Minggu, 20 April 2014

News / Nasional

KPK Gelar Perkara Hambalang Pekan Depan

Rabu, 4 Juli 2012 | 19:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi akan kembali melakukan gelar perkara terkait penyelidikan proyek pembangunan pusat pelatihan olahraga Hambalang, Jawa Barat, pekan depan. Melalui gelar perkara tersebut, KPK akan menentukan apakah status penyelidikan Hambalang bisa ditingkatkan ke tahap penyidikan atau masih butuh pendalaman.

"Seperti gelar perkara sebelumnya, gelar perkara minggu depan akan melihat hasil apakah sudah dianggap cukup atau belum permintaan keterangan dan alat bukti," kata Juru Bicara KPK Johan Budi, Rabu (4/7/2012) di Jakarta.

Hari ini, KPK meminta keterangan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Johan mengatakan, pemintaan keterangan Anas hari ini merupakan lanjutan dari Rabu (26/7/2012) pekan lalu. Dalam sepekan ini, KPK kembali fokus memeriksa sejumlah pihak. Selain Anas, hari ini KPK memeriksa sopir Anas yang bernama Riyadi serta Henny dan Sutrisno dari pihak Adhi Karya.

Seusai dimintai keterangan selama kurang lebih tujuh jam, Anas mengaku menyampaikan banyak hal ke penyelidik KPK. Salah satunya, menurut Anas, terkait informasi soal pertemuan dirinya dengan pihak PT Adhi Karya, salah satu perusahaan yang menjadi rekanan proyek Hambalang.

Kepada KPK, Anas mengaku tidak pernah bertemu dengan pihak PT Adhi Karya. Selebihnya, Anas enggan melayani pertanyaan para pewarta. Dia meminta agar pertanyaan diajukan langsung ke penyelidik KPK. "Yang terpenting dari ini, kita harus mendukung KPK untuk segera tuntaskan kasu sini, kalau kasus ini tuntas, KPK bisa bergerak menunggu penyelesaian KPK," ucapnya. Sama halnya dengan semua pihak, lanjut Anas, dirinya mendukung KPK untuk meningkatkan kinerja dalam menuntaskan kasus-kasus, termasuk penyelidikan Hambalang.

Terkait penyelidikan proyek Hambalang ini, KPK sudah meminta keterangan sekitar 70 orang. Selain Anas, mereka yang dimintai keterangan antara lain, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, istri Anas Urbaningrum Athiyyah Laila, pengurus PT Dutasari Citralaras Mahfud Suroso, Direktur Utama PT Duta Graha Indah (PT DGI) Dudung Purwadi, Manajer Pemasaran PT DGI Mohamad El Idris, mantan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam, Kepala Badan Pertahanan Nasional Joyo Winoto, anggota Komisi II DPR asal Fraksi Partai Demokrat Ignatius Mulyono, dan Sekretaris Departemen Pemuda dan Olahraga DPP Partai Demokrat Munadi Herlambang.


Penulis: Icha Rastika
Editor : Laksono Hari W