BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan KPCPEN

KPC PEN Apresiasi Dukungan Masyarakat terhadap Program Vaksinasi Covid-19

Kompas.com - 21/07/2021, 17:31 WIB
Meski pasokan vaksin untuk Vaksinasi Gotong Royong baru tersedia 420.000 dosis, pemerintah telah mengantongi komitmen penyediaan vaksin untuk program tersebut hingga 30 juta dosis. DOK. YOUTUBE SEKRETARIAT NEGARAMeski pasokan vaksin untuk Vaksinasi Gotong Royong baru tersedia 420.000 dosis, pemerintah telah mengantongi komitmen penyediaan vaksin untuk program tersebut hingga 30 juta dosis.
|

KOMPAS.com – Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) mengapresiasi masyarakat Indonesia yang bersedia melakukan vaksinasi.

Berdasarkan hasil riset yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI), sekitar 84,9 persen masyarakat setuju dan mendukung program vaksinasi Covid-19.

Koordinator Komunikasi Publik KPC PEN Arya Sinulingga mengatakan, hasil tersebut merupakan hal positif dalam penanganan Covid-19.

“Ini bagus sekali. Di saat kasus Covid-19 (di Indonesia) sedang melonjak, mayoritas masyarakat setuju terhadap program vaksinasi. Kemudian, sekitar 68,6 persen masyarakat juga percaya bahwa vaksin dapat mencegah penularan Covid-19,” ujar Arya dalam rilis resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (21/7/2021).

Baca juga: Vaksinasi Gotong Royong Dorong Kekebalan dan Produktivitas Pekerja Indonesia

Arya menjelaskan bahwa kepercayaan publik merupakan hal penting. Sebab, partisipasi masyarakat menjadi salah satu elemen penentu kesuksesan penanganan pandemi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada dasarnya, vaksin Covid-19 yang sudah disuntikkan lebih dari 58 juta dosis tersebut bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap inveksi virus corona. Harapannya, masyarakat tidak mengalami gejala berat ketika terjangkit Covid-19.

“Selain vaksinasi, masyarakat harus disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes), seperti sering mencuci tangan, memakai masker rangkap dua, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” terang Arya.

Baca juga: Begini Cara Cek dan Download Sertifikat Vaksinasi Covid-19 di Aplikasi PeduliLindungi

Senada dengan Arya, ahli virologi dan molekuler biologi dari Universitas Udayana Prof I Gusti Ngurah Mahardika mengatakan bahwa masyarakat harus tetap disiplin menerapkan prokes meski sudah divaksin.

“Infeksi bisa saja terjadi dan kasus positif Covid-19 boleh naik, asalkan (pasien) tak bergejala berat. Bahkan, di beberapa negara, seperti Inggris, Jerman, dan Amerika Serikat yang capaian vaksinasinya sudah di atas 50 persen, lonjakan kasus positifnya kembali tinggi. Namun, tingkat kematiannya rendah,” kata Prof Mahardika.

Belum ditemukan efek samping berat

Hasil riset LSI tersebut juga mencatat bahwa dari 80 persen responden yang belum divaksinasi, sebanyak 63,6 persen di antaranya menyatakan bersedia divaksin. Namun, sekitar 36,4 persen sisanya menyatakan tidak bersedia.

Adapun setengah dari persentase responden yang tidak bersedia divaksin mengaku merasa takut terhadap efek samping yang dirasakan.

“Sudah jutaan orang yang divaksinasi, tetapi Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca-imunisasi (Komnas KIPI) belum melaporkan adanya penerima vaksin yang mengalami efek samping berat. Itu sudah menjadi bukti kuat bahwa vaksin Covid-19 aman,” jelas Arya menanggapi temuan LSI.

Baca juga: Target Vaksinasi Naik Jadi 28 Juta, Jateng Butuh 2 Juta Dosis Tiap Minggu

Pernyataan itu diamini Ketua Komnas KIPI Prof Dr dr Hindra Irawan Satari yang memastikan bahwa tidak ada kasus fatal yang terkait langsung dengan vaksinasi. Menurutnya, gejala pascavaksinasi merupakan reaksi alamiah tubuh dalam pembentukan antibodi.

Adapun gejala normal yang kerap terjadi pascavaksinasi adalah demam, mual, pusing, nyeri otot, mengantuk, kemerahan, dan gatal.

“(Gejala tersebut menunjukkan bahwa) tubuh memberikan respons. Jadi, tubuh tergugah membentuk kekebalan," ujar Prof Hindra.

Untuk mengantisipasi gejala tersebut, Prof Hindra menyarankan masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan dan mengelola stres.

Prof Hindra menjamin, vaksin aman bagi masyarakat. Komnas KIPI pun terus memantau, mengkaji, dan merekomendasikan vaksinasi agar tetap aman bagi masyarakat.

"Saat ini, lebih baik divaksin daripada tidak. (Perlu diketahui masyarakat bahwa) vaksin yang terbaik adalah (yang saat ini) tersedia ketika kita akan divaksinasi," katanya.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pegawai Nonaktif KPK Konsolidasikan Rencana Perekrutan Jadi ASN Polri

Pegawai Nonaktif KPK Konsolidasikan Rencana Perekrutan Jadi ASN Polri

Nasional
Jelang Diberhentikan, 14 Pegawai Nonaktif KPK Diduga Alami Peretasan

Jelang Diberhentikan, 14 Pegawai Nonaktif KPK Diduga Alami Peretasan

Nasional
Panglima TNI Berharap PON XX Papua Berjalan Lancar

Panglima TNI Berharap PON XX Papua Berjalan Lancar

Nasional
Bakal Rekrut 56 Pegawai Nonaktif KPK, Kapolri Sebut untuk Tangani Tipikor

Bakal Rekrut 56 Pegawai Nonaktif KPK, Kapolri Sebut untuk Tangani Tipikor

Nasional
Satgas: Penyelenggaraan Konser Bergantung pada Kebijakan Pemda

Satgas: Penyelenggaraan Konser Bergantung pada Kebijakan Pemda

Nasional
Komnas HAM Belum Terima Konfirmasi Istana soal Pertemuan dengan Jokowi Terkait Polemik TWK

Komnas HAM Belum Terima Konfirmasi Istana soal Pertemuan dengan Jokowi Terkait Polemik TWK

Nasional
Kapolri Sebut Presiden Jokowi Setuju 56 Pegawai Nonaktif KPK Direkrut Jadi ASN Polri

Kapolri Sebut Presiden Jokowi Setuju 56 Pegawai Nonaktif KPK Direkrut Jadi ASN Polri

Nasional
BKKBN Tunggu Proses Hukum Kasus Dugaan Penipuan Terkait Jabatan yang Dialami Mantan Kolonel TNI AU

BKKBN Tunggu Proses Hukum Kasus Dugaan Penipuan Terkait Jabatan yang Dialami Mantan Kolonel TNI AU

Nasional
Kapolri Bakal Rekrut 56 Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK Jadi ASN Polri

Kapolri Bakal Rekrut 56 Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK Jadi ASN Polri

Nasional
Pilih Nyemplung Menanam Mangrove, Jokowi: Masak Saya Sendiri di Darat, Kan Nggak Lucu...

Pilih Nyemplung Menanam Mangrove, Jokowi: Masak Saya Sendiri di Darat, Kan Nggak Lucu...

Nasional
Jokowi: Indonesia Punya Hutan Mangrove Terluas di Dunia, Wajib Kita Pelihara

Jokowi: Indonesia Punya Hutan Mangrove Terluas di Dunia, Wajib Kita Pelihara

Nasional
Temui Menkopolhukam, Nasdem Usulkan Ulama Syaikhoni Kholil Jadi Pahlawan Nasional

Temui Menkopolhukam, Nasdem Usulkan Ulama Syaikhoni Kholil Jadi Pahlawan Nasional

Nasional
Deputi KSP Khawatir Revisi UU ASN Buka Celah Jual Beli Jabatan

Deputi KSP Khawatir Revisi UU ASN Buka Celah Jual Beli Jabatan

Nasional
Ini 10 Desa Terbaik di Indonesia dalam Keterbukaan Informasi Publik

Ini 10 Desa Terbaik di Indonesia dalam Keterbukaan Informasi Publik

Nasional
Azyumardi Azra: Jokowi Tak Minat dengan KPK, Pidato Kenegaraannya Tak Singgung soal Korupsi

Azyumardi Azra: Jokowi Tak Minat dengan KPK, Pidato Kenegaraannya Tak Singgung soal Korupsi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.