Kompas.com - 06/07/2022, 17:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri menentang ucapan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan soal harga minyak goreng curah di Jawa, Bali, dan Sumatera sudah turun menjadi Rp 14.000.

Abdullah nenuturkan, masih banyak pasar-pasar yang menbanderol harga minyak goreng curah di atas Rp 14.000 per liter, berkisar antara Rp 14.500 hingga Rp 15.000 per liter.

"Kami menentang pernyataan Mendag bahwa di Jawa itu sudah Rp 14.000. Faktanya tidak seperti itu. Masih banyak yang pasar-pasar yang masih di atas Rp 14.000 per liter, ada yang Rp 14.500 bahkan ada yang Rp 15.000," kata Abdullah kepada Kompas.com, Rabu (6/7/2022).

Abdullah menuturkan, ada beragam kendala di lapangan yang membuat harga minyak goreng curah belum seluruhnya Rp 14.000 per liter.

Baca juga: Mendag Zulhas: 3 Minggu Saya Menjabat, Harga Bahan Pokok Alami Tren Penurunan

Zulkifli, kata Abdullah, mungkin belum mendapatkan data riil di lapangan sehingga mengeklaim harga minyak sudah turun.

"Jadi untuk harga seluruhnya Rp 14.000 dalam waktu sekejap itu sama seperti mimpi di siang bolong. Masih ada fakta-fakta di lapangan yang Mendag mungkin belum dapat laporan oleh stafnya," ucap Abdullah.

Meski begitu Abdullah mengaku, harga minyak goreng curah bisa kembali ke level Rp 14.000 per liter dalam beberapa waktu ke depan karena beragam terobosan pemerintah.

Namun, dia tidak bisa memastikan secara pasti kapan waktunya harga minyak goreng kembali normal. Sebab pihaknya selalu asosiasi masih mensosialisasikan penggunaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan aplikasi PeduliLindungi untuk membeli minyak goreng.

"Tidak bisa juga dipatok minggu depan. Memang butuh waktu lama untuk mengubah sistem pembelian tanpa KTP menjadi menggunakan KTP. Jadi butuh waktu cukup lama," ungkap Abdullah.

Baca juga: Blusukan ke Pasar, Mendag Klaim Harga Minyak Goreng Sudah Rp 14.000

Sementara itu dikutip dari info pangan.jakarta.go.id, rerata harga minyak goreng kuning/curah di Jakarta masih di level Rp 15.621/kilogram. Di Pasar Paseban, harganya masih dibanderol Rp 18.000 per kilogram.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.