Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/03/2021, 05:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengatakan, saat ini Indonesia telah memiliki 38 juta dosis vaksin Covid-19.

Rinciannya terdiri dari 3 juta dosis vaksin jadi dan 35 juta dalam bentuk bahan baku vaksin atau bulk.

"Hingga kini kita telah memiliki 38 juta dosis vaksin Covid-19. Sebanyak 3 juta dosis vaksin dalam bentuk sudah jadi dan 35 juta dalam bentuk bahan baku vaksin," ujar Jokowi dalam keterangan pers secara virtual lewat YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (4/3/2021) malam.

Baca juga: Jokowi Minta Kasus Aktif Covid-19 Turun Tanpa Kurangi Testing Harian

Kepala negara melanjutkan, pada Maret ini pun Indonesia akan kedatangan sebanyak 4,6 juta dosis vaksin AstraZeneca.

Sehingga, Jokowi berharap kedatangan ini dapat mendukung percepatan vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun menyebut pelaksanaan vaksinasi Covid-19 kini terus berjalan.

Sasaran tahap pertama vaksinasi adalah tenaga kesehatan.

Baca juga: Jokowi: Angka Kematian Pasien Covid-19 di Indonesia Masih Lebih Tinggi Dibanding Rata-rata Dunia

Sementara itu, sasaran tahap kedua vaksinasi adalah warga lansia dan petugas pelayanan publik.

"Sudah dimulai juga vaksiansi untuk guru, untuk teman media sudah, para pedgaang pasar sudah. Di Pasar Tanah Abang Jakarta, Pasar Beringharjo dan kawasan Malioboro Yogyakarta sudah," kata Jokowi.

"Dan kita harpakan semua provinsi melakuan hal yang sama," tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pakai Lencana BIN, Laksamana Bintang 1 Gadungan Penipu Wanita Ditangkap TNI AL

Pakai Lencana BIN, Laksamana Bintang 1 Gadungan Penipu Wanita Ditangkap TNI AL

Nasional
Hari Kedua Kunker di Bali, Jokowi Akan Cek Pasar dan Resmikan Infrastruktur

Hari Kedua Kunker di Bali, Jokowi Akan Cek Pasar dan Resmikan Infrastruktur

Nasional
Blusukan di Bali, Jokowi Berdialog dengan Lansia

Blusukan di Bali, Jokowi Berdialog dengan Lansia

Nasional
Banjir Kritik Usulan Cak Imin Hapus Jabatan Gubernur, Jangan Aneh-aneh di Tahun Politik

Banjir Kritik Usulan Cak Imin Hapus Jabatan Gubernur, Jangan Aneh-aneh di Tahun Politik

Nasional
Kubu Putri Candrawathi dan Richard Eliezer Sidang Duplik Hari Ini

Kubu Putri Candrawathi dan Richard Eliezer Sidang Duplik Hari Ini

Nasional
Saat Surya Paloh 'Menari' di Balik Koalisi Perubahan, Rangkul Golkar dan Wacana Anies-Airlangga

Saat Surya Paloh "Menari" di Balik Koalisi Perubahan, Rangkul Golkar dan Wacana Anies-Airlangga

Nasional
Pertemuan Surya Paloh dan Airlangga, Strategi Amankan Koalisi Perubahan

Pertemuan Surya Paloh dan Airlangga, Strategi Amankan Koalisi Perubahan

Nasional
Kode Jokowi soal 'Rabu Pon' dan 'Reshuffle' Kabinet yang Urung Terjadi

Kode Jokowi soal "Rabu Pon" dan "Reshuffle" Kabinet yang Urung Terjadi

Nasional
Menyoal Usulan Cak Imin soal Penghapusan Jabatan Gubernur, Dinilai Tak Tepat hingga Melawan Hukum

Menyoal Usulan Cak Imin soal Penghapusan Jabatan Gubernur, Dinilai Tak Tepat hingga Melawan Hukum

Nasional
Tugas, Fungsi, dan Wewenang PPATK

Tugas, Fungsi, dan Wewenang PPATK

Nasional
Pakar: Keluhan Cak Imin Bisa Diselesaikan dengan Revisi UU, Tak Perlu Hapus Jabatan Gubernur

Pakar: Keluhan Cak Imin Bisa Diselesaikan dengan Revisi UU, Tak Perlu Hapus Jabatan Gubernur

Nasional
Ingin Bertemu Megawati, Surya Paloh: Tinggal Atur, Kita Kasih Kode-kode Dulu

Ingin Bertemu Megawati, Surya Paloh: Tinggal Atur, Kita Kasih Kode-kode Dulu

Nasional
[POPULER NASIONAL] Mentan 'Digoyang' Isu Reshuffle | Nasib Anies Usai Surya Paloh dan Jokowi 'Salaman'

[POPULER NASIONAL] Mentan "Digoyang" Isu Reshuffle | Nasib Anies Usai Surya Paloh dan Jokowi "Salaman"

Nasional
Apa itu PPATK?

Apa itu PPATK?

Nasional
Cara Mengurus Akta Kematian yang Rusak

Cara Mengurus Akta Kematian yang Rusak

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.