Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Survei Litbang "Kompas": Mayoritas Responden Nilai Pengungkapan Kasus Brigadir J Masih Tidak Transparan

Kompas.com - 05/09/2022, 09:29 WIB
Rahel Narda Chaterine,
Dani Prabowo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Survei Litbang Kompas mengungkapkan mayoritas responden menilai pengungkapan kasus kematian Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat masih tidak transparan.

Hal ini terungkap berdasarkan survei yang dibuat Litbang Kompas pada periode 23-26 Agustus 2022. Total responden dalam survei ini sebanyak 502 responden dari 34 provinsi di Indonesia.

Para responden ditanyakan soal, “apakah pengungkapan kematian kasus Brigadir J sudah transparan kepada publik?”.

Baca juga: Desak Polri Usut Dugaan Pidana Eks Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, LBH Jakarta Bandingkan dengan Kasus Sambo

Hasil survei mengungkapkan sebanyak 44,9 responden menyatakan pengungkapan kasus Brigadir J masih tidak transparan.

Selanjutnya, ada 4,6 persen responden yang menyatakan sangat tidak transparan. Sedangkan ada 9,7 persen yang menyatakan tidak tahu.

Sementara itu, ada 33,5 persen responden yang menyatakan sudah transparan dan 7,3 persen menyebut sangat transparan.

Adapun survei ini memiliki tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dengan nirpencuplikan penelitian kurang lebih 4,37 persen.

Baca juga: Komnas Perempuan: Yang Dilakukan Sambo Rusak Sistem Penanganan Kekerasan Seksual

Meski banyak yang menilai pengungkapan kasus Brigadir J tidak transparan. Namun, mayoritas responden juga yakni bahwa Polri dapat mengungkap kasus kematian Brigadir J secara tuntas.

Sebanyak 57,9 persen dan 9,7 persen responden menyatakan yakin dan sangat yakni bahwa kasus kematian Brigadir J dapat diungkap secara tuntas.

Sementara itu, ada 26,9 persen manyatakan tidak yakin, 2,6 persen sangat tidak yakin, dan 2,9 persen tidak tahu.

Diketahui Brigadir J meninggal dunia dengan sejumlah luka tembak di rumah dinas Mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Irjen Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta, 8 Juli 2022.

Baca juga: Brigadir J Diduga Perkosa Putri Candrawathi, Komnas HAM: Keterangan Pacar Perkuat Kesaksian Pelecehan Seksual Istri Ferdy Sambo

Dalam kasus itu, sudah ditetapkan 5 tersangka yakni Ferdy Sambo (dalang dari penembakan), Bharada E atau Richard Eliezer (penembak Brigadir J), Bripka RR atau Ricky Rizal (ajudan Sambo), Kuat Ma’ruf (asisten rumah tangga Sambo), Putri Candrawathi (istri Sambo).

Para tersangka saat ini dijerat pasal pembunuhan berencana yakni Pasal 340 KUHP juncto 338 juncto 55 dan 56 KUHP.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com