Kompas.com - 11/02/2021, 17:08 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat berbicara di acara Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Kamis (28/1/2021). Dok. SetwapresWakil Presiden Ma'ruf Amin saat berbicara di acara Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Kamis (28/1/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, seharusnya masyarakat berterima kasih kepada pemerintah karena sudah memfasilitasi wakaf uang.

Pemerintah, kata dia, mempunyai keinginan untuk menguatkan dan memberdayakan umat melalui wakaf uang yang telah dicanangkan.

Ia berharap, masyarakat tidak berprasangka buruk kepada pemerintah dengan dicanangkannya gerakan nasional wakaf uang (GNWU) beberapa waktu lalu.

Baca juga: Penjelasan Lengkap soal Wakaf Uang, Apa yang Perlu Kita Pahami?

"Seharusnya kita berterima kasih kepada pemerintah karena mau memfasilitasi, punya kemauan untuk menguatkan, memberdayakan umat, melalui potensi yang ada pada umat itu sendiri," ujar Ma'ruf saat membuka Webinar Literasi Wakaf Uang, Kamis (11/2/2021).

Sebab, kata Ma'ruf, umat Islam di Indonesia memiliki potensi untuk memberdayakan diri tetapi tidak mengetahui apa saja potensi tersebut.

Salah satunya adalah potensi dana umat yang bisa dikelola dengan baik melalui wakaf tersebut.

"Tapi karena kita kurang peka, kurang berpikir, kurang kompak, kurang bersatu maka potensi itu tidak bisa kita manfaatkan dengan baik," kata dia.

"Sehingga sudah saatnya sekarang kembangkan salah satu potensi yang kata Badan Wakaf Indonesia (BWI) bisa kumpulkan Rp 180 triliun. Ini dana besar sekali," kata dia.

Oleh karena itu, pemerintah pun ingin mencoba bergerak dengan mengumpulkan potensi itu melalui wakaf uang yang bertujuan untuk membiayai umat.

Baca juga: Wapres Tegaskan Pemerintah Hanya Fasilitator di Gerakan Nasional Wakaf Uang

Caranya adalah dengan mengembangkan investasi melalui wakaf uang tersebut menjadi dana abadi yang dari tahun ke tahun akan menjadi lebih besar.

"Kepada umat saya harap untuk berhusnuzon, jangan berprasangka buruk. Jangan curigai, jangan justifikasi. Kita baru mulai umat mau bangun," ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksin Covid-19 Novavax dan Pfizer Tiba Juni-Juli untuk Program Vaksinasi Pemerintah

Vaksin Covid-19 Novavax dan Pfizer Tiba Juni-Juli untuk Program Vaksinasi Pemerintah

Nasional
3 Laporan Terkait Azis Syamsuddin Sudah Lengkap, MKD DPR RI Akan Panggil Pelapor

3 Laporan Terkait Azis Syamsuddin Sudah Lengkap, MKD DPR RI Akan Panggil Pelapor

Nasional
Jokowi ke Kepala Daerah Se-Indonesia: Hati-hati Pasca-Lebaran

Jokowi ke Kepala Daerah Se-Indonesia: Hati-hati Pasca-Lebaran

Nasional
UPDATE 18 Mei: 4.185 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 31 Provinsi, Jabar Terbanyak dengan 1.119 Kasus

UPDATE 18 Mei: 4.185 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 31 Provinsi, Jabar Terbanyak dengan 1.119 Kasus

Nasional
UPDATE 18 Mei: Tambah 79.748, Total Spesimen Covid-19 yang Diperiksa 15.632.435

UPDATE 18 Mei: Tambah 79.748, Total Spesimen Covid-19 yang Diperiksa 15.632.435

Nasional
UPDATE 18 Mei: Ada 87.514 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 18 Mei: Ada 87.514 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 18 Mei: 9.247.600 Juta Orang Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 18 Mei: 9.247.600 Juta Orang Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
Menlu Retno Dorong Peningkatan Kapasitas Produksi dan Kesetaraan Akses Vaksin Covid-19

Menlu Retno Dorong Peningkatan Kapasitas Produksi dan Kesetaraan Akses Vaksin Covid-19

Nasional
Cerita Istri Edhy Prabowo soal Belanja Barang Mewah di Amerika

Cerita Istri Edhy Prabowo soal Belanja Barang Mewah di Amerika

Nasional
UPDATE 18 Mei: Suspek Covid-19 Ada 76.827 Orang

UPDATE 18 Mei: Suspek Covid-19 Ada 76.827 Orang

Nasional
UPDATE 18 Mei: Bertambah 5.628, Pasien Covid-19 Sembuh 1.612.239 Orang

UPDATE 18 Mei: Bertambah 5.628, Pasien Covid-19 Sembuh 1.612.239 Orang

Nasional
UPDATE 18 Mei: Bertambah 172, Pasien Covid-19 Meninggal Kini 48.477 Orang

UPDATE 18 Mei: Bertambah 172, Pasien Covid-19 Meninggal Kini 48.477 Orang

Nasional
UPDATE 18 Mei: Kasus Covid-19 di Indonesia 1.748.230, Tambah 4.185

UPDATE 18 Mei: Kasus Covid-19 di Indonesia 1.748.230, Tambah 4.185

Nasional
Satgas: Mekanisme Pelaporan KIPI Vaksinasi Gotong Royong Sama dengan Vaksinasi Pemerintah

Satgas: Mekanisme Pelaporan KIPI Vaksinasi Gotong Royong Sama dengan Vaksinasi Pemerintah

Nasional
Satgas: Vaksin AstraZeneca yang Penggunaannya Dihentikan Masih Diuji BPOM

Satgas: Vaksin AstraZeneca yang Penggunaannya Dihentikan Masih Diuji BPOM

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X