Terima Kasih Prof Yasonna dan Prof Mahfud

Kompas.com - 01/04/2021, 20:29 WIB
Sejumlah ormas dan organisasi sayap Partai Demokrat menggelar orasi untuk mendukung kepemimpinan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Rabu (10/3/2021). Dokumentasi Partai DemokratSejumlah ormas dan organisasi sayap Partai Demokrat menggelar orasi untuk mendukung kepemimpinan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Rabu (10/3/2021).

KEMENTERIAN Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia menolak gugatan pengurus Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa Partai Demokrat Deli Serdang, Sumatra Utara, terhadap Partai Demokrat di bawah pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pemerintah Tolak Permohonan Moeldoko dkk soal Klaim Partai Demokrat

Terima kasih

Terima kasih saya sampaikan kepada Menteri Hukum dan HAM (Menhukham) Prof DR Yasonna Laoly dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Prof DR Mahfud MD yang telah tegas membuktikan bahwa pemerintah Indonesia masa kini memang senantiasa niscaya teguh berpegang ke pilar-pilar konstitusi Republik Indonesia sebagai negara hukum.

Baca juga: Tak Disahkan Kemenkumham, Demokrat Kubu Moeldoko: Bukti Pemerintah Tak Intervensi

Telah terbukti pemerintah Indonesia tidak berpihak ke pihak mana pun kecuali kepada kebenaran yang sepenuhnya berpihak kepada konstitusi yang telah disepakati rakyat Indonesia. Pemerintah Indonesia maju tak gentar membela yang benar.

Selamat

Ucapan selamat saya sampaikan kepada pihak yang karena benar maka dimenangkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Dapat diyakini bahwa pihak yang dimenangkan tidak akan takabur apalagi lupa daratan akibat mabuk kepayang kemenangan namun justru tetap mawas diri demi terus menerus secara berkelanjutan tanpa henti menyempurnakan diri dalam mengabdikan diri kepada bangsa, negara dan rakyat Indonesia.

Kepada pihak yang gugatannya tertolak juga legowo dan tidak berkecil hati sebab sesuai arahan Menhukham, gugatan masih bisa diajukan ke lembaga peradilan dan pengadilan seperti PTUN dan Mahkamah Agung.

Baca juga: Langkah Kubu Moeldoko Usai Ditolak Kemenkumham, Terima dan Lanjut ke PTUN

Bahkan kesempatan membentuk partai baru di alam demokrasi Indonesia masa kini juga masih terbuka lebar.

Jangan lupa sejarah partai politik di persada Nusantara bahwa partai politik terbesar Indonesia masa kini juga didirikan sebagai partai baru yang para tokohnya berasal dari partai lama.

Maka saya sampaikan ucapan selamat berjuang kepada para penggugat mau pun para calon pendiri partai baru demi menyemarakkan suasana demokrasi di persada Nusantara tercinta. Merdeka!



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Bencana di NTT: Korban Hilang Bertambah Satu Orang, Total 48

UPDATE Bencana di NTT: Korban Hilang Bertambah Satu Orang, Total 48

Nasional
Menlu Iran Kunjungi Indonesia Senin Besok, Bertemu Jokowi hingga Menlu Retno

Menlu Iran Kunjungi Indonesia Senin Besok, Bertemu Jokowi hingga Menlu Retno

Nasional
Jozeph Paul Zhang Diduga Tak di Indonesia, Polri Libatkan Interpol

Jozeph Paul Zhang Diduga Tak di Indonesia, Polri Libatkan Interpol

Nasional
Partisipasi Lansia dalam Vaksinasi Covid-19 Turun, Jauh di Bawah Pelayan Publik

Partisipasi Lansia dalam Vaksinasi Covid-19 Turun, Jauh di Bawah Pelayan Publik

Nasional
Survei LSI: 47,2 Persen PNS Sebut Bagian Pengadaan Paling Sering Terjadi Korupsi

Survei LSI: 47,2 Persen PNS Sebut Bagian Pengadaan Paling Sering Terjadi Korupsi

Nasional
Sebaran 4.585 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dengan 950 Kasus

Sebaran 4.585 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dengan 950 Kasus

Nasional
UPDATE 18 April: 5.900.242 Orang Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 18 April: 5.900.242 Orang Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
UPDATE 18 April: Ada 105.859 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 18 April: Ada 105.859 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 18 April: Pemerintah Periksa 38.619 Spesimen dalam Sehari, Total 13.815.429

UPDATE 18 April: Pemerintah Periksa 38.619 Spesimen dalam Sehari, Total 13.815.429

Nasional
UPDATE 18 April: Ada 61.694 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 18 April: Ada 61.694 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 18 April: Bertambah 96, Kasus Kematian akibat Covid-19 Kini 43.424

UPDATE 18 April: Bertambah 96, Kasus Kematian akibat Covid-19 Kini 43.424

Nasional
UPDATE 18 April: Bertambah 4.873, Pasien Sembuh dari Covid-19 Mencapai 1.455.065

UPDATE 18 April: Bertambah 4.873, Pasien Sembuh dari Covid-19 Mencapai 1.455.065

Nasional
UPDATE: Bertambah 4.585, Kasus Covid-19 di Indonesia Kini 1.604.348

UPDATE: Bertambah 4.585, Kasus Covid-19 di Indonesia Kini 1.604.348

Nasional
ICW: Tren Penindakan Kasus Korupsi Periode 2015-2020 Cenderung Turun

ICW: Tren Penindakan Kasus Korupsi Periode 2015-2020 Cenderung Turun

Nasional
Bareskrim Polri Dalami Video Dugaan Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang

Bareskrim Polri Dalami Video Dugaan Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X