Kompas.com - 04/05/2021, 14:57 WIB
FOTO ARSIP - Kapal selam KRI Nanggala-402 buatan tahun 1952 saat latihan Pratugas Satgas Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Maphilindo 2017 di Laut Jawa, Jumat (20/1/2017). ANTARA FOTO/Syaiful Arif/rwa. ANTARA/SYAIFUL ARIFFOTO ARSIP - Kapal selam KRI Nanggala-402 buatan tahun 1952 saat latihan Pratugas Satgas Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Maphilindo 2017 di Laut Jawa, Jumat (20/1/2017). ANTARA FOTO/Syaiful Arif/rwa.

JAKARTA, KOMPAS.com - TNI Angkatan Laut (AL) mengakui cukup kesulitan untuk bisa mengangkat badan kapal selam KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan utara Bali beberapa waktu lalu.

"Untuk mengangkat memang agak sulit," ujar Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) KSAL Laksamana Muda TNI Muhammad Ali dalam konferensi pers di RS AL Mintoharjo Jakarta Pusat, Selasa (4/5/2021).

Ali menjelaskan, upaya pengangkatan badan KRI Nanggala-402 di dasar laut diperlukan sebuah pengait.

Hanya saja, pengait tersebut agar bisa menempel ke badan Nanggala membutuhkan tangan seorang penyelam atau robot.

Baca juga: Spesifikasi Timas 1201, Kapal SKK Migas yang Bakal Bantu Evakuasi KRI Nanggala-402

"Kalau penyelam dia harus pake baju khusus yang bisa sampai kedalaman segitu. Nah ini agak sulit, mungkin akan dibantu robot untuk memasang itu," kata Ali.

Ali menuturkan hingga kini tim SAR baru bisa mengangkat komponen atau bagian kecil dari KRI Nanggala-402.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia memastikan bahwa tim SAR terus berupaya agar badan KRI Nanggala-402 bisa diangkat ke permukaan.

"Sampai saat ini mungkin hanya bagian-bagian kecil saja yang bisa diangkat. Namun untuk bagian besar belum. Tapi akan kita update lagi terakhir seperti apa. Apakah sudah bisa, namun upaya ini terus kita lakukan," imbuh dia.

Dalam evakuasi KRI Nanggala-402, tim SAR telah mendapat tambahan kekuatan dengan kehadiran dua kapal salvage milik Angkatan Laut China atau People Liberation Army Navy (PLA Navy) yaitu PRC Navy Ship Ocean Tug Nantuo-195 dan PRC Navy Ocean Salvage and Rescue Yong Xing Dao-863.

Baca juga: Pimpin Tabur Bunga KRI Nanggala, KSAL: Ini Catatan Kelam Sejarah TNI AL

Kedua kapal ini sudah tiba di Perairan Bali sejak Minggu (2/5/2021).

Selain itu, PLA Navy juga mengirimkan satu salvage lainnya yakni Scientific Salvage Tan Suo 2 yang saat ini sedang dalam perjalanan menuju Indonesia.

Diketahui, peristiwa tenggelamnya KRI Nanggala-402 menewaskan 53 kru kapal di perairan utara Bali beberapa waktu lalu.

Hingga kini, petugas SAR masih berupaya mengangkat bangkai kapal yang tenggelam di kedalam 838 meter.

Pihak TNI AL sempat mengibarkan bendera setengah tiang atas peristiwa tersebut.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.