, kata Aditya, semua partai yang lolos ke parlemen adalah pemenang pada pemilu 2014. Jadi, frasa itu tak hanya untuk PDI Perjuangan yang meraup suara terbanyak.

"Kami butuh penjelasan 'untuk mengakomodir pemenang pemilu pada 2014', masuk parlemen adalah pemenang. Jadi, pemenang mana saja?" ujarnya.

Sementara itu, Ibnu Multazam dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan pihaknya setuju pembahasan RUU MD3 dilanjutkan ke tingkat panja.

Hanya saja, jadwal pembahasannya harus bisa tentatif.

"Artinya bisa berkembang, dinamis, untuk menampung dinamika rapat," ucap Ibnu.

"Apakah frase 'partai pemenang' selanjutnya akan dijadikan pasal tertulis atau kita bisa bahas selanjutnya," ujar dia.

Adapun Yandri Susanto dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) mengakui bahwa ada kemungkinan fraksi lain di luar PDI-P yang akan ikut meminta kursi pimpinan, baik di MPR maupun DPR.

Setidaknya, partai yang juga membidik kursi tersebut adalah Gerindra dan PKB yang masuk ke dalam lima besar partai pemenang pemilu di 2014 lalu.

Wacana ini telah bergulir sejak lama. Kuat kemungkinan dua partai tersebut akan memperjuangkan keinginannya pada rapat panja. Namun, tak menutup kemungkinan partai lainnya juga meminta jatah kursi pimpinan.

"Itu artinya harus dibahas secara serius dari hati ke hati. Jangan sampai pembahasan perubahan yang kedua ini membuat suasana di DPR menjadi tidak kompak atau satu sama lain saling menyandera. Sehingga pembahasan ini berlarut larut, situasi agak gaduh, itu enggak baik," kata Yandri.

Sedangkan Mukhamad Misbakhun dari Fraksi Partai Golkar menyampaikan pihaknya membuka peluang untuk mendiskusikan masalah tersebut.

Ia berharap muncul solusi untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada di DPR. Salah satunya berkaitan dengan kursi pimpinan DPR-MPR.

Adapun Rieke Diah Pitaloka dari Fraksi PDI Perjuangan, menilai RUU tersebut merupakan inisiatif DPR dan telah melalui mekanisme yang berlaku hingga Surat Presiden (Surpres) RUU MD3 akhirnya dikeluarkan.

Ia tak memungkiri adanya kemungkinan terjadinya perubahan substansi. Namun sedianya, pembahasan hanya dilakukan terhadap hal-hal yang telah disepakati

"Kami menghormati mekanisme yang ada, sehingga kami lanjutkan ke pembahasan tanpa menutup kemungkinan terjadinya perubahan," kata Rieke.

"Tapi draf ini sudah ketok palu di paripurna. Sesuatu yang sudah disepakati di paripurna hanya bisa dicabut di paripurna," ujar dia.

(Baca juga: Bahas Usulan RUU MD3 Bersama DPR, DPD Sampaikan 12 Poin Usulan)

Lebih cepat lebih baik

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang turut hadir dalam kesempatan tersebut tak memberi banyak catatan. Bahkan, pihak pemerintah menyetujui seluruh poin Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) yang disampaikan DPR.

Pemerintah menilai, semakin cepat pembahasan tersebut dirampungkan maka akan semakin baik.

"Akan lebih elok karena sudah sama-sama sepakat, kita ambil sebuah pantun. Ikan sepat ikan gabus, semakin cepat semaki bagus," tutur Yasonna.

Kompas TV Pengamat: Revisi UU MD3 Jangan Jadi Politik Akomodasi- Satu Meja

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisNabilla Tashandra
EditorBayu Galih
Komentar

Terkini Lainnya

Pelarangan Motor Diperluas, Transjakarta Siapkan 'Feeder' Lewati Jalan Ini

Pelarangan Motor Diperluas, Transjakarta Siapkan "Feeder" Lewati Jalan Ini

Megapolitan
Panik Usai Seruduk Motor, Sopir Fortuner Tabrak 2 Pemotor Lain hingga Tewas

Panik Usai Seruduk Motor, Sopir Fortuner Tabrak 2 Pemotor Lain hingga Tewas

Regional
Pengacara Destiara Bawa Bukti Baru soal Laporannya terhadap Wali Kota Kendari Terpilih

Pengacara Destiara Bawa Bukti Baru soal Laporannya terhadap Wali Kota Kendari Terpilih

Megapolitan
Jusuf Kalla: Tak Mungkin Ada Dua Cagub Golkar di Pilkada Jabar

Jusuf Kalla: Tak Mungkin Ada Dua Cagub Golkar di Pilkada Jabar

Nasional
Baru Bebas, Aman Abdurrahman Kembali Jadi Tersangka Terkait Bom Thamrin

Baru Bebas, Aman Abdurrahman Kembali Jadi Tersangka Terkait Bom Thamrin

Nasional
Tertibkan Bangunan, Satpol PP Temukan Kondom Berserakkan di Objek Wisata

Tertibkan Bangunan, Satpol PP Temukan Kondom Berserakkan di Objek Wisata

Regional
Dari Mana Sumber Dana First Travel Berangkatkan Umrah Seluruh Jemaah?

Dari Mana Sumber Dana First Travel Berangkatkan Umrah Seluruh Jemaah?

Megapolitan
Ganjar Pranowo: Selama Ini Saya Nyaman dengan Pak Heru...

Ganjar Pranowo: Selama Ini Saya Nyaman dengan Pak Heru...

Regional
Mereka yang Rela Tinggalkan Pekerjaan demi Laga Timnas Indonesia Vs Vietnam

Mereka yang Rela Tinggalkan Pekerjaan demi Laga Timnas Indonesia Vs Vietnam

Regional
Ratusan Penerbangan Dibatalkan Saat Topan Hato Dekati Hongkong

Ratusan Penerbangan Dibatalkan Saat Topan Hato Dekati Hongkong

Internasional
Soal Pilpres, Zulkifli Hasan Tak Bermimpi Jadi Capres atau Cawapres

Soal Pilpres, Zulkifli Hasan Tak Bermimpi Jadi Capres atau Cawapres

Nasional
Setelah di SPMN 13, PDAM Kota Tangerang Akan Pasang Keran Air Siap Minum di Sekolah Lain

Setelah di SPMN 13, PDAM Kota Tangerang Akan Pasang Keran Air Siap Minum di Sekolah Lain

Megapolitan
Hadapi Kekeringan, Ganjar Minta Masyarakat Menabung Air

Hadapi Kekeringan, Ganjar Minta Masyarakat Menabung Air

Regional
Pemuda Memerkosa Murid SMP dengan Iming-iming Sepatu Baru

Pemuda Memerkosa Murid SMP dengan Iming-iming Sepatu Baru

Megapolitan
Pemerintah Dukung Segala Upaya Penguatan KPK

Pemerintah Dukung Segala Upaya Penguatan KPK

Nasional