Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kata PSI soal Dukungan untuk Ganjar jika PDI-P Tak Bersama Koalisi Besar

Kompas.com - 20/04/2023, 11:54 WIB
Tatang Guritno,
Novianti Setuningsih

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi salah satu partai politik (parpol) nonparlemen yang turut menjajaki pembentukan koalisi besar.

Namun, hingga kini PDI-P nampaknya belum ikut menjajaki pembentukan koalisi tersebut.

Padahal, PSI telah menyatakan mendukung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang merupakan kader PDI-P sebagai calon presiden (capres).

“Ini kan (pendaftaran capres) masih jauh. Sekali lagi, kalau hasil rembuk rakyat belum berubah ya, sampai saat ini hasilnya tetap Mas Ganjar memimpin,” ujar Wakil Ketua Umum PSI Andy Budiman di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (19/4/2023).

Baca juga: PSI Sebut Airlangga Cocok Maju pada 2024, tapi Tetap Dukung Ganjar

Namun, ia membuka kemungkinan bahwa keputusan PSI mendukung Ganjar bisa jadi berubah jelang pendaftaran capres-cawapres di Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.

Adapun KPU RI telah menetapkan pendaftaran capres-cawapres dibuka 19 Oktober hingga 25 November 2023.

“Tapi mengenai (dinamika) ke depan, tentu saja masih ada waktu sampai bulan November,” kata Andy.

Hanya saja, ia menekankan bahwa PSI akan tetap berada di belakang Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Artinya, PSI akan memberi dukungan pada capres yang didukung oleh Jokowi.

“Karena kita berfikir penting melanjutkan apa yang dikerjakan Pak Jokowi,” ujar Andy.

Baca juga: Elektabilitas PDI-P Terdampak Pembatalan Piala Dunia U20, Survei Indikator: Jadi Beda Tipis dengan Gerindra

Meski begitu, ia mengklaim saat ini penjajakan koalisi besar belum sampai pada tahap penentuan capres-cawapres.

“Tapi, yang paling penting itu kan semangatnya, visinya harus sama dulu. Itu yang sebetulnya menjadi tujuan besar dari koalisi besar ini,” kata Andy.

Diketahui, PSI telah menyatakan mendukung Ganjar dan Yenny Wahid sebagai pasangan capres-cawapres.

Namun, saat ini PDI-P belum mengikuti penjajakan koalisi besar yang tengah dibuka oleh lima partai politik (parpol) parlemen, yakni Partai Golkar, PAN, PPP, Gerindra, dan PKB.

Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan, penjajakan baru akan berlangsung setelah partai banteng mengumumkan capresnya.

Baca juga: Ikut Jajaki Koalisi Besar, PSI: Tegak Lurus Sama Pak Jokowi

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Hasto PDI-P Sebut Risma Belum Ditugaskan untuk Maju di Pilkada Jatim

Hasto PDI-P Sebut Risma Belum Ditugaskan untuk Maju di Pilkada Jatim

Nasional
Psikolog Forensik Beberkan Dugaan Pelanggaran Etik dalam Penyidikan Kasus 'Vina Cirebon'

Psikolog Forensik Beberkan Dugaan Pelanggaran Etik dalam Penyidikan Kasus "Vina Cirebon"

Nasional
Upaya Polri Perangi Judi “Online”, Bandar Dijerat TPPU hingga Buka “Hotline”

Upaya Polri Perangi Judi “Online”, Bandar Dijerat TPPU hingga Buka “Hotline”

Nasional
Pihak Pegi Setiawan Laporkan Penyidik Polda Jabar ke Propam, Polri: Kami Tak Jawab Dulu

Pihak Pegi Setiawan Laporkan Penyidik Polda Jabar ke Propam, Polri: Kami Tak Jawab Dulu

Nasional
Penculikan Aktivis '98 dan Para Orangtua yang Wafat dalam Penantian...

Penculikan Aktivis '98 dan Para Orangtua yang Wafat dalam Penantian...

Nasional
[POPULER NASIONAL] PDI-P Ingin Usung Kader Sendiri di Pilkada Jakarta | Jemaah Haji Plus Asal Jakarta Terkatung-katung di Mina

[POPULER NASIONAL] PDI-P Ingin Usung Kader Sendiri di Pilkada Jakarta | Jemaah Haji Plus Asal Jakarta Terkatung-katung di Mina

Nasional
Tanggal 25 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 25 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Tanggal 24 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 24 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Polri Sebut Mayoritas Judi Online Dioperasikan dari Mekong Raya

Polri Sebut Mayoritas Judi Online Dioperasikan dari Mekong Raya

Nasional
KPK Sadap Lebih dari 500 Ponsel, tetapi 'Zonk' karena Koruptor Makin Pintar

KPK Sadap Lebih dari 500 Ponsel, tetapi "Zonk" karena Koruptor Makin Pintar

Nasional
Polri Sebut Bandar Judi “Online” Akan Dijerat TPPU

Polri Sebut Bandar Judi “Online” Akan Dijerat TPPU

Nasional
Pimpinan KPK Sebut OTT 'Hiburan' agar Masyarakat Senang

Pimpinan KPK Sebut OTT "Hiburan" agar Masyarakat Senang

Nasional
Dapat Banyak Ucapan Ulang Tahun, Jokowi: Terima Kasih Seluruh Masyarakat Atas Perhatiannya

Dapat Banyak Ucapan Ulang Tahun, Jokowi: Terima Kasih Seluruh Masyarakat Atas Perhatiannya

Nasional
Polri: Perputaran Uang 3 Situs Judi Online dengan 18 Tersangka Capai Rp1 Triliun

Polri: Perputaran Uang 3 Situs Judi Online dengan 18 Tersangka Capai Rp1 Triliun

Nasional
Menag: Tidak Ada Penyalahgunaan Kuota Haji Tambahan

Menag: Tidak Ada Penyalahgunaan Kuota Haji Tambahan

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com