Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Dens Saputra
Dosen

Menulis adalah seni berbicara

Komeng dan Tragedi Politisi

Kompas.com - 22/02/2024, 10:53 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

POLITISI disebut politikus jika mampu menggunakan berbagai cara untuk merebut kekuasaan. Setiap strategi digunakan dengan kreatif dan efisien untuk menarik simpati.

Kisah–kisah unik penggunaan strategi politik terjadi di Pemilu kali ini. Bahkan pascapemilu selesai.

Ada caleg gagal dan meminta uangnya dikembalikan, emak-emak protes hasil pemilu, atau saling sindir antarkeluarga karena pilihan politik yang berbeda.

Ada satu kisah jenaka dari Komedian Komeng. Kisah jenaka ini dimulai saat Alfiansyah Komeng muncul di kertas suara DPD Dapil Jawa Barat Pemilu 2024.

Foto nyeleneh Komeng mengundang gelak tawa bagi pemilih. Pasalnya pembawa acara “spontan” tersebut menampilkan foto jenaka dan berbeda dari biasanya.

Bahkan saat memberikan foto tersebut kepada KPU setempat, reaksi para petugas adalah kebingungan dan kurang yakin. Namun dengan santai Komeng meyakinkan mereka.

Sembari mengenakan baju berwarna biru, Komeng membuka mulut dengan gigi bagian bawah terlihat, memiringkan kepala ke kiri, serta membelalakkan mata.

Belakangan diketahui foto tersebut hanya diambil menggunakan handphone. Ekspresinya lucu dan nyeleneh, persis seperti membawakan acara komedi.

Tanpa sadar perilaku jenaka Komeng menjadi stategi politik yang meraup untung besar. Perolehan sementara sebesar 1.969.572 suara hingga Kamis (22/2/2024) pukul 10.20 WIB, membuat Komeng berada di urutan teratas.

Anggota Persatuan Seniman Komedi Indonesia (PASKI) ini masih unggul relatif jauh dari perolehan suara terbanyak kedua, seorang pengusaha Aanya Risma Casmayanti yang memperoleh sekitar 817.000 suara.

Tidak disangka, Komeng akan segera menuju Senayan. Kemenangannya datang dari pose aneh dan nyeleneh.

Pencentus brand “Spontan Uhuy” ini tidak pernah melakukan kampanye. Warga dibuat kaget ketika melihat wajah Komeng terpampang di kertas Suara DPD.

Bagi Komeng, dia tidak memiliki ambisi apapun selain memperjuangkan Hari Komedi. Jika terpilih bersyukur, jika tidak juga tetap bersyukur. Ketulusan itulah yang mungkin menggugah masyarakat untuk memilih komedian seperti Komeng.

Meskipun tidak ada strategi politik yang dilakukan, Komeng telah menjadi politisi yang mampu menggunakan berbagai cara meraup suara.

Padahal pengambilan foto dilakukan secara spontan karena permintaan dari KPU. Secara simbolik foto nyeleneh Komeng memberikan tamparan kepada politisi bahwa dunia politik tidak melulu tentang glamoritas.

Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kemerdekaan Palestina Jadi Syarat RI Normalisasi Hubungan dengan Israel

Kemerdekaan Palestina Jadi Syarat RI Normalisasi Hubungan dengan Israel

Nasional
Mungkinkah Prabowo Pertemukan Jokowi, SBY, dan Megawati dalam Satu Meja?

Mungkinkah Prabowo Pertemukan Jokowi, SBY, dan Megawati dalam Satu Meja?

Nasional
'One Way' Diperpanjang di Km 414 Tol Kalikangkung hingga Km 72 Tol Cipali

"One Way" Diperpanjang di Km 414 Tol Kalikangkung hingga Km 72 Tol Cipali

Nasional
Tanggal 16 April 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 16 April 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Pengamat Sebut Penyebutan KKB Jadi OPM Langkah Maju dari Pemerintah

Pengamat Sebut Penyebutan KKB Jadi OPM Langkah Maju dari Pemerintah

Nasional
Cerita Samsuri Bandingkan Fasilitas Kereta Api Dulu dan Sekarang, bagai Langit dan Bumi

Cerita Samsuri Bandingkan Fasilitas Kereta Api Dulu dan Sekarang, bagai Langit dan Bumi

Nasional
Buntut Kecelakaan Maut di Jalur Contraflow Tol Cikampek, 'Safety Car' Bakal Kawal Pemudik

Buntut Kecelakaan Maut di Jalur Contraflow Tol Cikampek, "Safety Car" Bakal Kawal Pemudik

Nasional
Pertemuan Jokowi dan Megawati Tak Usah Ditambahi Syarat Politis

Pertemuan Jokowi dan Megawati Tak Usah Ditambahi Syarat Politis

Nasional
Dipastikan, Tak Ada WNI Jadi Korban Penusukan di Bondi Junction, Sydney

Dipastikan, Tak Ada WNI Jadi Korban Penusukan di Bondi Junction, Sydney

Nasional
Akhir Pekan di Sumut, Jokowi Belanja Jeruk, Mangga, hingga Salak

Akhir Pekan di Sumut, Jokowi Belanja Jeruk, Mangga, hingga Salak

Nasional
OPM Ajukan Syarat Pembebasan Pilot Susi Air Philips Mark Mehrtens

OPM Ajukan Syarat Pembebasan Pilot Susi Air Philips Mark Mehrtens

Nasional
Tampilkan Lagi Pilot Susi Air dalam Video, OPM Minta Bom Dihentikan

Tampilkan Lagi Pilot Susi Air dalam Video, OPM Minta Bom Dihentikan

Nasional
Antisipasi Arus Balik, Pemerintah Beri Izin ASN untuk WFH 16-17 April

Antisipasi Arus Balik, Pemerintah Beri Izin ASN untuk WFH 16-17 April

Nasional
Menteri Anas: WFH ASN Maksimal 50 Persen pada 16-17 April, Pelayanan Publik Wajib WFO 100 Persen

Menteri Anas: WFH ASN Maksimal 50 Persen pada 16-17 April, Pelayanan Publik Wajib WFO 100 Persen

Nasional
Mensos Risma Paparkan Program PENA untuk Penerima Bansos dan Penyandang Disabilitas kepada Direktur OECD

Mensos Risma Paparkan Program PENA untuk Penerima Bansos dan Penyandang Disabilitas kepada Direktur OECD

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com