Ismi Minta Didoakan Sebelum Berangkat Kerja
- Penulis :
- Maria Natalia
- Kamis, 10 Mei 2012 | 15:51 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Orangtua Ismiati, reporter Trans TV, mendatangi Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Kamis (10/5/2012), untuk mencari informasi keadaan putri mereka.
Ibu Ismiati tampak lemah dan tak kuasa menahan air matanya. Ia dibopong sang suami, Sikun Hadisoenarto, saat memasuki terminal kedatangan bandara tersebut. Menurut Sikun, tak ada firasat apa pun saat Ismi berpamitan sebelum berangkat kerja.
"Waktu itu dia sekalian pamit liputan, dia bilang minta didoain biar kerjanya lancar. Dia sudah enam bulan kerja di Trans TV. Sebentar lagi juga habis masa training-nya," kata Sikun.
Saat itu, Sikun tak menyangka putrinya meliput dan mengikuti demo flight Sukhoi Superjet 100. Kabar pesawat itu hilang dari pantauan diketahui keluarga dari pihak Trans TV yang meneleponnya pada Rabu (9/5/2012) sore kemarin.
"Setelah dia pamitan itu, kita enggak kontak lagi. Baru waktu maghrib mendapat kabar itu. Mudah-mudahan anak saya dan semuanya selamat," tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Sikun mengaku hanya bisa memasrahkan nasib anaknya dari hasil pencarian tim SAR di tempat Sukhoi tersebut jatuh. Ia berharap Ismi selamat dan melanjutkan kariernya sebagai reporter di Trans TV.
"Mohon doanya dari semua supaya selamat. Saya mohon maaf juga atas nama Ismi apabila dalam tugasnya kurang dedikasinya, mohon dimaafkan. Sekali lagi saya mohon doanya dari semua pihak," ungkap Sikun.
Kecelakaan Pesawat Sukhoi
Berita Terkait
- Sky Aviation Percaya Diri Gunakan Sukhoi Superjet 100
- Ini Tiga Kesalahan Fatal Pilot Sukhoi Superjet 100
- Rusia Janji Beri Ganti Rugi Rp 1,25 Miliar untuk Setiap Korban
- Detik-detik Jatuhnya Pesawat Sukhoi Terekam Jelas
- Tiga Sebab Pesawat Sukhoi Menabrak Gunung Salak
- KNKT: Tak Ditemukan Kerusakan Sistem di Sukhoi