Kompas.com - 14/07/2022, 17:43 WIB
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan jemaah haji yang sehat tidak perlu melakukan karantina terpusat usai pulang dari Mekkah, Arab Saudi.

Kepala Pusat Kesehatan Haji, Budi Sylvana, MARS menegaskan, jemaah haji yang sehat boleh langsung pulang ke rumah masing-masing. Artinya, pengawasan kesehatan dilakukan secara mandiri.

"Jadi tidak ada karantina terpusat selama 21 hari kepada jemaah haji. Kami ulangi, tidak ada karantina kepada jemaah haji kita. Yang ada adalah pengawasan kesehatan secara mandiri di daerah masing-masing," ucap Budi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (14/7/2022).

Budi menuturkan, pengawasan kesehatan perlu dilakukan selama 21 hari usai pulang dari Tanah Suci.

Baca juga: Tiba di Tanah Air pada 18 Juli, Jemaah Haji Asal Bekasi Bisa Dijemput di Sekitar Asrama Haji

Jemaah akan dibagikan Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jemaah haji/K3JH untuk dilakukan pengawasan oleh dinas kesehatan (dinkes) setempat. Jika merasa sakit, Budi meminta jemaah segera memeriksakan diri ke faskes-faskes terdekat.

Dia bilang, pemeriksaan merupakan bagian dari usaha untuk melakukan deteksi dini agar tidak terjadi penularan penyakit di Tanah Air. Beberapa penyakit yang menular dan berpotensi diidap adalah Covid-19, meningitis, dan penyakit menular lain.

"Jemaah kita minta agar segera memeriksakan diri ke faskes terdekat bila rasakan gangguan kesehatan. Pengawasan kesehatan secara mandiri dilakukan untuk antisipasi infeksi penyakit secara menular yang dapat menimbulkan Public Health Emergency of International Concern," tuturnya.

Adapun setibanya di Tanah Air, jemaah harus lebih dulu menjalani skrining kesehatan saat kedatangan di bandara internasional debarkasi.

Skrining itu meliputi pengecekan suhu melalui thermal scanner dan thermal gun, serta melakukan observasi terhadap jemaah di debarkasi untuk melihat tanda dan gejala penyakit.

Jika terdapat jemaah dengan gejala demam atau menunjukkan potensi penyakit menular, maka jemaah perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut melalui tes PCR. Apabila hasil reagen menunjukkan reaktif, maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Jika hasilnya positif, akan dirujuk ke fasilitas isolasi terpusat untuk kasus tanpa gejala/gejala ringan. Sementara yang bergejala sedang/berat akan dirujuk ke RS Rujukan Covid-19” jelas Budi.

Selain skrining kesehatan, Kemenkes menyiapkan posko kesehatan di bandara untuk pelayanan rawat jalan, emergency, dan rujukan. Lalu, menyediakan mobil ambulans dan tenaga medis sebagai antisipasi terhadap penyakit menular.

Kemenkes juga menyiapkan sistem surveilans kesehatan terhadap jemaah haji Indonesia yang tiba di tanah air besama dengan dinas kesehatan kabupaten/kota.

Baca juga: Program Haji Kembali Dibuka, Pedagang Oleh-oleh Haji di Tanah Abang Banjir Pesanan

Sebagai informasi, sebanyak 4.765 Jemaah haji gelombang pertama akan mulai bertolak ke Tanah Air pada tanggal 15 - 16 juli 2022 melalui Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi.

Kepala Daerah Kerja Mekkah Kementerian Agama Muhammad Khanif mengatakan, enam kloter tersebut merupakan jemaah haji Indonesia yang selesai melaksanakan ibadahnya.

"Ada enam kloter yang akan pulang ke Tanah Air dari Mekkah Al-Mukarramah, masing-masing kloter pertama Embarkasi Solo (SOC 1), Padang (PDG 1), Jakarta–Bekasi (JKS 1), dan Jakarta–Pondok Gede (JKG 1)," ujar Khanif dalam keterangan tertulis, Rabu (13/7/2022).

"Lainnya adalah kloter kedua Embarkasi Solo (SOC 2) dan Jakarta-Bekasi (JKS 2)," lanjutnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.