Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Budiman Tanuredjo
Wartawan Senior

Wartawan

Densus 88 Kuntit JAM Pidsus, Hari-hari Penuh Tanya

Kompas.com - 25/05/2024, 10:12 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

LIBURAN Waisak pada Kamis, 23 Mei 2024 dan libur nasional pada Jumat, 24 Mei 2024, menjadi tidak tenang. Banyak menimbulkan tanya. Spekulasi merebak.

Di sejumlah grup WhatsApp beredar berbagai berita yang memberikan kesan dan pesan sedang ada sesuatu di negeri ini.

Coba disimak sejumlah berita online yang beredar. “Satu Anggota Densus 88 Ditangkap Polisi Militer, Usai Mata-matai Jampidsus” (Tempo).

“Kuntit Jampidsus: Pengamat Keamanan: Densus Langgar UU (Kompas.ID).

“Kejagung Respons Anggota Densus 88, Diduga Mata-matai Jampidsus.”

Berita soal Densus itu kemudian dikaitkan dengan berita Kejaksaan Agung diteror konvoi kendaraan bersirene.

“Jangan biarkan spekulasi bergerak liar. Presiden Jokowi harus memerintahkan Kapolri (Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo) dan Jaksa Agung (ST Burhanuddin) untuk menjelaskan kepada publik, apa yang sebenarnya terjadi. Jika ada pelanggaran, ya ditindak,” kata anggota Komisi III DPR Benny K Harman ketika saya tanya soal peristiwa penguntitan Densus 88 terhadap JAM Pidsus, Sabtu 25 Mei 2024.

Dalam berita-berita itu tidak ada penjelasan resmi dan lengkap dari otoritas berwenang soal apa yang terjadi di Kejaksaan Agung.

Portal berita Tempo.co melaporkan, dua orang yang mengetahui peristiwa itu bercerita kejadian tersebut sekitar pukul 20.00 atau 21.00. Febrie Adriansyah disebut kerap menyambangi restoran yang menyajikan kuliner Perancis itu untuk makan. Pada Ahad pekan lalu, Febrie tiba di restoran itu bersama satu ajudan dan motor patwal Polisi Militer.

Dua orang yang mengetahui peristiwa itu menyebut kedatangan Febrie disusul oleh dua orang diduga anggota Densus 88. Mereka berpakaian santai dan datang dengan jalan kaki.

Salah seorang dari anggota Densus 88 itu disebut meminta meja di lantai dua dengan alasan ingin merokok. Namun, pria tersebut selalu mengenakan masker.

Febrie Ardiansyah ketika itu berada di ruangan VIP di lantai dua juga dengan dinding kaca. Pria yang belakangan diketahui anggota Densus 88 itu tetap mengenakan maskernya dan hanya sesekali menyesap rokok. Pria itu kemudian mengarahkan alat yang diduga perekam ke arah ruangan Febrie.

Polisi militer yang mengawal Febrie pun curiga dengan pria itu. Febrie memang belakangan dikawal polisi militer TNI atas bantuan pengamanan dari Jaksa Agung Muda Bidang Militer lantaran Jampidsus sedang menangani kasus korupsi besar seperti kasus tambang.

Apalagi penyidik Kejagung saat menggeledah di Bangka Belitung dalam menangani kasus timah juga mendapatkan intimidasi.

Orang yang mengetahui kejadian ini menyebut ketika dua orang anggota Densus 88 berjalan setengah lari keluar restoran, satu di antara mereka langsung dirangkul oleh polisi militer dan satu yang lain lolos.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com