Jumat, 25 Juli 2014

News / Nasional

Ingin Suara Didengar saat Pemilu, Aliansi Buruh Bentuk PBPI

Minggu, 16 Februari 2014 | 22:35 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Sejumlah pimpinan aliansi buruh berkumpul dan mendeklarasikan diri ke dalam Poros Buruh Pekerja Indonesia (PBPI). Mereka menyerukan sikap agar saat Pemilu 2014 mendatang suara mereka dapat lebih didengar.

Sekretaris Jenderal PBPI, Rudi Prayitno mengatakan, selama ini Indonesia masih dinilai belum dapat memberikan ruang politik maksimal bagi kaum buruh dan pekerja untuk memperjuangkan aspirasinya di parlemen.

Melalui PBPI, diharapkan para buruh nantinya dapat memberikan dukungan bagi caleg yang berasal dari kalangan buruh agar dapat duduk di kursi parlemen.

"Pemilu 2014 diharapkan dapat menghasilkan suat kepemimpinan baru yang lebih mengedepankan pelaksanaan gagasan kebangsaan yang dinamis dan produktif," kata Rudi saat deklarasi pembentukan PBPI di Jakarta, Minggu (16/2/2014).

Sejumlah aliansi buruh turut mendukung pembentukan PBPI tersebut, di antaranya Serikat Pekerja Nasional (SPN), Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI), Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Gaspermindo), Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI), Ikatan Serikat Buruh Indonesia (ISBI), dan Serikat Pekerja Otomotif Indonesia (SPOI).

Lebih jauh, ia mengatakan, putusan Mahkamah Konstitusi yang memutuskan pemilu serentak namun baru dimulai pada 2019 mendatang rawan terjadi kekacauan konstitusi. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan ada kelompok tertentu yang menganggap hasil Pemilu 2014 inkonstitusional.

"Untuk mengantisipasi itu, PBPI mendorong diselenggarakannya rembuk nasional untuk mempertemukan tokoh-tokoh nasional dan negarawan dalam rangka mencari Konsensus Nasional yang bertujuan untuk mencari solusi alternatif dalam memecah kebuntuan tersebut," ujarnya.

Penulis: Dani Prabowo
Editor : Tri Wahono