Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 22/06/2022, 15:15 WIB
Ardito Ramadhan,
Diamanty Meiliana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menegaskan, kelompok Khilafatul Muslimin yang menyebarkan ideologi khilafah merupakan kelompok yang menyimpang.

Ma'ruf mengatakan, ideologi khilafah yang disebarkan, melanggar kesepakatan nasional yang menyatakan bahwa Indonesia berbentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Saya kira sudah jelas responnya itu dia itu menyimpang ya, karena kita di Indonesia itu sudah ada kesepakatan. Saya menyebutnya sudah ada kesepakatan nasional bahwa negara kita itu negara republik, NKRI, itu sudah final," kata Ma'ruf di Bekasi, Rabu (22/6/2022), dikutip dari keterangannya.

Baca juga: Polisi Ungkap Sumber Dana Khilafatul Muslimin Wilayah Jateng dari Infak Anggota

Ma'ruf menuturkan, karena itulah kegiatan Khilafatul Muslimin terpaksa dihentikan, sedangkan anggota-anggotanya direhabilitasi supaya meninggalkan paham tersebut.

"Kalau ada yang khilafah, itu berarti kan menyalahi kesepakatan nasional kita yang sudah menjadi landasan struktural bangsa kita, karena itu ya terpaksa dihentikan," ujar Ma'ruf.

Diberitakan, polisi masih terus menyelidiki kegiatan Khilafatul Muslimin. Sejumlah petinggi kelompok penyebar ideologi khilafah ini pun telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

Polda Metro Jaya telah menangkap enam orang petinggi Khilafatul Muslimin dan menetapkan mereka sebagai tersangka.

Salah satu di antaranya adalah pendiri sekaligus pemimpin tertinggi Khilafatul Muslimin, yakni Abdul Qadir Hasan Baraja. Dia ditangkap pada Selasa (7/6/2022) di Bandar Lampung.

Baca juga: Anggota Khilafatul Muslimin Bekasi Baca Ikrar Setia Pancasila, Polda Metro: Itu yang Kami Harapkan

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Ammar menilai, Khilafatul Muslimin bukanlah organisasi teroris.

Menurut dia, munculnya ormas-ormas dengan latar belakang ideologi yang beragam, termasuk yang mengusung ideologi khilafah, merupakan akibat dari terbukanya ruang berekspresi dan berpolitik setelah rezim Orde Baru runtuh

"Ini fenomena di era demokrasi, jadi ketika dulu sebelum era Reformasi semua serba tertutup. Di era reformasi yang semua serba terbuka," kata Boy, Senin (20/6/2022)/

"Dan organisasi Khilafatul Muslimin juga terdeteksi bukan sebagai organisasi teroris, tetapi banyak dalam organisasi yang memiliki karakter intoleransi, yang dia baru dalam kategori organisasi intoleran," ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com