Jumat, 25 April 2014

News / Nasional

Ibas: Lampu Merah buat Demokrat

Senin, 4 Februari 2013 | 12:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas meminta kepada semua kader Demokrat untuk menanggapi serius terus merosotnya elektabilitas Demokrat menjelang Pemilu 2014. Hal itu tecermin dari sejumlah survei. Ibas meminta semua kader partai untuk terus berbenah dan instrospeksi diri.

"Seharusnya semua kader introspeksi diri dan dengarkan koreksi rakyat lewat hasil survei. Hasil survei sudah merupakan lampu merah bagi Partai Demokrat," kata Ibas dalam siaran persnya kepada wartawan, Senin (4/1/2013).

Hal itu dikatakan Ibas menyikapi hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menunjukkan elektabilitas Partai Demokrat tinggal 8,3 persen.

Ibas mengakui bahwa citra Partai Demokrat terus merosot akibat sejumlah dugaan kasus korupsi yang melibatkan kader Partai Demokrat. Ditambah lagi ketidakjelasan status hukum kader Partai Demokrat dalam proses di Komisi Pemberantasan Korupsi. Dia tak menyebut siapa saja kader yang dimaksud.

"KPK harus segera memberikan kejelasan, kalau salah ya salah, kalau tidak ya tidak. Walaupun dugaan korupsi itu sesungguhnya bukan hanya ada pada kader Partai Demokrat," kata anggota Komisi I DPR itu.

Ibas menambahkan, pihaknya akan terus menjaga soliditas internal serta menempuh cara-cara yang bijak dan tepat untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat. Dia meminta kepada semua kader agar tetap yakin dan terus bekerja.

"Kader Partai Demokrat harus tetap optimis dan samiwatonah dalam menyikapi ujian ini. Selalu positif dan terus bergerak maju dengan menjalankan politik bersih, cerdas dan santun," pungkas Ibas.

Seperti diberitakan, dugaan keterlibatan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum dalam kasus dugaan korupsi proyek Hambalang disebut menjadi salah satu faktor terpuruknya elektabilitas Demokrat. Partai Demokrat merasa tersandera lantaran tidak ada kepastian dari KPK mengenai keterlibatan Anas.

Para elite Partai Demokrat sudah berkali-kali mendesak Anas mundur dari jabatan ketua umum. Hingga saat ini Anas masih bertahan dan merasa tidak terlibat dalam perkara Hambalang.

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Demokrat "Terjun" Bebas


Penulis: Sandro Gatra
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary