Kompas.com - 08/04/2021, 18:15 WIB
Wali Kota Malang, Sutiaji saat diwawancara di Balai Kota Malang, Rabu (10/2/2021). KOMPAS.COM/ANDI HARTIKWali Kota Malang, Sutiaji saat diwawancara di Balai Kota Malang, Rabu (10/2/2021).

Ia kembali mencontohkan adanya laporan dari rektor salah satu kampus yang mengatakan bahwa di kampusnya ditemukan sebuah ruangan untuk memutar film-film senyap.

"Kami sebagai kepala daerah sepanjang itu masih dalam wacana dan tidak menggerakkan massa dan tidak jadi pergerakan, maka kami benar-benar diawasi saja. Tapi kalau sudah masuk kepada pergerakan, maka inilah yang harus diwaspadai," kata dia.

Sutiaji mengatakan, ancaman nyata seperti radikalisme, terorisme, separatisme, dan liberalisme sudah menjadi tantangan bangsa ini.

Baca juga: Safenet Sebut Penyebaran Radikalisme Melalui Medsos, dari Instagram, Facebook, hingga Telegram

Bahkan jaringan-jaringannya pun sudah luas dengan pola organisasi yang semakin berkembang.

"Kita tahu semua bahwa yang namanya radikalis adalah pemahaman, maka tidak pernah berhenti terus menerus sel-selnya ini yang akan kami kikis," kata dia.

Menurut dia, pemahaman itu memiliki bahan bakar seperti isu-isu ketimpangan dan ketidakadilan yang diambil dari Pancasila sila kelima yang tidak pernah tercapai. Kemudian hukum yang masih tajam di bawah tapi tumpul di atas.

Ia mengatakan, slogan-slogan itulah yang digunakan sehingga tawaran-tawaran yang muncul adalah radikalis, khilafah dan seterusnya.

Baca juga: Wapres Ajak Promosikan Sikap Toleran untuk Cegah Paham Radikalisme

Ini termasuk tawaran-tawaran ideologi sosialis yang dimanfaatkan dari kondisi gini ratio dan disparitas pembangunan Indonesia yang masih belum tersalurkan dengan baik.

"Inilah yang menjadi bahan bakar dan isu mereka. Di samping itu, polarisasi dan politik identitas, politisasi agama. Ini juga menjadi bahan dan simbol-simbol bagaimana propaganda terhadap intoleran ini," kata dia

"Maka tugas kita adalah meningkatkan kewaspadaan secara optimal guna menangkis berita-berita bohong, berita-berita hoaks," ucap Sutiaji.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X