Kompas.com - 01/04/2021, 22:04 WIB
Siswa-siswi SPM Negeri 1 Tebing Tinggi Timur, Sungai Tohor, Kepulauan Meranti, Riau mengikuti sekolah tatap muka Sabtu (13/2/2021). Sejak Januari sekolah ini sudah menerapkan pembelajaran tatap muka dengan sistem shift. Di Sungai Tohor, hingga saat ini belum ditemukan kasus positif Covid-19. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOSiswa-siswi SPM Negeri 1 Tebing Tinggi Timur, Sungai Tohor, Kepulauan Meranti, Riau mengikuti sekolah tatap muka Sabtu (13/2/2021). Sejak Januari sekolah ini sudah menerapkan pembelajaran tatap muka dengan sistem shift. Di Sungai Tohor, hingga saat ini belum ditemukan kasus positif Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Inisiator Pandemic Talks Firdza Radiany menilai, pembelajaran tatap muka secara terbatas dalam kondisi pandemi Covid-19 belum tepat dilaksanakan.

Sebab, menurut Firdza, dengan dibukanya pembelajaran tatap muka secara terbatas dapat meningkatkan mobilitas masyarakat.

"Dalam kondisi pandemi ya belum tepat (pembelajaran tatap muka terbatas) karena mobilitas akan semakin tinggi, kecuali vaksinasi guru sudah selesai dan vaksinasi anak-anak sudah ada," kata Firdza saat dihubungi Kompas.com, Kamis (1/4/2021).

Baca juga: Mayoritas Sekolah di Tangsel Tak Penuhi Syarat Prokes untuk Gelar KBM Tatap Muka

Adapun dalam akun Instagram Pandemic Talks menyajikan data terkait kasus Covid-19  pada anak.

Data tersebut menunjukkan sebanyak 181.637 atau 14 persen kasus Covid-19 di Indonesia berasal kelompok anak.

Selain itu, anak usai 7-12 tahun atau jenjang pendidikan SD paling banyak terpapar Covid-19 yakni sebanyak 49.962 kasus Covid-19 atau 27,5 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Firdza menjelaskan, data tersebut diperolehnya dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 yang dianalisis sesuai kelompok usia.

"Kasus Covid-19 anak terbanyak itu ada kelompok usia SD, padahal selama ini ada argumen dari Kemendikbud bahwa kalau yang anak-anak yang usia kecil, lebih kecil kasusnya. Tapi ini yang kita anggap dewasa saja anak-anak SMA itu posisi kedua yaitu 25 persen kasusnya," ujarnya.

Selain itu, Firdza mengatakan, kasus Covid-19 menyerang semua kelompok umur anak dan jumlah kematian paling banyak terjadi pada usia 0-2 tahun atau jenjang pendidikan PAUD.

"Jumlah kematian ternyata yang paling banyak itu usia 0-2 tahun, kalau di Satgas ini di kelompokkan di pendidikan PAUD, dengan angka kematian sebanyak 204 kasus," ucapnya.

Baca juga: DKI Jakarta Akan Gelar Sekolah Tatap Muka, FSGI Ingatkan Disdik Buat Aturan bagi Orangtua

Berdasarkan data tersebut, Firdza mengatakan, pemerintah daerah (Pemda), dinas kesehatan (Dinkes) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus menemukan titik temu antara kesehatan dan pendidikan anak selama pandemi.

Ia menambahkan, regulasi yang dikeluarkan pemerintah untuk pembelajaran tatap muka terbatas sudah cukup baik. Namun, implementasi regulasi tersebut harus menjadi perhatian bersama.

"Ini pekerjaan rumah (PR) Pemda, disdik, dinkes untuk menemukan titik temu ini, soalnya masalahnya beda-beda, misal di daerah tidak semaju di ibu kota pasti culture gurunya, masyarakat dan kondisi sekolahnya berbeda-beda," pungkasnya.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Robohnya Pohon Beringin di Jumat Kelabu

Robohnya Pohon Beringin di Jumat Kelabu

Nasional
Azis Syamsuddin Diduga Tak Hanya Terlibat dalam Satu Kasus, MAKI Dorong KPK Lakukan Pengembangan

Azis Syamsuddin Diduga Tak Hanya Terlibat dalam Satu Kasus, MAKI Dorong KPK Lakukan Pengembangan

Nasional
Hilangnya Demokratisasi Internal Dinilai Jadi Penyebab Banyak Kader Parpol Korupsi

Hilangnya Demokratisasi Internal Dinilai Jadi Penyebab Banyak Kader Parpol Korupsi

Nasional
LBH Sebut Terima 390 Aduan Tindakan Sewenang-wenang Aparat dalam Aksi #ReformasiDikorupsi 2019

LBH Sebut Terima 390 Aduan Tindakan Sewenang-wenang Aparat dalam Aksi #ReformasiDikorupsi 2019

Nasional
IDAI Sebut Tak Diikutsertakan Susun Persyaratan PTM dari Sisi Kesehatan

IDAI Sebut Tak Diikutsertakan Susun Persyaratan PTM dari Sisi Kesehatan

Nasional
Ketua IDAI: Kita Tak Mau Syarat Kesehatan untuk Pelaksanaan PTM Didiskon

Ketua IDAI: Kita Tak Mau Syarat Kesehatan untuk Pelaksanaan PTM Didiskon

Nasional
UPDATE: Sebaran 86 Kasus Covid-19 Meninggal di Indonesia, Tertinggi di Papua dengan 10 Kasus

UPDATE: Sebaran 86 Kasus Covid-19 Meninggal di Indonesia, Tertinggi di Papua dengan 10 Kasus

Nasional
UPDATE 26 September: 48,5 Juta Orang Sudah Terima Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 26 September: 48,5 Juta Orang Sudah Terima Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
UPDATE: Tambah 217.084, Total 38.076.424 Spesimen Covid-19 Sudah Diperiksa

UPDATE: Tambah 217.084, Total 38.076.424 Spesimen Covid-19 Sudah Diperiksa

Nasional
UPDATE 26 September: Sebaran 1.760 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jateng

UPDATE 26 September: Sebaran 1.760 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jateng

Nasional
UPDATE 26 September: 42.769 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 26 September: 42.769 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 26 September: Ada 380.082 Suspek Covid-19 di Tanah Air

UPDATE 26 September: Ada 380.082 Suspek Covid-19 di Tanah Air

Nasional
UPDATE 26 September: Tambah 2.976 Pasien Covid-19 Sembuh di Indonesia

UPDATE 26 September: Tambah 2.976 Pasien Covid-19 Sembuh di Indonesia

Nasional
UPDATE 26 September: Tambah 86, Total Pasien Covid-19 Meninggal 141.467 Orang

UPDATE 26 September: Tambah 86, Total Pasien Covid-19 Meninggal 141.467 Orang

Nasional
UPDATE 26 September: Tambah 1.760, Kasus Covid-19 di Tanah Air Kini 4.208.013

UPDATE 26 September: Tambah 1.760, Kasus Covid-19 di Tanah Air Kini 4.208.013

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.