Kompas.com - 09/10/2020, 13:33 WIB
Calon Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi memberikan salam usai bertemu Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Hari ini, Presiden Joko Widodo memperkenalkan 12 orang sebagai wakil menteri yang akan membantu kinerja Kabinet Indonesia Maju. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYCalon Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi memberikan salam usai bertemu Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Hari ini, Presiden Joko Widodo memperkenalkan 12 orang sebagai wakil menteri yang akan membantu kinerja Kabinet Indonesia Maju.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi mengimbau massa demonstrasi yang menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja tak bertindak anarkistis. 

Ia menyebut, demonstrasi merupakan salah satu cara yang dibenarkan untuk menyampaikan aspirasi.

Namun, demonstrasi seharusnya dilakukan tanpa anarkistis. Massa harus tetap mengindahkan akhlak dan norma hukum yang ada.

“Boleh saja menyampaikan aspirasi dengan menggelar demo. Namun, tidak dibenarkan melakukan anarki dan perusakan, karena hal tersebut adalah tindakan yang tidak dibenarkan ajaran agama dan melanggar hukum" kata Zainut melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (09/10).

"Demo dengan cara anarkis tidak akan menyelesaikan persoalan, malah membuat situasi semakin tidak kondusif," kata dia.

Baca juga: Dijemput Orangtua, 84 Perusuh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Padang Mayoritas Pelajar

Bersamaan dengan itu, Zainut juga meminta aparat menggunakan pendekatan persuasif, bukan dengan kekerasan.

Zainut mengatakan, banyak hoaks yang berkembang di masyarakat terkait UU Cipta Kerja.

Oleh karena itu, ia meminta seluruh pihak untuk membaca dan memahami betul isi undang-undang tersebut supaya aspirasi yang disampaikan fokus pada pokok persoalan.

“Baca dan pahami undang-undanganya. Telaah persoalannya, dan sampaikan aspirasi yang ada sesuai konstitusi, agar dapat memberikan solusi" ujar Zainut.

Ia juga mengatakan, selain demonstrasi, ada banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya mengajukan pengujian undang-undang ke Mahkamah Konstitusi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.