Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Puan: Jaga Harkat dan Martabat DPR dengan Berhati-hati dalam Bersikap

Kompas.com - 18/10/2022, 13:25 WIB
Nicholas Ryan Aditya,
Bagus Santosa

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPR Puan Maharani menyadari bahwa lembaga Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) belum sempurna. Oleh karena itu, dia meminta anggota DPR untuk menjaga sikapnya dalam bertindak.

Puan menyadarai masih terdapat kesalahan satu dua orang dari anggota dewan. Namun, hal itu dinilai tidak merepresentasikan lembaga DPR secara keseluruhan.

"Jaga selalu harkat dan martabat DPR dengan berhati-hati dalam bersikap. Jangan sampai nila setitik kemudian merusak susu sebelanga,” kata Puan dalam keterangannya, Senin (17/10/2022).

Baca juga: Jokowi Sebut PDI-P Belum Putuskan Kandidat Capres, Termasuk untuk Puan Maharani

Hal itu disampaikan Puan dalam peringatan Hari Parlemen Nasional yang jatuh setiap tanggal 16 Oktober.

Ia pun mengajak seluruh anggota dewan untuk meningkatkan kinerja dan terus memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Peringatan Hari Parlemen 2022 harus menjadi momentum untuk DPR RI berbenah diri demi meningkatkan kepercayaan masyarakat yang kita wakili,” ujarnya.

Ketua DPP PDI-P itu menegaskan, perbaikan kinerja dewan juga harus selalu dilakukan. Anggota dewan pun, dia minta, lebih mendekatkan diri kepada rakyat yang telah memberikan amanah dalam memperjuangkan aspirasi mereka.

Anggota DPR RI harus melekat dan menyatu dengan rakyat, khususnya di daerah pemilihannya masing-masing. Sebagai perwakilan mereka, kita tidak boleh berjarak dengan rakyat,” katanya.

Dia menambahkan, anggota DPR memiliki tanggung jawab yang besar dalam mewakili aspirasi konstituennya di daerah masing-masing.

Baca juga: Soal Pansus Tragedi Kanjuruhan, Puan Maharani: Saya Minta Hargai Dulu Tim Independen Pemerintah

Oleh karena itu, ia mengimbau agar para anggota dewan rajin turun ke lapangan bertemu dengan konstituennya, terutama di waktu reses.

“Khususnya di masa reses seperti saat ini, anggota DPR RI harus mau bertemu dan bertatapan dengan konstituen secara langsung guna menyerap aspirasi rakyat," pinta Puan.

"Jadi kita tahu apa saja permasalahan yang rakyat hadapi, kemudian berupaya mencarikan solusi sesuai dengan fungsi dan kewenangan DPR,” lanjutnya.

Mantan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) itu menekankan, masa reses harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh anggota dewan untuk mendekatkan diri kepada rakyat.

Baca juga: Ungkap Sikap DPR, Puan Maharani Harap Kenaikan Harga BBM Tak Buat Kualitas Kesejahteraan Rakyat Turun

Ia mengingatkan, anggota DPR harus berupaya mengurangi beban yang dirasakan rakyat.

“Dan kita baru akan tahu apa yang sebenarnya diharapkan rakyat saat kita bertemu langsung dengan mereka, mendengarkan dengan seksama kegelisahan dan aspirasi mereka sehingga saat masa sidang berlangsung nanti, kita bisa sampaikan kepada Pemerintah serta mencarikan solusinya bersama-sama,” tutur dia.

Perlu diketahui, DPR tengah memasuki Masa Reses Masa Persidangan I Tahun Sidang 2022-2023 yang dimulai Rabu (5/10/2022) hingga Senin (31/10/2022).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Harap PTUN Kabulkan Gugatan, PDI-P: MPR Bisa Tidak Lantik Prabowo-Gibran

Harap PTUN Kabulkan Gugatan, PDI-P: MPR Bisa Tidak Lantik Prabowo-Gibran

Nasional
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron Absen Sidang Etik Perdana

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron Absen Sidang Etik Perdana

Nasional
Terbukti Selingkuh, Hakim Pengadilan Agama di Asahan Diberhentikan

Terbukti Selingkuh, Hakim Pengadilan Agama di Asahan Diberhentikan

Nasional
Dukung Program Prabowo-Gibran, Partai Buruh Minta Perppu Cipta Kerja Diterbitkan

Dukung Program Prabowo-Gibran, Partai Buruh Minta Perppu Cipta Kerja Diterbitkan

Nasional
Sidang Gugatan PDI-P Kontra KPU di PTUN Digelar Tertutup

Sidang Gugatan PDI-P Kontra KPU di PTUN Digelar Tertutup

Nasional
Hakim MK Berang KPU Tak Hadiri Sidang Sengketa Pileg, Tuding Tak Pernah Serius sejak Pilpres

Hakim MK Berang KPU Tak Hadiri Sidang Sengketa Pileg, Tuding Tak Pernah Serius sejak Pilpres

Nasional
PTUN Gelar Sidang Perdana PDI-P Kontra KPU Hari Ini

PTUN Gelar Sidang Perdana PDI-P Kontra KPU Hari Ini

Nasional
Profil Andi Gani, Tokoh Buruh yang Dekat dengan Jokowi Kini Jadi Staf Khusus Kapolri

Profil Andi Gani, Tokoh Buruh yang Dekat dengan Jokowi Kini Jadi Staf Khusus Kapolri

Nasional
Timnas Lawan Irak Malam Ini, Jokowi Harap Indonesia Menang

Timnas Lawan Irak Malam Ini, Jokowi Harap Indonesia Menang

Nasional
Peringati Hardiknas, KSP: Jangan Ada Lagi Cerita Guru Terjerat Pinjol

Peringati Hardiknas, KSP: Jangan Ada Lagi Cerita Guru Terjerat Pinjol

Nasional
Kekerasan Aparat dalam Peringatan Hari Buruh, Kontras Minta Kapolri Turun Tangan

Kekerasan Aparat dalam Peringatan Hari Buruh, Kontras Minta Kapolri Turun Tangan

Nasional
Menag Sebut Jemaah RI Akan Dapat 'Smart Card' Haji dari Pemerintah Saudi

Menag Sebut Jemaah RI Akan Dapat "Smart Card" Haji dari Pemerintah Saudi

Nasional
Sengketa Pileg, PPP Klaim Ribuan Suara Pindah ke Partai Garuda di Dapil Sumut I-III

Sengketa Pileg, PPP Klaim Ribuan Suara Pindah ke Partai Garuda di Dapil Sumut I-III

Nasional
Temui KSAD, Ketua MPR Dorong Kebutuhan Alutsista TNI AD Terpenuhi Tahun Ini

Temui KSAD, Ketua MPR Dorong Kebutuhan Alutsista TNI AD Terpenuhi Tahun Ini

Nasional
Jokowi Resmikan Bendungan Tiu Suntuk di Sumbawa Barat, Total Anggaran Rp 1,4 Triliun

Jokowi Resmikan Bendungan Tiu Suntuk di Sumbawa Barat, Total Anggaran Rp 1,4 Triliun

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com