Kompas.com - 15/03/2022, 07:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim, penanganan pandemi Covid-19 berdampak signifikan.

Saat ini, kata Luhut, kasus Covid-19 di Indonesia dan tingkat rawat inap pasien di rumah sakit menurun.

"Hari ini jumlah kasus berada di bawah 10.000 sementara jumlah kesembuhan mencapai lebih dari 39.000. Hal tersebut sejalan dengan penurunan kasus dan rawat inap rumah sakit di seluruh wilayah Provinsi Jawa dan Bali yang begitu signifikan," kata Luhut dalam konferensi pers secara virtual terkait hasil ratas evaluasi PPKM, Senin (14/3/2022).

Kendati demikian, penurunan kasus positif Covid-19 ini diiringi dengan turunnya jumlah masyarakat yang melakukan pemeriksaan (testing) Covid-19.

Baca juga: Menurut Luhut, Ini Sebab Penurunan Kasus Kematian Covid-19 Lambat

Luhut mengatakan, penurunan testing Covid-19 terjadi sejak pemerintah melonggarkan syarat perjalanan dalam negeri bagi masyarakat yang sudah divaksinasi dosis kedua dan booster.

Karenanya, ia meminta seluruh daerah untuk kembali memperkuat testing dan tracing.

"Untuk menghindari potensi lonjakan kasus dengan cepat," ujarnya.

Jumlah testing paling banyak dari pelaku perjalanan

Koordinator Substansi Penyakit Infeksi Emerging Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan, Ditjen P2P Kemenkes Endang Budi Hastuti sempat memperkirakan, jumlah testing Covid-19 (testing) akan turun drastis dalam beberapa hari ke depan.

Pasalnya, mayoritas jumlah testing Covid-19 di Indonesia berasal dari hasil skrining pelaku perjalanan dalam negeri, sementara pemerintah memberikan pelonggaran terkait tes Covid-19.

"Dengan adanya kebijakan baru di mana sudah tidak diperlukan lagi skrining pada pelaku perjalanan yang sudah memenuhi dosis 1 dan dosis 2, kemungkinan tren untuk testing juga akan menurun cukup drastis," kata Endang dalam diskusi secara virtual, Jumat (11/3/2022).

Baca juga: Luhut: Cakupan Vaksinasi Lengkap dan Booster RI Tertinggal dari Saudi dan Malaysia

Data Kemenkes per 8 Maret 2022 menunjukkan bahwa 84,4 persen testing Covid-19 dilakukan untuk tujuan skrining, 7,2 persen dilakukan terhadap suspek dan 5,3 persen testing dilakukan terhadap kontak erat.

"Ternyata kita masih terbanyak adalah tes yang digunakan untuk skrining. Berarti kita pantau di hari-hari berikutnya setelah dikeluarkannya kebijakan baru tersebut," ujarnya.

Di sisi lain, aktivitas pelacakan kontak erat (tracing), lanjut Endang, juga mengalami penurunan dalam dua pekan terakhir. Bahkan, berada di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Namun, ia menilai, penurunan aktivitas tracing tersebut disebabkan karena gelombang Omicron di mana banyak pasien Covid-19 melakukan isolasi mandiri sehingga tidak tercatat dalam sistem Silacak milik Kemenkes.

"Di mana target tracing adalah 1 (kasus) konfirmasi dilakukan pelacakan terhadap 15 kontak erat," ucap dia.

Sementara itu, hasil Survei yang ditampilkan oleh Covid-19 Behavior Dashboard dari Johns Hopkins Center for Communication Programs menunjukkan, 34 persen responden di Indonesia melakukan tes Covid-19 dengan alasan untuk memenuhi syarat perjalanan.

Baca juga: Luhut: Segera Vaksinasi Booster, Tak Perlu Pilih-pilih Jenis Vaksin

Kemudian, sebanyak 29 persen responden melakukan tes Covid-19 karena keperluan pekerjaannya.

"Hanya 5 persen responden yang melakukan pemeriksaan (testing) Covid-19 karena merasa sakit, dan 4 persen responden melakukan testing karena menjadi kontak erat Covid-19," demikian bunyi keterangan hasil survei tersebut yang diterima Kompas.com, Rabu (9/3/2022).

Survei ini juga menunjukkan bahwa dari segi usia, kelompok usia 25-34 tahun paling banyak melakukan tes Covid-19 yaitu 24 persen. Kemudian, disusul usia 35-44 tahun sebanyak 20 persen

Adapun kelompok usia 55 tahun sampai lansia melakukan tes Covid-19 19 persen. Angka ini sama dengan kelompok usia 45-55 tahun dan 18-24 tahun.

Penurunan angka kematian lambat

Menko Marves Luhut juga mengatakan, saat ini, penurunan angka pasien meninggal akibat Covid-19 berjalan lambat.

Hal ini disebabkan banyaknya pasien yang memiliki penyakit bawaan atau komorbid dan belum divaksinasi Covid-19 secara lengkap.

Baca juga: Terjadi Kenaikan Kasus karena Subvarian Omicron BA.2 di Eropa, Luhut: Pemerintah Akan Lebih Hati-hati

"Pemerintah memberikan perhatian lebih pada tingkat penurunan angka kematian yang berjalan cukup lambat utamanya di wilayah Jawa Tengah. Penyebabnya masih sama dengan yang sebelumnya, yakni banyaknya pasien Covid-19 yang memiliki komorbid dan belum melakukan vaksinasi lengkap," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, percepatan vaksinasi menjadi penentu jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit dan meninggal dunia.

Karenanya, ia meminta masyarakat untuk segera mendapatkan vaksinasi dosis lengkap dan vaksinasi booster.

"Dan tidak memilih jenis vaksinnya karena semua vaksin yang ada, efikasinya sudah lolos dari efikasi WHO," kata Budi dalam kesempatan yang sama.

Budi juga menyampaikan, bagi masyarakat yang terlewat mendapatkan dosis kedua Sinovac sesuai jadwal yang ditentukan, tetap bisa mendapatkan vaksinasi dosis kedua.

Vaksinasi dosis kedua tersebut, kata dia, bisa menggunakan jenis vaksin Covid-19 yang tersedia.

"Misalnya harus disuntik satu bulan kemudian sekarang lewat 2 bulan, 3 bulan itu boleh disuntik vaksin kedua walaupun sudah lewat 1 bulan, boleh vaksin yang ada," ucap Budi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Status 'Wanita Emas' Sebagai Ketum di Partai Republik Satu Masih Sah, Meski jadi Tersangka Kejagung

Status "Wanita Emas" Sebagai Ketum di Partai Republik Satu Masih Sah, Meski jadi Tersangka Kejagung

Nasional
Dapat Kejutan Ulang Tahun, Cak Imin Doakan Dirinya jadi Wapres-Puan Presiden

Dapat Kejutan Ulang Tahun, Cak Imin Doakan Dirinya jadi Wapres-Puan Presiden

Nasional
KPU Tetap Verifikasi Partai Republik Satu, Meski 'Wanita Emas' jadi Tersangka

KPU Tetap Verifikasi Partai Republik Satu, Meski "Wanita Emas" jadi Tersangka

Nasional
Makan Pecel Bareng Cak Imin, Puan: Kesukaannya Sama, Jangan-jangan Cocok

Makan Pecel Bareng Cak Imin, Puan: Kesukaannya Sama, Jangan-jangan Cocok

Nasional
MAKI Sentil Gubernur Papua Berjudi Saat Rakyat Sedang Kesusahan

MAKI Sentil Gubernur Papua Berjudi Saat Rakyat Sedang Kesusahan

Nasional
MAKI Minta KPK Lacak Sumber Dana Setoran Rp 560 Miliar Lukas Enembe ke Kasino Judi

MAKI Minta KPK Lacak Sumber Dana Setoran Rp 560 Miliar Lukas Enembe ke Kasino Judi

Nasional
MAKI Duga Setoran Lukas Enembe Rp 560 Miliar ke Kasino Judi Bukan dari Uang Pribadi

MAKI Duga Setoran Lukas Enembe Rp 560 Miliar ke Kasino Judi Bukan dari Uang Pribadi

Nasional
Puan dan Cak Imin Ziarah Bareng ke Makam Taufiq Kiemas di TMP Kalibata

Puan dan Cak Imin Ziarah Bareng ke Makam Taufiq Kiemas di TMP Kalibata

Nasional
Saatnya Reformasi Jilid II

Saatnya Reformasi Jilid II

Nasional
Prabowo Wakili Jokowi Bicara di Muktamar Persis

Prabowo Wakili Jokowi Bicara di Muktamar Persis

Nasional
Lukas Enembe Minta Berobat ke Luar Negeri demi Nyawa, KPK Putuskan Usai Periksa di Jakarta

Lukas Enembe Minta Berobat ke Luar Negeri demi Nyawa, KPK Putuskan Usai Periksa di Jakarta

Nasional
Mahfud Sebut Hakim Agung yang Terseret OTT KPK Lebih dari 1

Mahfud Sebut Hakim Agung yang Terseret OTT KPK Lebih dari 1

Nasional
Hakim Agung Kena OTT KPK, Mahfud MD: Hukumannya Harus Berat, Jangan Diampuni

Hakim Agung Kena OTT KPK, Mahfud MD: Hukumannya Harus Berat, Jangan Diampuni

Nasional
Adu Strategi Dua King Maker di Balik Seteru Dewan Kolonel Vs Dewan Kopral

Adu Strategi Dua King Maker di Balik Seteru Dewan Kolonel Vs Dewan Kopral

Nasional
MA hingga KPK Didesak Tutup Celah Korupsi Hakim dan Pengadilan

MA hingga KPK Didesak Tutup Celah Korupsi Hakim dan Pengadilan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.