Beri Dukungan ke Anggota Keluarga yang Terpapar Covid-19, Satgas Sarankan 4 Hal Ini

Kompas.com - 26/02/2021, 17:33 WIB
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro saat memberikan keterangan pers secara virtual, Jumat (6/11/2020).
DOK. covid19.go.idJuru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro saat memberikan keterangan pers secara virtual, Jumat (6/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Reisa Brotoasmoro meminta anggota keluarga saling membantu dalam menjaga kesehatan jiwa selama pandemi virus corona.

Jika ada anggota yang terpapar Covid-19, keluarga seharusnya mampu memberikan dukungan melalui berbagai upaya.

"Keluarga adalah jawaban utamanya. Membuat suasana lingkungan rumah agar nyaman dan aman sehingga mampu mempertahankan kesehatan anggota keluarga," kata Reisa dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (26/2/2021).

"Terutama apabila anggota keluarga ada yang menjadi pasien Covid-19 atau ada yang baru sembuh," katanya.

Baca juga: Satgas: Keluarga Berperan Penting Jaga Kesehatan Jiwa selama Pandemi

Ada empat hal yang disarankan Reisa.

Pertama, memberikan dukungan emosional berupa kepedulian dan perhatian kepada anggota keluarga yang positif atau baru sembuh dari Covid-19.

Seseorang yang terpapar virus corona atau dalam proses pemulihan kemungkinan mengalami tekanan.

Memberikan dukungan emosional, kata dia, akan menimbulkan rasa nyaman, tenteram, dibutuhkan, dan dicintai.

Kedua, memberikan dukungan informasi, saran, petunjuk, dan masukkan yang sesuai dengan kebutuhan pasien atau penyintas Covid-19.

Baca juga: 4 Anggota Keluarga Kena Covid-19, Anang Beruntung Tak Terinfeksi, Ini Pola Hidup Sehatnya

Reisa mengingatkan agar informasi yang diberikan berasal dari sumber yang valid dan benar, serta ahli di bidangnya.

"Pastikan berita yang akan kita bagikan ke anggota keluarga harus diverifikasi terlebih dahulu dan pastikan penyebaran hoaks itu terhenti karena hoaks itu tidak akan membantu anggota keluarga kita yang sedang terkena Covid-19 untuk pulih dan kembali sehat," ujar dia.

Ketiga, memberikan penghargaan dan dukungan yang tulus atas semangat dan perkembangan harian yang dialami pasien dan atau penyintas Covid-19.

Keempat, memberikan dukungan lainnya seperti hadiah sederhana, atau apa pun yang dibutuhkan pasien atau penyintas Covid-19.

Tak hanya itu, anggota keluarga juga dapat memastikan kondisi rumah selalu bersih dan saluran udara diperhatikan dengan baik sehingga udara di ruangan selalu segar.

Baca juga: Keluarga Positif Covid-19, Anang Hermansyah: Jangan Anggap Enteng

"Mempraktikkan protokol saat keluar dan pulang ke rumah dengan tertib juga sebenarnya hadiah bagi anggota keluarga yang lain," kata Reisa.

Reisa menyebut, pandemi yang berlarut-larut bisa memunculkan rasa bosan, jenuh, cemas, hingga takut terhadap risiko penularan.

Sebagian masyarakat sudah terlalu lama berada di rumah sehingga muncul emosi yang tinggi tidak terkendali.

Oleh karena terbatasnya ruang gerak dan interaksi, ia mengimbau masyarakat menciptakan suasana nyaman dalam keluarga. Hal ini bisa berdampak positif bagi kesehatan jiwa, bahkan fisik.

"Ubah cara berkomunikasi dalam keluarga, tingkatkan intensitas, lebih sering melakukan obrolan dalam keluarga dengan suasana yang nyaman rileks dan menyenangkan," kata Reisa.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saksi Cerita soal Transfer Uang ke Ajudan Juliari Batubara dan Pembayaran Sewa Pesawat

Saksi Cerita soal Transfer Uang ke Ajudan Juliari Batubara dan Pembayaran Sewa Pesawat

Nasional
Saksi Ungkap Lakukan Demo Tolak Omnibus Law Bukan karena Tweet Jumhur Hidayat

Saksi Ungkap Lakukan Demo Tolak Omnibus Law Bukan karena Tweet Jumhur Hidayat

Nasional
ICW Sebut Ada Upaya Peretasan dalam Konferensi Pers soal Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK

ICW Sebut Ada Upaya Peretasan dalam Konferensi Pers soal Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK

Nasional
Eks Ketum FPI dan Panitia Maulid Dituntut 1,5 Tahun Penjara di Kasus Kerumunan Rizieq Shihab

Eks Ketum FPI dan Panitia Maulid Dituntut 1,5 Tahun Penjara di Kasus Kerumunan Rizieq Shihab

Nasional
Komisioner KPK Berharap Bisa Segera Fokus pada Kerja Pemberantasan Korupsi Setelah Ada Pernyataan Presiden Soal TWK

Komisioner KPK Berharap Bisa Segera Fokus pada Kerja Pemberantasan Korupsi Setelah Ada Pernyataan Presiden Soal TWK

Nasional
Kasus Kerumunan Petamburan, Rizieq Dituntut 2 Tahun Penjara

Kasus Kerumunan Petamburan, Rizieq Dituntut 2 Tahun Penjara

Nasional
Jokowi Minta TWK Tak Jadi Dasar Berhentikan Pegawai KPK, WP: Alhamdulilah, Terima Kasih Pak Presiden

Jokowi Minta TWK Tak Jadi Dasar Berhentikan Pegawai KPK, WP: Alhamdulilah, Terima Kasih Pak Presiden

Nasional
Jokowi Arahkan Tindaklanjuti 75 Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK, Ini kata BKN

Jokowi Arahkan Tindaklanjuti 75 Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK, Ini kata BKN

Nasional
Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong Dimulai Selasa, Salah Satunya di Kawasan Industri Jababeka

Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong Dimulai Selasa, Salah Satunya di Kawasan Industri Jababeka

Nasional
Nilai Distribusi Vaksin di Dunia Tak Merata, Ketua DPR: Perlu Solidaritas Global

Nilai Distribusi Vaksin di Dunia Tak Merata, Ketua DPR: Perlu Solidaritas Global

Nasional
Anggota Dewas KPK Setuju Pernyataan Presiden Jokowi Terkait TWK Pegawai KPK

Anggota Dewas KPK Setuju Pernyataan Presiden Jokowi Terkait TWK Pegawai KPK

Nasional
7 Pegawai KPK Tak Lolos TWK Kirim Surat Keberatan ke Firli Cs

7 Pegawai KPK Tak Lolos TWK Kirim Surat Keberatan ke Firli Cs

Nasional
Alasan Jaksa Tuntut Rizieq 10 Bulan Penjara di Kasus Kerumunan Megamendung

Alasan Jaksa Tuntut Rizieq 10 Bulan Penjara di Kasus Kerumunan Megamendung

Nasional
Polri: Munarman Ditahan Sejak 7 Mei 2021 dan Boleh Dikunjungi

Polri: Munarman Ditahan Sejak 7 Mei 2021 dan Boleh Dikunjungi

Nasional
Pernyataan Jokowi Dinilai Kuatkan Dugaan TWK Hanya Digunakan Untuk Singkirkan Punggawa KPK

Pernyataan Jokowi Dinilai Kuatkan Dugaan TWK Hanya Digunakan Untuk Singkirkan Punggawa KPK

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X